Orang-orang Yang Berjabat Tangan Dengan Malaikat di Hari Kiamat – Membuka Rahasia Alam Malaikat

MEMBUKA RAHASIA ALAM MALAIKAT
 
Oleh: Ustadz: ‘Abd-ul-Ghafūr Ayskur
 
Penerbit: CV Bintang Pelajar.

Orang-orang Yang Berjabat Tangan Dengan Malaikat di Hari Kiamat

 

Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa ada tiga kelompok ummat manusia yang akan berjabatan tangan dengan malaikat. Mereka itu ialah: Para syuhadā’, orang-orang mu’min yang bertahajjud di bulan Ramadhān, dan mereka yang berpuasa di hari ‘Arafah.

Rasūlullāh s.a.w. pernah bersabda:

ثَلاَثُ نَفَرٍ تُصَافِحُهُمُ الْمَلاَئِكَةُ يَوْمَ يُخْرِجُوْنَ مِنْ قُبُوْرِهِمْ: الشُّهَدَاءُ وَ الْقَائِمُوْنَ شَهْرَ رَمَضَانَ وَ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْعَرَفَةَ.

Artinya:

Tiga kelompok akan berjabatan tangan dengan malaikat, sewaktu bangkit dari kuburnya. Mereka itu: Para syuhadā’, orang-orang mu’min yang bertahajjud di bulan Ramadhān dan mereka yang berpuasa di hari ‘Arafah.

 

Orang-orang Yang Berpuasa Akan Disambut Oleh Malaikat Ridhwān di Hari Kiamat.

 

Disebutkan, bahwa jika hari kiamat telah tiba, dan seluruh umat manusia di dalam kubur dibangkitkan dari kuburnya, maka Allah mewahyukan kepada malaikat Ridhwān sbb.:

إِنِّيْ قَدْ أَخْرَجْتُ الصَّائِمُوْنَ مِنْ قُبُوْرِهِمْ جَائِعِيْنَ عَطْشَى فَاسْتَقْبِلْهُمْ بِشَهَوَاتِهِمْ فِي الْجِنَانِ. فَيَصِيْحُ رِضْوَانُ: أَيُّهَا الْغِلْمَانِ يَا أَيُّهَا الْوِلْدَانُ الَّذِيْنَ لَمْ يَبْلُغُوْا الْحُلْمَ تَعَالَوْا. فَيَأْتُوْنَ بِطَبَاقٍ مِنْ نُوْرٍ وَ يَجْتَمِعُوْنَ عِنْدَ رِضْوَانَ أَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ التُّرَابِ وَ أَقْطَارِ الْأَمْطَارِ وَ كَوَاكِبَ السَّمَاءِ وَ الْأَشْجَارِ بِالْفَاكِهَةِ الْكَثِيْرَةِ وَ الْأَطْعِمَةِ النَّفِيْسَةِ وَ الْأَشْرِبَةِ اللَّذِيْذَةِ فَيَتَلَقَّوْنَهُمْ وَ يُظِّمُوْنَهُمْ وَ يُقَالَ لَهُمْ: كُلُوْا وَ اشْرَبُوْا هَنِيْئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ.

Artinya:

Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu yang berpuasa dalam keadaan lapar dan dahaga. Sambutlah mereka dengan segala keni‘matan dan kelezatan yang ada dalam surga.
Maka malaikat Ridwan memanggil para jejaka dan anak-anak yang bilangannya lebih banyak dari tetesan hujan, bintang-bintang di langit dan daun-daun pohon.
Lalu mereka berdatangan sambil membawa baki-baki yang terdiri dari cahaya yang bergemerlapan, berisikan buah-buahan, makanan yang bersih lagi banyak serta minuman-minuman yang lezat. Dihidangkan itu semua kepada mereka dengan penuh penghormatan, dan dengan ucapan: Makan dan minumlah dengan selezat-lezatnya, sebagai balasan bagi apa yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lewat/lalu.

