0-0 Muqaddimah – Ilmu Mushthalah Hadits

MUQADDIMAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Qur’an, sebuah kitab Agama yang diturunkan oleh Allah s.w.t. untuk seluruh ummat manusia yang ada dalam alam ini, merupakan sebuah kitab yang bersifat sumber hukum bagi setiap Mu’min dan Muslim, yang dengannya si Mu’min dan Muslim itu hendak hidup dan mati.

Dengan dia setiap Muslim dapat mencapai hidup bahagia yang sempurna di dunia untuk bekal akhiratnya kelak. Dan dengan dia pula setiap Muslim menentukan jalan hidupnya yang berlainan dari yang lain, demi untuk mencapai keridhaan Allah s.w.t., semata-mata.

Jalan dan cara untuk mencapai mardhatillah tersebut, serta perinciannya, telah diunjukkan, diterangkan dan dijelaskan oleh Pembawa Qur’ān tersebut, yaitu Nabi Muhammad s.a.w.

Penjelasan dan penerangan Nabi s.a.w. itu, ada kalanya digambarkan dalam perbuatan Beliau, ada kalanya diutarakan dalam sabda-sabdanya dan terkadang berbentuk pengakuan Beliau terhadap sahabat-sahabatnya. Semua ini, diistilahkan dengan Ḥadīts Nabi s.a.w.

Untuk mengetahui mana sebenarnya Ḥadīts yang dari Nabi s.a.w., mana yang meragu-ragukan dan mana yang tidak benar atau dipalsukan orang, diadakanlah oleh ‘ulama’-‘ulama’ semacam ilmu dengan nama Ilmu Ḥadīts.

Ilmu ini, tertulis dalam bahasa ‘Arab. Orang dapat menyalinnya ke dalam bahasa Indonesia atau lainnya, tetapi untuk mengamalkannya (= mempraktekkannya) sedikit-banyak perlu ada pengertian bahasa ‘Arab.

Kitab Ilmu Ḥadīts ini, mudah-mudahan dapat menolong pembaca yang berminat, ke jurusan tersebut.

Dalam kitab ini, saya bentangkan tidak kurang dari 144 macam yang berhubung dengan Ilmu Ḥadīts. Macam-macam ini saya bagi dalam 10 pokok, yaitu:

  1. Pasal Ḥadīts Shaḥīḥ.
  2. Pasal Ḥadīts Ḥasan.
  3. Pasal Ḥadīts Dha‘īf.
  4. Pasal Ḥadīts yang dapat dimasukkan dalam bagian Shaḥīḥ dan Ḥasan
  5. Pasal Ḥadīts yang dapat dimasukkan dalam bagian Shaḥīḥ, Ḥasan dan Dha‘īf.
  6. Pasal Isnād atau sanad.
  7. Pasal Matan.
  8. Pasal Rāwī.
  9. Nama-nama Imām dan Ahli Ḥadīts yang masyhur-masyhur.
  10. Pasal al-Jarḥu wat-Ta‘dīl, yaitu pasal untuk mengenal seseorang Rāwī itu tercela atau tidak.

Masing-masing pasal itu mengandung beberapa banyak pembicaraan yang berhubungan dengannya.

Sesudah itu, saya adakan beberapa macam fihrasat (= isi kitab) untuk memudahkan pembaca.

Segala tegur-sapa akan saya sambut dengan senang.

Kepada Allah-lah saya memohon, mudah-mudahan kita diberinya taufiq dalam sesuatu yang akan mendatangkan kebaikan.

 

Was-Salam,

Abdul-Qadir Hassan.

Bangil, 1944/1966.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.