4-3-1 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis

Dari Buku:
Huruf-huruf Magis
(Judul Asli: Maniyyah al-Faqir al-Munjarid wa Sairah al-Murid al-Mutafarrid)
Oleh: Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhaniy
Penerjemah: Diya' Uddin & Dahril Kamal
Penerbit: Pustaka Pesantren

Rangkaian Pos: 004 Rahasia-rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab
  1. 1.4-0 Rahasia-rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab – Huruf-huruf Magis
  2. 2.4-1-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Rafa‘ – Huruf-huruf Magis
  3. 3.4-1-1 Rahasia di Balik Dhammah – Huruf-huruf Magis
  4. 4.4-1-2 Rahasia di Balik Wau – Huruf-huruf Magis
  5. 5.4-1-3 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis
  6. 6.4-1-4 Rahasia di Balik Nun – Huruf-huruf Magis
  7. 7.4-2-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Nashab – Huruf-huruf Magis
  8. 8.4-2-1 Rahasia di Balik Fathah – Huruf-huruf Magis
  9. 9.4-2-2 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis
  10. 10.4-2-3 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis
  11. 11.4-2-4 Rahasia di Balik Ya’ – Huruf-huruf Magis
  12. 12.4-2-5 Rahasia di Balik Membuang Nun – Huruf-huruf Magis
  13. 13.4-3-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Khafadh – Huruf-huruf Magis
  14. 14.Anda Sedang Membaca: 4-3-1 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis
  15. 15.4-3-2 Rahasia di Balik Ya’- Huruf-huruf Magis
  16. 16.4-3-3 Rahasia di Balik Fathah- Huruf-huruf Magis
  17. 17.4-4-0 Rahasia di Balik Tanda2 I‘rab Jazm – Huruf-huruf Magis
  18. 18.4-4-1 Rahasia di Balik Sukun – Huruf-huruf Magis
  19. 19.4-4-2 Rahasia di Balik Membuang Huruf – Huruf-huruf Magis
  20. 20.4-5 Rahasia di Balik Kalimah-kalimah yang Di-i‘rab-i – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Kasrah

فَأَمَّا الْكَسْرَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِيْ ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ الْمُنْصَرِفِ وَ جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ

Kasrah menjadi tanda bagi i‘rāb khafadh dalam tiga tempat, yaitu isim mufrad yang munsharif, jama‘ taksīr yang munsharif, dan jam‘-ul-mu’annats-is-sālim.

Ketidakberdayaan diri menandai tawādhu‘ hakiki dalam tiga tempat:

Pertama, sibuk dengan zikir kepada Allah. Zikir paling agung adalah zikir dengan nama mufrad (tunggal), Allah. Sebab nama ini adalah raja segala nama. Zikir bisa membersihkan hati dan mendorong sopan santun. Allah berfirman: Sungguh zikir kepada Allah merupakan kegiatan terbesar. (al-Ankabūt [29]: 45).

Kedua, jama‘ (berkumpul) bersama para waliyullah, ahli iksīr (penyepuh perwujudan), dan ahli taksīr (pemecah ego kepribadian).

Ketiga, melaksanakan sunnah Nabi dan menjaga agamanya dengan jama‘ (berkumpul) bersama mu’annats (perempuan) disertai sālim (selamat) dari musibah-musibah yang ditimbulkan. Yaitu dengan jalan pernikahan yang sah.

Tawādhu‘ dan akhlak terpuji seorang hamba tidak bisa tampak dengan jelas, kecuali bila masih tetap terjaga saat bersama keluarga (istri/suami) dan anak-anaknya.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarganya. Dan, aku adalah orang terbaik kalian dalam bersikap terhadap keluargaku.

Wa billāh-it-taufīq.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *