Asbab-un-Nuzul Surah al-Ma’arij ~ Tafsir al-Jalalain

ASBĀB-UN-NUZŪL SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   Imām Nasā’ī dan Imām Ibnu Abī Ḥātim, keduanya telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Ibnu ‘Abbās r.a. sehubungan dengan firman-Nya: “Seseorang telah meminta” ….. (QS. al-Ma‘ārij [70]: 1). Ibnu ‘Abbās r.a. mengatakan, bahwa orang yang meminta agar ‘adzab diturunkan ialah an-Nadhr ibn-ul-Ḥārits. An-Nadhr telah mengatakan: “Ya Allah, seandainya al-Qur’ān ini adalah benar dari sisi Engkau,…

Surah al-Ma’arij ~ Tafsir al-Jalalain

070 SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ Makkiyyah, 44 ayat Turun sesudah Sūrat-ul-Ḥāqqah   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ. (سَأَلَ سَائِلٌ) “Seseorang telah meminta” yakni berdoa meminta (بِعَذَابٍ وَاقِعٍ) “kedatangan ‘adzab yang akan menimpa.” لِّلْكَافِريْنَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ. (لِّلْكَافِريْنَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ.) “Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya” dia adalah Nadhr bin Ḥārits,…