002-C. Fa‘ala – Yaf‘ilu – Metode Praktis Tashrif

Rangkaian Pos: 002 Tsulatsi Mujarrad & Wazan-wazannya
  1. 1.002 Tsulatsi Mujarrad & Wazan-wazannya – Metode Praktis Tashrif
  2. 2.002-A. Fa‘ala – Yaf‘ulu – Metode Praktis Tashrif
  3. 3.002-B. Fa‘ala – Yaf‘alu – Metode Praktis Tashrif
  4. 4.Anda Sedang Membaca: 002-C. Fa‘ala – Yaf‘ilu – Metode Praktis Tashrif
  5. 5.002-D. Fa‘ila – Yaf‘alu – Metode Praktis Tashrif
  6. 6.002-E. Fa‘ila – Yaf‘ilu & F. Fa‘ula – Yaf‘ulu – Metode Praktis Tashrif
  7. 7.002-F-1 Latihan – Metode Praktis Tashrif
  8. 8.002-G Mashdar – Metode Praktis Tashrif
  9. 9.2-H-1 Pengelompokan Kata yang Sama Mashdarnya – Fa’lan – Metode Praktis Tashrif
  1. Fa‘ala – Yaf‘ilu (فَعَلَ – يَفْعِلُ).

Kebanyakan yang mengikuti wazan ini, ada 4 macam fi‘il, yaitu:

  1. Fi‘il mu‘tall mitsāl wāwī (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الْمِثَالُ الْوَاوِيُّ), yaitu fi‘il-fi‘il yang huruf pertamanya terdiri dari wāwu; Dengan syarat, huruf ketiga (lām fi‘il-nya) bukan terdiri dari huruf ḥalq.

Contoh:

  1. Wa‘ada – Ya‘idu (Berjanji) (وَعَدَ – يَعِدُ).
  2. Wa‘azha – Ya‘izhu (Menasihati) (وَعَظَ – يَعِظُ).
  3. Washala – Yashilu (Tiba; Sampai) (وَصَلَ – يَصِلُ).

Bila ‘ain fi‘il-nya terdiri dari huruf ḥalq, maka mengikuti wazan: Fa‘ala – Yaf‘alu.

Contoh:

  1. Wadha‘a – Yadha‘u (Meletakkan) (وَضَعَ – يَضَعُ).
  2. Waqa‘a – Yaqa‘u (Jatuh; Terjadi) (وَقَعَ – يَقَعُ).
  3. Walagha – Yalaghu (Menjilat) (وَلَغَ – يَلَغُ).
  1. Fi‘il mu‘tall ajwaf yā’ī (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الْأَجْوَفُ الْيَائِيُّ), yaitu fi‘il-fi‘il yang ‘ain fi‘il (huruf keduanya), terdiri dari alif yang berasal dari huruf yā’.

Contoh:

  1. Bā‘a – Yabī‘u (Menjual) (بَاعَ – يَبِيْعُ).
  2. Jā’a – Yajī’u (Datang) (جَاءَ – يَجِيْءُ).
  3. Dhā‘a – Yadhī‘u (Hilang; Sia-sia) (ضَاعَ – يَضِيْعُ).
  1. Fi‘il mu‘tall akhir dengan yā’ (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الْآخِرُ بِالْيَاءِ), yaitu fi‘il-fi‘il yang huruf terakhirnya terdiri dari alif maqshūrah yang berasal dari yā’,

Contoh:

  1. Ramā – Yarmī (Melempar) (رَمَى – يَرْمِيْ).
  2. Qadhā – Yaqdhī (Memutuskan/Mewajibkan) (قَضَى – يَقْضِيْ).
  3. Darā – Yadrī (Mengerti) (دَرَى – يَدْرِيْ).

Dengan syarat ‘ain fi‘il-nya tidak terdiri dari huruf ḥalq. Bila huruf kedua terdiri dari huruf ḥalq, maka mengikuti wazan Fa‘ala – Yaf‘alu.

Contoh:

  1. Sa‘ā – Yas‘ā (Berusaha) (سَعَى – يَسْعَى).
  2. Ra‘ā – Yar‘ā (Menggembala) (رَعَى – يَرْعَى).
  1. Fi‘il mudhā‘af yang lazim, yaitu fi‘il-fi‘il yang huruf kedua dan ketiga (‘ain fi‘il dan lām fi‘il-nya) terdiri dari huruf yang sama.

Contoh:

  1. Farra – Yafirru (Lari) (فَرَّ – يَفِرُّ).
  2. Ḥalla – Yaḥillu (Halal) (حَلَّ – يَحِلُّ).
  3. Tamma – Yatimmu (Sempurna; Tamat) (تَمَّ – يَتِمُّ).
  4. Syabba – Yasyibbu (Jadi muda) (شَبَّ – يَشِبُّ).
  5. Raqqa – Yariqqu (Halus; Tipis) (رَقَّ – يَرِقُّ).
  6. Qalla – Yaqillu (Sedikit) (قَلَّ – يَقِلُّ).
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *