1-11 77 Cabang Iman (67-77) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

67. Memuliakan tetangga, dengan cara berperilaku baik, murah senyum, mengirimkan makanan, menahan diri dari membalas perilaku buruk tetangga. Jika tidak bisa melakukan hal tersebut, usahakan jangan sampai menyusahkan tetangga. Rasūlullāh s.a.w. juga bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ.Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, hendaknya dia menghormati tetangganya.” 68. Memuliakan tamu. Maksudnya berbuat baik kepada tamu berupa memberi suguhan, memperlihatkan raut…

1-11 77 Cabang Iman (51-66) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

51. Berlaku adil dalam menetapkan hukum. Allah s.w.t. berfirman: وَ مَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ. “Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim.” (QS. al-Mā’idah [5]: 45). Disebut sebagai orang-orang kafir (QS. al-Mā’idah [5]: 44) dan orang-orang yang fasik (QS. al-Mā’idah [5]: 47). Barang siapa yang tidak adil dalam menetapkan hukum, maka orang tersebut benar-benar akan mendapat…

1-11 77 Cabang Iman (36-50) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

36. Menyampaikan amanah kepada yang berhak. Allah s.w.t. berfirman: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا. “Sesungguhnya Allah menyuruh engkau menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. an-Nisā’ [4]: 58). Rasūlullāh s.a.w. bersabda: ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ أَوْ وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ فَلْيَتَزَوَّجْ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ حَيْثُ شَاءَ: رَجُلٌ اِئْتَمَنَ عَلَى أَمَانَةٍ فَأَدَّاهَا مَخَافَةَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ، وَ رَجُلٌ خَلَى عَنْ قَاتِلِهِ، وَ رَجُلٌ قَرَأَ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ: (قُلْ

1-11 77 Cabang Iman (21-35) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

21. Melaksanakan shalat lima waktu pada waktunya dengan memenuhi semua syarat dan rukunnya. Rasūlullāh s.a.w. bersabda: عَلَامَةُ الْإِيْمَانِ الصَّلَاةُ.Tanda dari keimanan adalah melakukan shalat lima waktu.” Salah satu sahabat pernah bertanya kepada Nabi s.a.w.: “Wahai Rasūlullāh, apa tanda-tanda orang mu’min dan orang munafik?” Rasūlullāh s.a.w. menjawab: “Orang mu’min selalu berpikir tentang shalat, puasa, dan ibadah, sedangkan orang munafik selalu berpikir tentang masalah makan dan minum seperti

1-11 77 Cabang Iman (16-20) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

16. Totalitas dalam beragama. Maksudnya seorang mu’min harus totalitas pada Islam, rela kehilangan nyawa dan harta daripada harus menanggalkan keimanan atau melakukan larangan agama. Seandainya seorang yang zalim berkata kepada seorang mu’min: “Jika engkau tidak mau meninggalkan agamamu, maka engkau akan ku binasakan” atau “engkau akan aku pecat dari jabatanmu”, seorang mu’min arus menolak, lebih baik kehilangan nyawa atau jabatan daripada menanggalkan keimanan. Begitu pula orang yang dipaksa untuk melakukan…

1-11 77 Cabang Iman (1-15) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

77 Cabang Iman. (441) Karena iman berarti tashdīq-ul-qalbi (membenarkan dengan hati) dan Idz‘ān (إِذْعَانٌ) (mengakui dan menerima syariat Islam), maka iman memiliki 77 cabang, maksudnya yang di-tashdīq ada 77 perkara. Iman itu seperti kayu yang memiliki 77 ranting, sebagaimana sabda Rasūlullāh s.a.w.: اَلْإِيْمَانُ بِضْعٌ وَ سَبْعُوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَ أَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَ الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيْمَانِ.Iman memiliki 77