31 Tips Mengais Rezeki Halal – Profesional dalam Bekerja – Rezeki Para Wali & Nabi (4/4)

Profesional dalam Bekerja   Di lingkungan kerja, swasta atau pemerintah, mungkin istilah profesional sudah sangat populer. Itu karena, profesional sudah menjadi tuntutan, baik oleh karyawan sendiri demi meningkatkan kualitas dirinya atau oleh perusahaan demi menambah kepercayaan pelanggan. Terkadang, istilah “profesional” ini menjadi kelakar untuk mengejek teman atau bahkan untuk mengomplain lembaga atau perusahaan yang ceroboh, seperti tuduhan: “Anda tidak profesional”. Istilah ini, menjadi tren dan berkembang, terutama saat sistem mu‘amalah…

30 Tips Mengais Rezeki Halal – Patuh pada Pimpinan – Rezeki Para Wali & Nabi (3/4)

Patuh pada Pimpinan   Rezeki min ḥaitsu lā yaḥtasib itu, basicly sangat bergantung pada cara hidup seseorang dalam menaati dan mematuhi Allah dan Rasūl-Nya. Sehingga, siapa pun yang ingin mendapatkannya harus menjaga ketaqwaannya pada Allah dan Rasūl-Nya. Tapi, karena ini berkaitan dengan rezeki maka ketaqwaan itu harus tetap dibarengi dengan usaha nyata, seperti bekerja menjadi karyawan atau usaha sendiri. Dalam dunia industri, sebagai karyawan, ada satu syarat untuk mencapai rezeki…

29 Tips Mengais Rezeki Halal – Istiqamah – Rezeki Para Wali & Nabi (2/4)

Istiqāmah وَ أَلَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا “Dan sekiranya mereka tetap beristiqāmah di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.” (QS. al-Jinn [72]: 16). Di zaman modern seperti sekarang, menjaga diri untuk tetap berada pada keyakinan yang tulus dan yang benar adalah tantangan terberat dalam beragama. Kebanyakan, godaan terbesar yang dapat membelokkan hati dari trek lurus tersebut adalah godaan duniawi. Gemerlap…

28 Tips Mengais Rezeki Halal – Jujur – Rezeki Para Wali & Nabi (1/4)

Tiga TIPS MENGAIS REZEKI HALAL Jujur Jujur memang tak semudah mengucapkannya, terutama jika dengan berbohong seseorang dapat meraup kepentingan-kepentingan pribadi yang menggiurkan. Sehingga, banyak orang merelakan kejujurannya, hanya karena secuil rupiah yang menjanjikan. Di dunia modern seperti saat ini, kejujuran adalah barang mahal yang susah didapat. Apalagi, jika kita tahu, sebuah sistem – sebagai produk yang dapat  mengawal kebenaran – justru dibuat dengan ketidakjujuran, rasanya makin ciut saja nyali kita…