4-2-4 Rahasia di Balik Ya’ – Huruf-huruf Magis

Dari Buku:
Huruf-huruf Magis
(Judul Asli: Maniyyah al-Faqir al-Munjarid wa Sairah al-Murid al-Mutafarrid)
Oleh: Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhaniy
Penerjemah: Diya' Uddin & Dahril Kamal
Penerbit: Pustaka Pesantren

Rangkaian Pos: 004 Rahasia-rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab
  1. 1.4-0 Rahasia-rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab – Huruf-huruf Magis
  2. 2.4-1-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Rafa‘ – Huruf-huruf Magis
  3. 3.4-1-1 Rahasia di Balik Dhammah – Huruf-huruf Magis
  4. 4.4-1-2 Rahasia di Balik Wau – Huruf-huruf Magis
  5. 5.4-1-3 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis
  6. 6.4-1-4 Rahasia di Balik Nun – Huruf-huruf Magis
  7. 7.4-2-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Nashab – Huruf-huruf Magis
  8. 8.4-2-1 Rahasia di Balik Fathah – Huruf-huruf Magis
  9. 9.4-2-2 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis
  10. 10.4-2-3 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis
  11. 11.Anda Sedang Membaca: 4-2-4 Rahasia di Balik Ya’ – Huruf-huruf Magis
  12. 12.4-2-5 Rahasia di Balik Membuang Nun – Huruf-huruf Magis
  13. 13.4-3-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Khafadh – Huruf-huruf Magis
  14. 14.4-3-1 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis
  15. 15.4-3-2 Rahasia di Balik Ya’- Huruf-huruf Magis
  16. 16.4-3-3 Rahasia di Balik Fathah- Huruf-huruf Magis
  17. 17.4-4-0 Rahasia di Balik Tanda2 I‘rab Jazm – Huruf-huruf Magis
  18. 18.4-4-1 Rahasia di Balik Sukun – Huruf-huruf Magis
  19. 19.4-4-2 Rahasia di Balik Membuang Huruf – Huruf-huruf Magis
  20. 20.4-5 Rahasia di Balik Kalimah-kalimah yang Di-i‘rab-i – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Yā’

وَ أَمَّا الْيَاءُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَ الْجَمْعِ

Yā’ menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam isim tatsniyah dan jam‘ (ul-mudzakkar-is-sālim).

Yā’-ul-yaqīn dan thuma’ninah (keyakinan dan ketenangan) menandai ketegaran dan tawajjuh (kecenderungan) seorang hamba kepada Tuhannya dalam:

Pertama, isim tatsniyah; yaitu memadukan syariat dan hakikat. Kita bisa mengetahui kesempurnaan dan kebenaran tawajjuh-nya dengan melihat aspek lahirnya yang bertumpu pada syariat dan aspek bathinnya yang dicerahkan oleh cahaya rahasia hakikat. Kita tahu kekurangannya ketika dia hanya berupa ketenangan dan ketenteraman lahiriah. Banyak ahli ibadah dan orang zuhud yang jelas memiliki manifestasi keyakinan dalam diri mereka. Padahal mereka tidak sempurna, bahkan lebih besar keterhalangannya dari Allah.

Kedua, jama‘ (kesadaran utuh di bawah Dzat Yang Nyata) secara terus-menerus dengan hati penuh gelora cinta. Dia terus-menerus minum Anggur Cinta Ilahi dan mabuk tiada henti. Seperti ungkapan penyair:

Termasuk madzhab-madzhab terbaik adalah
Bermabuk zikir dalam keabadian
Dan cita-cita paling sempurna adalah
Terus-menerus wushūl
Tanpa adanya keterputusan.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

4 Komentar

  1. arief berkata:

    izin copy nahwu sufi

    1. Majlis Dzikir Hati Senang berkata:

      Bismillah silakan. Harap cantumkan sumbernya ya. Semoga bermanfaat.

  2. arief berkata:

    jajakumulloh khoiron katsiron,,,,,,,

    1. Majlis Dzikir Hati Senang berkata:

      Wa anta fazajakkallahu khaira..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *