001-2 Tatacara Berbicara Dengan Orang Lain

Dari Buku:
Terjemah Jauhar-ul-Maknūn
(Ilmu Balaghah)
Oleh: Abdurrahman al-Ahdori

Alih Bahasa: Achmad Sunarto
Penerbit: MUTIARA ILMU – Surabaya

Rangkaian Pos: Keadaan Isnad Khabari
  1. 1.001-1 Bab I Keadaan Isnad Khabari
  2. 2.Anda Sedang Membaca: 001-2 Tatacara Berbicara Dengan Orang Lain
  3. 3.001-3 Tanda Taukid – Jauhar-ul maknun
  4. 4.001-4 Tentang Isnad Aqli – Jauhar-ul-Maknun
  5. 5.001-5 Majaz Aqli – Jauhar-ul-Maknun

PASAL 2

TATA-CARA BERBICARA DENGAN ORANG LAIN

 

فَيَنْبَغِي اقْتِصَارُ ذِي الْأَخَيَارِعَلَى الْمُفِيْدِ خَشْيَةَ الْإِكْثَارِ

Memperpanjang berita/kata yang tidak dibutuhka merupakan larangan menurut orang ahli balāghah.

Contoh berita yang singkat seperti (زَيْدٌ عَالِمٌ) yang diucapkan kepada khālī-dzihni (orang yang tahu hukum dan tidak ragu), tidak usah menggunakan perabot (alat) taukīd.

فَيُخْبِرُ الْخَالِيْ بِلَا تَوْكِيْدٍمَا لَمْ يَكُنْ فِي الْحُكْمِ ذَا تَرْدِيْدٍ
فَحَسَنٌ وَ مُنْكِرُ الْأَخَبَارِحَتْمٌ لَهُ بِحَسَبِ الْإِنْكَارِ

Artinya:

Maka bagi mutakallim khālī dzihni, memberi berita dengan tanpa taukīd. Selama menurut hukum tidak mempunyai ragu-ragu. Kalau mukhathab ragu, maka sebaiknya memakai taukīd,

Adapun bagi orang yang mengingkari berita, maka wajib memakai taukīd dengan memperhitungkan keingkarannya.

Contoh bagi mungkir: (إِنَّ زَيْدًا عَالِمٌ).

Contoh bagi yang amat mungkir: (إِنَّ زَيْدًا لَعَالِمٌ).

Selain dengan taukīd, dapat diperkuat dengan lām qasam, qasam dan lain sebagainya.

 

كَقَوْلِهِ إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُوْنَفَزَادَ بَعْدُ مَا اقْتَضَاهُ الْمُنْكِرُوْنَ

Artinya:

Seperti firman Allah s.w.t.: Sesungguhnya kami diutus kepada kamu sekalian. Maka mutakallim menambah alat taukīd sesudah memperhatikan kondisi mukhāthabnya yang diperlukan sesuai dengan keingkarannya.”

Contoh lain seperti perkataan utusan Nabi ‘Īsā a.s. yang pertama kali:  (إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُوْنَ), kemudian kedua kalinya: (رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ).

لِلَّفْظِ الْاِبْتِدَاءِ ثُمَّ الطَّلَبِثُمَّتَ الْإِنْكَارِ الثَّلَاثَةِ انْسُبِ

Artinya:

Menisbatkanlah kamu bagi ketiga macam itu dengan: kalām ibtida’ untuk yang pertama, lalu kalām thalabi untuk yang kedua, dan kalām ingkāri untuk yang ketiga.

Sistem pemberitaan tiga macam tersebut, itu sesuai dengan tuntutan zhāhir-nya (muqtadhā-zhāhir-nya).

وَ اسْتُحْسِنَ التَّأْكِيْدُ إِنْ لَوْحَتْ لَهُبِخَبَرٍ كَسَائِلٍ فِي الْمَنْزِلَةْ

Artinya:

Dan dianggap baik memakai taukīd, jika kamu mengisyaratkan akan taukīd itu kepada mukhāthab, sebab ada khabar yang pada derajatnya seperti orang bertanya.

Maksudnya: dianggap baik memakai alat taukīd dalam menyampaikan berita kepada khālī-dzihni. Bila ia memperlihatkan sikap bertanya atau tanda-tanda keraguan.

Contohnya seperti firman Allah s.w.t. kepada Nabi Nūḥ a.s.:

وَ لَا تُخَاطِبْنِيْ فِي الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا

Artinya:

Janganlah engkau berdoa kepada-Ku mengenai orang-orang zhalim itu.

Lalu Allah melanjutkan firman-Nya: (إِنَّهُمْ مُغْرَقُوْنَ)= “sesungguhnya mereka ditenggelamkan”. Dengan menggunakan taukīd (إِنَّ) dan jumlah ismiyyah.

 

وَ الْحَقُوْا أَمَارَةَ إِلْإِنْكَارِ بِهِكَعَكْسِهِ لِنُكْتَةٍ لَمْ تَشْتَبِهْ

Artinya:

Dan ulama menyamakan akan tanda-tanda ingkar kepada ingkar, demikian sebaliknya yaitu yang mungkir dianggap mengaku, sebab ada tandanya masing-masing.

Adapun contoh ada tanda ingkar padahal tidak, seperti kata sya‘ir:

جَاءَ شَقِيْقٌ عَارِضًا رُمْحَةًإِنَّ بَنِيَّ عَمِّكَ فِيْهِمْ رِمَاحٌ

Artinya:

Telah datang saudara kandung sambil melintangkan tombaknya, padahal dia tahu, sesungguhnya pada anak-anak pamanmu mempunyai tombak yang banyak.”

Sedangkan contoh yang mungkir dianggap mengaku, seperti kata orang: (الْإِسَلَامُ حَقٌّ), seharusnya memakai taukīd(إِنَّ الْإِسْلَامَ حَقٌّ) atau (إِنَّ الْإِسْلَامَ لَحَقٌّ).

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

2 Komentar

  1. ahmad fauzi berkata:

    Uztaz mohon bimbing ulun dalam belajar ilmu balagah

    1. Majlis Dzikir Hati Senang Administrator berkata:

      As-Salamu ‘alaikum, sobat Ahmad Fauzi, mohon maaf untuk Ilmu Balaghah saat ini kami juga sama belajar dari buku-buku yang ada karena saat ini belum ada guru khusus Ilmu Balaghah.

      In sya Allah kami akan terus memuat lebih banyak lagi kitab-kitab Ilmu Balaghah dengan tujuan supaya siapa saja yang ingin belajar atau butuh rujukan dapat mengaksesnya dengan mudah karena kami dapati banyak kitab yang sulit didapat karena faktor biaya atau karena memang bukunya yang sudah langka.

      Kami informasikan juga bahwa program situs ini sangat terbuka dan kami mengajak siapa saja yang ingin membantu program ini dalam bentuk apa saja, bagi yang memiliki buku bisa bantu dengan mengetiknya juga bisa discan dan mengirim filenya melalui email (hatisenangdotcom@gmail.com) atau boleh juga mengirim buku ke alamat yayasan kami di: https://goo.gl/maps/dP3dmT512Yp

      In sya Allah bermanfaat dan tercatat amal jariyah untuk kami semua. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *