Terjemahan Qashidah al-Burdah (1/6)

Dari:
 
BONUS MAJALAH
Al-Kisah

Edisi 04/2010
 
قَصِيْدَةُ الْبُرْدَةِ
لِلْإِمَامِ شَرَفُ الدِّيْنِ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ مُحَمُّدٌ الْبُوْصِيْرِيُّ
Terjemahan Qashīdah Burdah
Karya: Al-Imām Abū ‘Abdillāh al-Bushīrī

Rangkaian Pos: Terjemahan Qashidah al-Burdah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

 

أَ مِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَلَمِ

مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِدَمِ

  1. Apakah karena teringat tetangga di kampung Dzī Salam, engkau menangis, meneteskan air mata darah dari pelupuk matamu?

أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَةٍ

وَ أَوْمَضَ الْبَرْقُ فِي الظَّلْمَاءِ مِنْ إِضَمِ

  1. Atau karena angin yang berembus dari Kāzhimah, ataukah karena kilat yang menyambar dalam kegelapan dari Lembah Idham?

فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا

وَ مَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِمِ

  1. Mengapa kedua matamu tetap mengalirkan air mata bila engkau katakan “Berhentilah!”? Dan mengapa hatimu tetap gundah bila engkau katakan: “Tenanglah!”?

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

 

أَيَحْسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتِمٌ

مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَ مُضْطَرِمِ

  1. Apakah orang yang kasmaran menduga bahwa cinta dapat disembunyikan dalam deraian air mata dan kegundahan jiwa?

لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعًا عَلَى طَلَلٍ

وَ لًا أَرِقْتَ لِذِكرِ الْبَانِ وَ الْعَلَمِ

  1. Kalaulah bukan karena cinta, tidaklah mungkin engkau teteskan air mata di atas pepuingan dan tak pula terjaga sepanjang malam karena mengingat pepohonan Bāni dan Pegunungan ‘Alam.

فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبًّا بَعْدَ مَا شَهِدَتْ

بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَ السَّقَمِ

  1. Bagaimana engkau pungkiri rasa cinta setelah deraian air mata dan derita sakit menjadi saksi terhadapnya….

وَ أَثْبَتَ الْوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَ ضَنًى

مِثْلَ الْبَهَارِ عَلَى خَدَّيْكَ وَ الْعَنَمِ

  1. Dan kerinduan telah menorehkan dua garis air mata dan derita, seperti mawar kuning dan mawar merah pada kedua pipimu.

نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَنِيْ

وَ الْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالْأَلَمِ

  1. Memang benar, bayangan orang yang kucinta datang dan membuatku tak dapat lelap dan cinta itu menghalangi berbagai kesenangan dengan derita.

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

يَا لَائِمِي فِي الْهَوَى الْعُذْرِيِّ مَعْذِرَةً

مِنِّيْ إِلَيْكَ وَ لَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ

  1. Wahai yang mencelaku karen cinta Bani ‘Udzrī (11), maafku untukmu. Bila engkau menyadari, tentu engkau tidak mencelaku.

عَدَتْكَ حَالِيَ لَا سِرِّيْ بِمُسْتَتِرٍ

عَنِ الْوُشَاةِ وَ لَا دَائِيْ بِمُنْحَسِمِ

  1. Keadaanku telah jelas bagimu, rahasiaku pun tak tersembunyi dari si tukang dusta, dan sakitku tak jua terobati.

مَحَّضْتَنِي النُّصْحَ لكِنْ لَسْتُ أَسْمَعُهُ

إِنَّ الْمُحِبَّ عَنِ الْعُذَّالِ فِيْ صَمَمِ

  1. Engkau nasihati aku dengan tulus, namun aku tak menghiraukannya. Sungguh pencinta itu tuli dari orang yang mencemooh.

إِنِّي اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشَّيْبِ فِيْ عَذَلٍ

وَ الشَّيْبُ أَبْعَدُ فِيْ نُصْحٍ عَنِ التُّهَمِ

  1. Sungguh aku menuduh nasihat sang uban mencemoohku, padahal uban itu dalam nasihatnya amatlah jauh dari tipu daya.

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

 

فَإِنَّ أَمَّارَتِيْ بِالسُّوْءِ مَا اتَّعَظَتْ

مِنْ جَهْلِهَا بِنَذِيْرِ الشَّيْبِ وَ الْهَرَمِ

  1. Nafsu amarahku tak dapat menerima nasihat karena kebodohannya terhadap nasihat uban dan ketuaan.

وَ لَا أَعَدَّتْ مِنَ الْفِعْلِ الْجَمِيْلِ قِرَى

ضَيْفٍ اَلَمَّ بِرَأْسِيْ غَيْرَ مُحْتَشِمِ

  1. Dan tak bersiap untuk berbuat baik dalam menjamu tamu yang datang berkunjung di kepalaku, dengan tanpa merasa malu.

لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنِّيْ مَا أُوَقِّرُهُ

كَتَمْتُ سِرًّا بَدَا لِيْ مِنْهُ بِالْكَتَمِ

  1. Andaikan ‘ku tahu bahwa sungguh ‘ku tak memuliakannya, tentu kusembunyikan rapat-rapat rahasiaku darinya.

مَنْ لِيْ بِرَدِّ جِمَاحٍ مِنْ غَوَايَتِهَا

كَمَا يُرَدُّ جِمَاحُ الْخَيْلِ بِاللُّجُمِ

  1. Siapa gerangan yang membantuku mengendalikan nafsu dari kesalahan, sebagaimana liarnya kuda dapat terkendali dengan tali kekang.

فَلَا تَرُمْ بِالْمَعَاصِيْ كَسْرَ شَهْوَتِهَا

إِنَّ الطَّعَامَ يُقَوِّيْ شَهْوَةَ النَّهِمِ

  1. Maka janganlah berharap terkekangnya nafsu dengan maksiat, sungguh makanan itu menguatkan nafsu orang yang rakus.

وَ النَّفْسُ كَالطِّفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى

حُبِّ الرَّضَاعِ وَ إِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ

  1. Nafsu itu ibarat seorang bayi. Jika engkau biarkan, tumbulah besar, ia terus menyusu. Dan jika engkau sapih, ia pun berhenti.

فَاصْرِفْ هَوَاهَا وَ حَاذِرْ أَنْ تُوَلِّيَهُ

إِنَّ الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصْمِ أَوْ يَصِمِ

  1. Maka hindarkanlah keinginannya dan waspadalah dari mempertuannya. Sungguh nafsu itu, bila engkau pertuankan, hina dan menghinakan.

وَ رَاعِهَا وَهْيَ فِي الْأَعْمَالِ سَائِمَةٌ

وَ إِنْ هِيَ اسْتَحْلَتِ الْمَرْعَى فَلَا تُسِمِ

  1. Peliharalah ia, karena nafsu itu dalam tingkah lakunya seperti hewan ternak. Bila berada di padang gembala, janganlah engkau biarkan.

كَمْ حَسَّنَتْ لَذَّة ٍ لِلْمَرءِ قَاتِلَةً

مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنَّ السُّمَّ فِي الدَّسَمِ

  1. Berapa banyak kenikmatan membinasakan orang, karena tidak mengetahui bahwa dalam makanan yang lezat terdapat racun.

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

 

وَ اخْشَ الدَّسَائِسَ مِنْ جُوْعٍ وَ مِنْ شِبَعٍ

فَرُبَّ مَخْمَصَةٍ شَرٌّ مِنَ التُّخَمِ

  1. Takutlah terhadap tipu daya lapar dan kenyang, karena adakalanya lapar itu lebih buruk daripada kenyang.

وَ اسْتَفْرِغِ الدَّمْعَ مِنْ عَيْنٍ قَدِ امْتَلَأَتْ

مِنَ الْمَحَارِمِ وَ الْزَمْ حِمْيَة َ النَّدَمِ

  1. Dan curahkanlah air mata dari mata yang telah terpenuhi olehnya karena kedurhakaan, dan peganglah teguh benteng penyesalan.

وَ خَالِفِ النَّفْسَ وَ الشَّيْطَانَ وَ اعْصِهِمَا

وَ إِنْ هُمَا مَحَّضَاكَ النُّصْحَ فَاتَّهِمِ

  1. Lawanlah hawa nafsu dan syaithan serta durhakailah keduanya. Meskipun keduanya menasihatimu, haruslah kau curigai.

وَ لَا تُطِعْ مِنْهُمَا خَصْمًا وَ لَا حَكَمًا

فَأَنْتَ تَعْرِفُ كَيْدَ الْخَصْمِ وَ الْحَكَمِ

  1. Jangan patuhi keduanya, baik sebagai musuh maupun wasit, karena engkau paham tipu daya sang musuh dan wasit.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ قَوْلٍ بِلَا عَمَلٍ

لَقَدْ نَسَبْتُ بِهِ نَسْلًا لِذِيْ عُقُمِ

  1. Aku mohon ampun kepada Allah dari berkata tanpa berbuat. Sungguh telah kunisbahkan perkataan ini sebagai umpama keturunan bagi yang mandul.

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

 

أَمَرْتُكَ الْخَيْرَ لكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ بِهِ

وَ مَا اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِيْ لَكَ اسْتَقِمِ

  1. Aku menyuruhmu berbuat kebaikan tapi aku tak melaksanakannya dan tak pula istiqamah di atasnya, maka apalah artinya perkataanku kepadamu “Berlaku luruslah!”

وَ لَا تَزَوَّدْتُ قَبْلَ الْمَوْتِ نَافِلَةً

وَ لَمْ أُصَلِّ سِوَى فَرْضٍ وَ لَمْ أَصُمِ

  1. Tidaklah aku mempersiapkan bekal ibadah sunnah sebelum kematian, dan tidak pula aku shalat selain yang fardhu dan tidak pula berpuasa selainnya.

ظَلَمْتُ سُنَّةَ مَنْ أَحْيَا الظَّلَامَ إِلَى

أَنِ اشْتَكَتْ قَدَمَاهُ الضُّرَّ مِنْ وَرَمِ

  1. Aku telah menzhalimi sunnah seorang yang telah menghidupkan malam gulita hingga kedua telapak kakinya mengeluhkan derita karena bengkak yang dideritanya.

وَ شَدَّ مِنْ سَغَبٍ أَحْشَاءَهُ وَ طَوَى

تَحْتَ الْحِجَارَةِ كَشْحًا مُتْرَفَ الْأَدَمِ

30. Dan mengikat perutnya karena lapar serta melihat pinggangnya, nan mulia kulitnya, di bawah batu.

Catatan:

  1. 1. Sebutan untuk cinta yang teramat tulus.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.