Kebaikan Memenuhi Permintaan Anak – Bakti Kepada Kedua Orangtua

BAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA
Hak Ibu-Bapak, Anak dan Keluarga

Judul asli: BIRR-UL-WĀLIDAIN WA-ḤUQŪQ-UL-ABĀ’ WAL-ABNĀ’ WAL-ARḤĀM
Oleh: Aḥmad ‘Īsā ‘Asyūr
 
Penerjemah: Ustadz H. YUSUF
Penerbit: HAZANAH ILMU

BAB KEDUA

Hak Anak

Kebaikan Memenuhi Permintaan Anak

Anak-anak itu merupakan hiasan kehidupan dunia dan sangat menyenangkan hati orang tua. Sebagaimana firman Allah:

الْمَالُ وَ البَنُوْنَ زِيْنَةُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا. الكهف : ٤٦

Harta benda dan anak-anak itu sebagai perhiasan hidup di dunia.” (Al-Kahfi: 46)

Dan firman-Nya:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ. الفرقان : ٧٤

Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada isteri-isteri kami dan anak keturunan kami sebagai penyejuk mata.” (Al-Furqān: 74)

Kesenangan dan kepuasan ini dirasakan di dunia. Adapun di akhirat nanti mereka adalah raihanah (kepuasan dan kebahagiaan) orang tua di Surga. Sabda Nabi s.a.w.:

Anak adalah kepuasan di Surga.” (Diriwayatkan oleh al-Ḥākim dan at-Tirmīdzī dari Khaulah binti Ḥākim dengan sanadnya yang dha’īf).

Sangat diutamakan memohonkan hidayah dari Allah s.w.t. untuk anak keturunan, sebagaimana al-Qur’an telah menceritakan tentang keadaan Nabi Zakaria a.s.:

وَ إِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَآءِى وَ كَانَتِ امْرَأَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا. يَرِثُنِي وَ يَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ وَ اجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا. مريم : ٥-٦

Sesungguhnya saya mengkhawatirkan adanya pemimpin generasi di belakang saya nanti, sedang istriku sendiri seorang yang mandul. Maka berilah dari hadapanmu keturunan sebagai pemimpin yang dapat mewarisi aku dan mewarisi peninggalan keluarga Ya’qūb, wahai Tuhanku jadikanlah keturunan yang Engkau ridhai.” (Maryam : 5-6)

فَالْآنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ. البقرة : ١٨٧

Maka sekarang, kumpulilah istri-istrimu dan carilah apa yang Allah menentukan bagimu!” (Al-Baqarah : 187)

Maka Mujāhid, al-Ḥakam dan ‘Ikrimah, al-Ḥasan al-Bashrī, as-Suddi dan adh-Dhaḥḥāk mejelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan ayat itu adalah “anak”. Dari Ibnu ‘Abbās r.a. yang dimaksud ialah “anak”.

Di dalam hadits:

أَلَا تَدْعُوْ عَلَيْهِمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: لَا. لَعَلَّ اللهَ يُخْرِجُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ الْوَاحِدَ الْقَهَّارَ.

Apakah mereka tidak kau doakan buruk saja ya Rasulallah! Beliau menjawab: Tidak. Semoga Allah, mengeluarkan dari keturunan mereka anak-anak yang mau mengabdikan diri kepada Allah Yang Maha Esa yang Maha Berkuasa.

وَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ وَ يَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَ يَقُوْلُ: تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الوَلْوُدَ فَإِنِّي مَكَاثِرٌ بِكُمُ الأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. رواه الإمام أحمد و أبو حاتم في صحيحه

Dari Anas ia berkata: “Adalah Rasulullah menganjurkan para pemuda untuk kawin, dan melarang keras membujang terus menerus dan beliau bersabda: “Kawinlah dengan wanita-wanita yang kasih sayang dan banyak anak. Sesungguhnya saya ingin memperbanyak ummat di antara Nabi-nabi dengan kamu pada hari kiamat nanti.” (Diriwayatkan oleh Imam Aḥmad dan Abu Ḥākim di dalam hadits shahihnya)

وَ عَنْ مُعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أَحْبَبْتُ اْمَرَأَةً ذَاتَ حُسْنٍ وَ جَمَالٍ وَ إِنَّهَا لَا تَلِدُ أَفَاَتَزَوَّجُهَا؟ قَالَ: لَا. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ. فَقَالَ: تَزَوَّجُو الوَدُوْدَ الوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ. رواه أبو داود و النساءي

Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata: Seorang laki-laki datang menghadap Nabi s.a.w. lalu berkata “Sesungguhnya saya ingin bengawini wanita cantik dan indah, tetapi ia mandul tidak dapat beranak, bagaimana? Nabi s.a.w. menjawab: “Jangan”. Orang itu datang lagi mengulangi pertanyaannya, untuk kedua kali dan untuk ketiga kalinya, namun tidak disetujui Nabi s.a.w., lalu bersabdalah beliau: “Kawinilah wanita yang cantik dan kasih sayang serta banyak anak, sesungguhnya dengan kamu ini aku akan memperbanyak ummat.” (Diriwayatkan oleh Abū Dawūd dan an-Nasā’ī)

وَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إِنْكَحُوْا أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ فَإِنِّي أُبَاهِي بِكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ. رواه الإمام أحمد

Dari ‘Abdullāh bin ‘Umar, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kawinilah ibu-ibu yang banyak anak. Sesugguhnya pada hari kiamat nanti aku akan berbangga dengan kamu yang banyak itu.” (Diriwayatkan oleh Imām Aḥmad)

وَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: النِّكَاحُ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّي، فَتَزَوَّجُوْ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ. روه بن ماجه

Dari ‘Ā’isyah r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Nikah (kawin) itu adalah sunnahku, maka barang siapa tidak suka akan sunnahku ia bukan termasuk golonganku. Maka kawinlah. Sesungguhnya yang demikia itu hendak memperbanyak ummat pada hari kiamat nanti.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah)

وَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: إِنِّي لَاُكْرِهُ نَفْسِي عَلَى الْجِمَاعِ رَجَاءَ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنِّي نَسَمَةً تُسَبِّحُهُ وَ تَذْكُرُهُ

Dari ‘Umar r.a. ia berkata: “Sesungguhnya aku ini memaksa-maksa diriku untuk berjimak hanya karena mengharapkan Allah mengeluarkan dari aku ini keturunan yang suka bertasbih dan berdzikir kepada Allah.”

Dan dari ‘Umar lagi ia berkata:

أَكْثِرُوْا مِنَ العِيَالِ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ بِمَنْ تُرْزَقُوْنَ.

Perbanyaklah jumlah keluarga karena sesungguhnya kamu sekalian tidak tahu dari anak yang mana kalian mendapat rezeki.”

وَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنَّ العَبْدَ لَتُرْفَعُ لَهُ الدَّرَجَةُ فَيَقُوْلُ: أَيْ رَبِّي أَنَّي لِي هَذَا؟ فَيَقُوْلُ: بِإِسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ مِنْ بَعْدِكَ. رواه احمد و ابن ماجه و البيهقي

“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada seorang hamba yang ditinggikan derajatnya, lalu bertanya: Wahai Tuhanku, mengapa derajat ini diberikan kepadaku? Allah berfirman: Sebab permohonan ampun anakmu untukmu sesudah meninggalmu.” (Diriwayatkan oleh Aḥmad, Ibnu Mājah dan al-Baihaqi)

وَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ إِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْلَهُ. رواه البخاري و مسلم و أبو داود

Dari Ibnu ‘Umar r.a. ia berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: Apabila manusia itu telah meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: Sedekah jāriyah (terpakai terus menerus), ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhārī, Muslim dan Abū Dāwūd)

Anak Melindungi Ibu Bapaknya Dari Siksa Neraka

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ لِلنِّسَاءِ : مَامِنْكُنَّ امْرَأَةٌ يَمُوْتُ لَهَا ثَلَاثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ إِلَّا كَانُوْا لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ وَ إِثْنَانِ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : وَ إِثْنَانِ. رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Sa’īd al-Khudrī r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda kepada para ibu-ibu: “Tidaklah seorang Wanita dari kamu sekalian yang tiga anaknya meninggal dunia melainkan anak-anak itu menjadi tabir baginya dari api neraka.” Salah seorang Wanita itu bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua orang anak?” Beliau menjawab: “Meskipun dua anak.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhārī dan Muslim)

وَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ فَتَمَسَّهُ النَّارُ إِلَّا تَحِلِّةُ الْقَسَمِ. رواه البخاري و مسلم

Dari Abū Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w. bersabda: “Tidaklah seorang muslim yang tiga orang anaknya meninggal dunia dan belum sampai baligh, akan tersentuh api neraka kecuali hanya seperti melepaskan sumpah saja.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhārī dan Muslim)

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.