Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (3/3)

Firman Allah s.w.t.: وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 4). Mereka berkata: (كُفُؤًا), (كُفُوًا) dan (كفاء) adalah semakna, yaitu (المثل) “seumpama, semisal, setara). Terdapat beberapa pendapat mufassir tentang makna ayat ini, dan semuanya berporos pada makna nafi (peniadaan) yang semisal. Diriwayatkan dari Ka‘b dan ‘Athā’, bahwa maknanya adalah, tidak ada…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (2/3)

Firman Allah s.w.t.: اللهُ الصَّمَدُ “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 2). Sebagian mufassir berkata: “Ayat ini ditafsirkan oleh ayat sesudahnya: (لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ) “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 3). Ibnu Katsīr berkata: “Ini adalah makna yang bagus.” Sebagian ulama berkata: “Maknanya adalah, Dialah yang sangat mulia dan sempurna dari segala sesuatu.” Ada yang berpendapat: “Maknanya…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (1/3)

سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ  AL-IKHLĀSH (Memurnikan Keesaan Allah) Surah ke 112: 4 ayat.   Firman Allah s.w.t.: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ “Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 1). Mengenai lafazh (الْأَحَدُ) “Yang Maha Esa”, al-Qurthubī berkata: “Maksudnya yang satu lagi tunggal, yang tidak memiliki bandingan, tidak memiliki tandingan, tidak memiliki istri, tidak memiliki anak, dan tidak memiliki sekutu.” Semua makna tersebut benar pada hak Allah s.w.t. Asal…