 

Orang-orang Yang Berpuasa Akan Disambut Oleh Malaikat di Dekat Pagar Surga

 

Diriwayatkan, bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يَجِئُ قَوْمٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ كأَجْنِحَةِ الطَّيْرِ فَيَطِيْرُوْنَ بِهَا عَلَى حِيْطَانِ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ لَهُمْ خَادِمُ الْجَنَّةِ مَنْ أَنْتُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَحْنُ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ. فَيَقُوْلُ: هَلْ رَأَيْتُمُ الْحِسَابَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لَا ثُمَّ يَقُوْلُ ثَانِيًا هَلْ رَأَيْتُمُ الصِّرَاطَ؟ فَيَقُوْلُوْن: لَا ثُمَّ يَقُوْلُ: بِمَ وَجَدْتُمْ هذِهِ الدَّرَجَاتِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: عَبَدْنَا اللهَ تَعَالَى سِرًّا فِيْ دَارِ الدُّنْيَا وَ أَدْخَلْنَا الْجَنَّةَ سِرًّا فِي الْآخِرَةِ.

Artinya:

Jika hari kiamat telah tiba, akan ada sekelompok manusia yang bersayap, bagaikan sayap-sayap burung. Mereka terbang dan terhinggap di pagar-pagar surga.
Lalu malaikat juru kunci surga bertanya: Siapakah anda semua ini?
Mereka menjawab: Kami adalah ummat Muḥammad s.a.w.
Malaikat juru kunci surga bertanya: Sudahkah kalian mengalami hisab?
Mereka menjawab: Tidak.
Malaikat juru kunci surga bertanya lagi: Sudahkan kalian melihat shirāth?
Mereka menjawab: Tidak.
Malaikat juru kunci surga bertanya lagi: Dengan apa kalian memperoleh derajat semacam ini?
Mereka menjawab: Kami beribadah kepada Allah dengan cara yang rahasia/diam-diam. Dan kami dimasukkan surga dengan rahasia pula. (dari buku: Zubdat-ul-Wā‘izhīn).

 

Malaikat Beristighfār Bagi Ummat Muḥammad di Bulan Ramadhān

 

Diriwayatkan bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda:

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ خَمْسَةَ أَشْيَاءَ لَمْ تُعْطَ لأَحَدٍ قَبْلَهُمْ، الأَوَّلُ: إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ وَ مَنْ نَظَرَ إِلَيْهِ بِالرَّحْمَةِ لاَ يُعَذِّبُهُ بَعْدَهُ أَبْدًا، وَ الثَّانِيْ يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى الْمَلاَئِكَةَ بِالاِسْتِغْفَارِ لَهُمْ، وَ الثَّالِثُ أَنَّ رَائِحَةَ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، وَ الرَّابِعُ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى لِلْجَنَّةِ اتَّخِذِيْ زِيْنَتَكِ وَ يَقُوْلُ طُوْبَى لِعِبَادِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ هُمْ أَوْلِيَائِيْ، وَ الْخَامِسُ يَغْفِرُ اللهُ تَعَالَى لَهُمْ جَمِيْعًا.

Artinya:

Umatku telah dikaruniai lima perkara, yang tidak (belum) pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya:
Pertama: Jika datang malam pertama dari bulan Ramadhān, Allah memandang mereka dengan penuh raḥmah (Kasih). Dan siapa yang dipandang dengan penuh raḥmah (Kasih) tentu tidak disiksa.
Kedua: Allah menugaskan malaikat beristighfār bagi ummatku.
Ketiga: Bau mulut orang yang berpuasa, lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi.
Keempat: Allah berfirman kepada surga: Hiasilah dirimu! Lalu berfirman: Sungguh beruntung hamba-Ku yang beriman, mereka adalah kekasih-Ku.
Kelima: Allah mengampuni mereka semua.

Diriwayatkan pula, bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menciptakan malaikat yang berwajah empat. Jarak wajah yang satu dengan lainnya, sejauh perjalanan seribu tahun.
Wajah yang satu bersujud hingga hari kiamat dan berdoa dalam sujudnya: Alangkah agungnya kecantikan-Mu. Dan dengan wajah yang kedua ia memandang ke neraka sambil berkata: Celakalah bagi siapa yang memasukinya. Dan dengan wajah yang ketiga ia memandang ke surga dan berkata: Sungguh beruntung bagi siapa yang memasukinya. Dan dengan wajah yang keempat ia memandang ‘Arasy Tuhan sambil berdoa: Ya Tuhanku, kasihanilah dan jangan Tuhan siksa mereka yang berpuasa Ramadhān dari ummat Nabi Muḥammad s.a.w.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.