Shalat : Postur Para Nabi – Tata Cara (2/3)

Syakh Ghulam Moinuddin

Judul Asli : The Book of Sufi Healing
Penerjemah : Arif Rakhmat
Penyunting : Ahmad Norma Permata
Penerbit : Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta

(lanjutan)

POSTUR 4

Sewaktu bangkit dari posisi ruku, bacalah Sami’a llahu li man hamidah. Rabbana wa lakal-hamd. Kemudian kembali ke posisi berdiri, tangan berada di samping.

Nama postur: Qauna

Durasi: 6 detik

Bacaan: Setelah 6 detik, bacalah Allahu akbar kemudian bergeraklah ke posisi berikutnya.

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Darah yang segar yang bergerak ke atas ke dalam tubuh pada postur sebelumnya kembali pada keadaannya semula, yang akan mengeluarkan toksin. Tubuh akan mengalami relaksasi dan melepaskan semua ketegangan.


POSTUR 5

Letakkan kedua tangan di atas lutut dan secara perlahan-lahan dan santai bergeraklah ke posisi berlutut. Kemudian sentuhkan kepala dan tangan pada permukaan lantai. Ketujuh bagian tubuh berikut harus menyentuh permukaan lantai: dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan jari-jari kaki. Posisi akhir dari postur ini digambarkan di bawah.

Nama postur: Sajdah (sujud)

Durasi: 12 detik

Bacaan: Subhana Rabbi al-A’la, Subhâna Rabbi al-A’la, Subhana Rabbi al-A’là.

(Mahasuci Tuhan, Yang Maha Tinggi)

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Lutut yang membentuk sudut yang tepat akan memungkinkan otot- otot lambung berkembang dan mencegah timbulnya kekenduran pada sekat rongga badan. Meningkatkan aliran darah ke dalam bagian tubuh sebelah atas, terutama kepala (termasuk mata, telinga dan hidung) dan paru-paru, memungkinkan toksin-toksin dagu dapat dibersihkan oleh darah. Mempertahankan posisi fetus yang tepat pada wa nita yang sedang hamil. Mengurangi tekanan darah yang tinggi. Meningkatkan elastisitas persendian. Menghilangkan egoisme dan kesombongan. Meningkatkan kesabaran dan keyakinan kepada Allah. Meningkatkan tahap perhentian spiritual dan menghasilkan energi psikis yang tinggi di seluruh tubuh. Postur penyerahan dan kemurahan hati yang tinggi ini merupakan esensi ibadah.


POSTUR 6

Bacalah: Allahu akbar, sewaktu bangkit dari Postur 5 dan lakukanlah postur duduk seperti yang digambarkan.

Nama postur: Qu’ûd

Durasi: 6 detik

Bacaan: Pada akhir enam detik bacalah Allahu akbar dan ulangi kegiatan pada Postur 5 dengan tepat.

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Bagi laki-laki, tumit kaki kanan mengerut dan berat kaki serta bagian tubuh berada pada tumit tersebut. Posisi ini membantu pengeluaran zat racun dari liver dan memacu gerak peristaltik pada usus besar. Bagi perempuan, pertahankan kedua kaki di bawah badannya, telapak kaki menghadap ke atas. Tubuh akan kembali mengalami relaksasi yang sama, dan postur ini membantu percernaan dengan menggerakkan isi perut ke arah bawah.


POSTUR 7

Ulangi gerakan Postur 5 dengan tepat.

Kemudian, bacalah: Allahu akbar, dan kembali duduk seperti pada Postur 6.

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Pengulangan posisi sujud (penyerahan diri yang dalam) selama beberapa detik akan membersihkan sistem respirasi, sistem sirkulasi dan sistem syaraf, yang memberikan pengalaman ketenangan tubuh dan kebahagiaan emosional. Akan terjadi oksigenasi di seluruh bagian tubuh. Menyeimbangkan sistem syaraf simpatik dan syaraf parasimpatik.

(bersambung)

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *