(Gajah)
Diturunkan di Makkah, terdiri dari 5 ayat.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ. وَ أَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيْلَ. تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ
Dengan – menyebut – asmā’ Allah yang Maha besar (banyak) rahmat-Nya, lagi senantiasa mencurahkan rahmat-Nya.
105:1. Apakah tidak engkau lihat betapa Tuhan engkau berbuat terhadap orang-orang yang bergajah? (3371a1).
105:2. Apakah Dia tidak menjadikan tipu daya mereka dalam kegagalan (3372a2)?,
105:3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berpasukan-pasukan.
105:4. Melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang keras (3373a3)
105:5. Dan Dia menjadikan mereka bagaikan rumput yang dikunyah binatang (3374a4).
Surat ini mengisahkan Ashḥāb-ul-Fīl.
Seorang Raja yang berkuasa di Yaman bernama Abrahah al-Atsram membangun sebuah gereja yang besar Shan‘ā’ yang cukup megah dan indahnya.
Dia bermaksud memindahkan haji dari Ka‘bah ke gerejanya itu.
Ada yang meriwayatkan bahwa seorang ‘Arab Badui menimbulkan kerusuhan dalam gereja itu. Sesudah dia menimbulkan kerusuhan itu dia pun lari. Karena itu Raja Abrahah marah dan bersumpah untuk menghancurkan Ka‘bah.
Untuk menyampaikan maksudnya dia menyiapkan sepasukan tentara dan berangkat menuju Makkah. Tentaranya itu didahului oleh seekor Gajah besar.
Setelah dia hampir sampai masuk ke-Makkah, dia memerintahkan tentaranya melakukan perampokan dan memusnahkan harta orang ‘Arab.
Di antara yang dirampok itu ialah: unta-unta kepunyaan ‘Abd-ul-Muththalib ibn Hasyim, nenek laki-laki Nabi Muḥammad s.a.w.
Ketika ‘Abd-ul-Muththalib mengetahui bahwa semua untanya telah diseret oleh Abrahah, beliau berusaha supaya dapat menemui Abrahah itu.
‘Abd-ul-Muththalib membicarakan urusan untanya dan meminta dikembalikan.
Raja Abrahah berkata: semula aku merasa tertarik berhadapan dengan engkau, tapi setelah engkau datang dengan mengemukakan supaya unta-untamu dikembalikan, hal ini menimbulkan keherananku, bukankah Ka‘bah adalah lebih penting bagimu, dari pada unta-unta yang kamu tuntut itu?
Mendengar itu ‘Abd-ul-Muththalib berkata: unta ini adalah milik-ku, sedangkan Ka‘bah adalah kepunyaan Tuhan, yang pasti akan memelihara dan melindunginya.
Kemudian Abrahah pun mengembalikan unta-unta Abd-ul-Muththalib itu. Pada suatu pagi hari Abrahah berkemas untuk masuk ke kota Makkah buat menghancurkan Ka‘bah, kemudian kembali ke Yaman.
Di ketika mereka hendak berangkat masuk kota Makkah, gajah mereka tidak mau bergerak, tetapi di kala mereka menghadapkan tujuannya ke Yaman atau ke Syām gajahnya pun berjalan cepat.
Di saat itu Allah mengirimkan sepasukan burung yang membawa batu-batu kecil dan menghujani mereka dengan batu-batu kecil itu. Dalam sekejap mata berjangkitlah penyakit cacar di kalangan tentara Abrahah dan tewaslah kebanyakan mereka itu.
Batu-batu itu menewaskan mereka, adalah karena mengandung kuman-kuman wabah, ataupun hal-hal itu kita serahkan kepada Allah. Hanya yang dapat kita tandaskan, bahwa mereka binasa sesudah dijatuhkan batu atas diri mereka (dihujani batu).
Sesudah itu Abrahah kembali ke Yaman mengurungkan niatnya untuk meruntuhkan Ka‘bah, dalam perjalanan kembali, diapun mati.
Tahun inilah yang kemudian dikenal sejarah dengan “tahun Gajah”.
Dalam tahun inilah Muḥammad s.a.w. dilahirkan. Dengan berdasarkan kepada tahun inilah pula, para sejarah ‘Arab dapat menetapkan tarikh tahun Hijrah Rasūl ke Madīnah.
Adapun persesuaian surat ini dengan surat yang telah lalu ialah:
Isi kandungan surat al-Fīl ini, ialah:
Allah menerangkan bagaimana Dia telah membinasakan pasukan Gajah yang datang untuk merobohkan Ka‘bah dengan jalan mengirim pasukan-pasukan burung yang menyebarkan kuman-kuman penyakit cacar hingga memusnahkan mereka seluruhnya. Hal ini adalah sebagai suatu tanda yang menunjuk kepada kemuliaan Muḥammad yang pada tahun itu dilahirkan ke dalam dunia.