skip to Main Content
000 Pengantar Risalah – Rambu-rambu Berteologi Imam Al-Ghazali

RAMBU-RAMBU BERTEOLOGI
(Judul Asli: Iljām-ul-‘Awāmi ‘an ‘Ilm-il-Kalām)

Oleh: Imām al-Ghazālī

Alih Bahasa: Kamran As‘ad Irsyady
Penerbit: Pustaka Sufi

PENGANTAR RISALAH

Segala puji bagi Allah yang telah menampakkan Diri pada segenap hamba-Nya dengan sifat-sifat dan nama-Nya, mencampakkan akal orang-orang yang macam-macam di tangan kesombongan-Nya, dan merontokkan sayap-sayap pemikiran yang jauh dari kehormatan-Nya. Maka Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya dari keterjangkauan pemahaman akan esensi dan kesejatian-Nya, dan menyempurnakan hati para wali dan kekasih-Nya untuk kemudian mencelupkan arwah mereka hingga terbakar dalam api cinta-Nya, terheran-heran akan emanasi cahaya kebesaran-Nya, dan membungkam mulut mereka dari memuji keindahan hadirat-Nya kecuali mereka apa yang telah Dia perdengarkan kepada mereka berupa nama-nama dan sifat-sifatNya dan yang telah dia kabarkan lewat lisan utusan-Nya, Muhammad, sang makhluk terbaik, sahabat-sahabat, dan seluruh keluarganya.

Engkau, wahai sahabat – semoga Allah senantiasa menunjukkanmu akan jalan-Nya – pernah bertanya kepada saya ihwal berita-berita sumbang yang didengungkan oleh orang-orang yang bodoh dan terjerumus dalam kesesatan dan mendekati jurang Neraka. Mereka meyakini Allah dan sifat-sifatNya dalam bentuk yang Allah sendiri tersucikan dari bentuk, tangan, kaki, naik dan turun, duduk di singgasana dan menetap, serta hal-hal sejenis yang mereka simpulkan dari lahiriah khabar-khabar dan bentuk-bentuknya. Mereka berpretensi bahwa keyakinan mereka tentang hal tersebut adalah keyakinan kaum Salaf. Maka di sini saya ingin menjelaskan kepadamu kesejatian keyakinan kaum Salaf. Akan saya jelaskan apa-apa yang wajib diyakini oleh orang-orang awam dalam khabar-khabar (baca: hadits) tersebut. Akan saya buka tirai kebenaran dan akan saya tunjukkan perbedaan apa yang harus dicari dan apa yang harus dicegah untuk digeluti.

Saya memenuhi permintaanmu seraya memohon kedekatan kepada Allah dengan menunjukkan kebenaran yang nyata tanpa sikap menjilat, memeriksa, mengawasi ataupun fanatisme madzhab. Sebab kebenaran lebih utama daripada sekadar mengawasi. Kebenaran dan kesadaran lebih utama daripada fanatisme madzhab. Saya berdoa pada Allah memohon tuntunan kebenaran dan taufīq pertolongan. Dia adalah Maha Mengabulkan du‘a yang sungguh-sungguh.

Saya menyusun sistematika kitab ini menjadi 3 bab. Bab pertama membahas hakikat kesejatian madzhab Salaf dalam berita-berita sumbang yang beredar; bab kedua mengangkat bukti demonstratif (burhān) atas kebenaran madzhab Salaf dan kebid‘ahan orang yang menyelisihi pendapat mereka; dan bab ketiga memaparkan beberapa pasal pembahasan yang berguna dalam kajian ini.


  • Diposting Pada: 4:58 PM 11/27/2017
  • Dalam Kategori: Aqidah
  • Terdiri Dari: 334 Kata
  • Dilihat: 8 Kali.
Back To Top