Nash Anjuran dan Keutamaan Shalawat Nabi s.a.w. – 40 Keajaiban Shalawat (41-50/80)

Cover Buku 40 Keajaiban Shalawat - Pustaka Imam Bonjol

40 Keajaiban Shalawat
Judul Asli: Kitāb-ul-Arba‘īnīn fish-Shalāti was-Salāmi ‘alā Sayyid-its-Tsaqalain
Kunci Rahasia Faedah & Keutamaan Shalawat Nabi s.a.w.

Oleh: Abū Muḥammad ‘Abd-ul-Ḥaqq al-Hāsyimī
 
Penerjemah: Ustadz Zainal ‘Abidin
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

Rangkaian Pos: Nash Anjuran dan Keutamaan Shalawat Nabi s.a.w. - 40 Keajaiban Shalawat

Anjuran & Keutamaan Ke-41

Dari Aus bin Aus r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَ فِيْهِ قُبِضَ، وَ فِيْهِ الْنَّفْخَةُ وَ فِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ قَالَوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ صَلَاتُنَا وَ قَدْ أَرِمْتَ – يَعْنِيْ قَدْ بَلِيْتَ؟ -فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ.

Sesungguhnya hari-hari kalian yang paling utama adalah Hari Jum‘at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dicabut nyawanya, pada hari itu sangkakala ditiup, dan pada hari itu semua makhluk pingsan, maka perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian disuguhkan kepadaku.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disuguhkan kepadamu sementara engkau sudah menjadi tulang-belulang?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla mengharamkan kepada bumi memakan jasad para nabi.”

Dikeluarkan oleh Aḥmad, al-Ḥākim, an-Nasā’ī, Ibnu Ḥibbān, ath-Thabrānī, dan Ibnu Khuzaimah.

Anjuran & Keutamaan Ke-42

Dari Abū Umāmah r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

أَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْ كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِيْ تُعْرَضُ عَلَيَّ فِيْ كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً، كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّيْ مَنْزِلَةً.

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada Hari Jum‘at, karena sesungguhnya shalawat umatku disuguhkan kepadaku pada setiap Hari Jum‘at. Siapa yang paling banyak membaca shalawat kepadaku, maka dia adalah orang yang paling dekat posisinya denganku.”

Dikeluarkan oleh al-Baihaqī, no. 5791.

Anjuran & Keutamaan Ke-43

Dari Ḥusain bin ‘Alī r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

صَلُّوْا فِيْ بَيُوْتِكُمْ وَ لَا تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا وَ لَا تَتَّخِذُوْا بَيْتِيْ عِيْدًا، وَ صَلُّوْا عَلَيَّ وَ سَلِّمُوْا، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ وَ سَلَامَكَمْ تَبْلُغُنِيْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ.

Shalatlah kalian (shalat-shalat sunnah) di rumah kalian dan janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan. Dan janganlah kalian menjadikan rumahku tempat perayaan. Bershalawatlah kalian atasku dan ucapakanlah salam atasku, karena shalawat dan salam kalian akan sampai kepadaku di mana saja kalian berada.”

Dikeluarkan Abū Ya‘lā dan ath-Thabrānī.

Anjuran & Keutamaan Ke-44

Dari Abud-Dardā’ r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

أَكْثِرُوْا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ مَشْهُوْدٌ تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ، وِ إِنَّ أَحَدًا لَنْ يُصَلِّيَ عَلَيَّ إِلَّا عُرِضَتْ عَلَيَّ صَلَاتُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا، قَالَ: قُلْتُ: وَ بَعْدَ الْمَوْتِ؟ قَالَ: وَ بَعْدَ الْمَوْتِ، إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ. فَنَبِيُّ اللهِ حَيٌّ يُرْزَقُ.

Perbanyaklah kalian bershalawat kepadaku pada Hari Jum‘at, karena Jum‘at adalah hari yang disaksikan oleh para malaikat. Tidaklah ada seseorang yang membaca shalawat kepadaku, melainkan shalawatnya akan disuguhkan kepadaku, hingga selesai darinya.” Aku bertanya: “Hingga setelah mati?” Beliau bersabda: “Hingga setelah mati, sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para nabi. Para Nabiyullāh hidup dan terus mendapatkan rezeki.”

Dikeluarkan oleh Ibnu Mājah dan ath-Thabrānī.

Anjuran & Keutamaan Ke-45

Dari Ibnu Mas‘ūd r.a., dia berkata: “Wahai Zaid bin Wahb, janganlah engkau tinggalkan bershalawat kepada Nabi s.a.w. pada Hari Jum‘at, sebanyak seribu kali:

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ.

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muḥammad, seorang Nabi yang ummi.”

Dikeluarkan oleh ath-Thabrānī.

Anjuran & Keutamaan Ke-46

Dari Ḥusain bin ‘Alī r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَخَطِئَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ، خَطِئَ مِنَ الْجَنَّةِ.

Barang siapa yang namaku disebut di sisinya, namun dia terlewat bershalawat kepadaku, maka dia terlewat masuk surga.”

Dikeluarkan oleh ath-Thabrānī, Ibnu Abī ‘Āshim, dan al-Qādhī. (151).

Anjuran & Keutamaan Ke-47

Dari al-Barrā’ r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَ مُحِيَ عَنْهُ بِهَا عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَ رُفِعَ بِهَا عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَ كُنَّ لَهُ عِدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ.

Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka akan ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus darinya sepuluh keburukan, dan diangkat untuknya sepuluh derajat, serta shalawat itu senilai memerdekakan sepuluh budak.”

Dikeluarkan oleh Ibnu Abī ‘Āshim.

Anjuran & Keutamaan Ke-48

Dari Jābir r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ ثُمَّ تَفَرَّقُوْا عَنْ غَيْرِ ذِكْرِ اللهِ وَصَلَاةٍ عَلَى النَّبِيِّ (ص)، إِلَّا قَامُوْا عَنْ أَنْتَنِ جِيْفةٍ.

Tidaklah sekelompok orang berkumpul kemudian berpisah tanpa berdzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi s.a.w., melainkan mereka bangkit dari seonggok bangkai yang sangat busuk.”

Dikeluarkan an-Nasā’ī dalam al-Kubrā.

Anjuran & Keutamaan Ke-49

Dari Jābir r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w.bersabda:

اِجْعَلُوْنِيْ فِيْ وَسَطِ الدُّعَاءِ وَ فِيْ أَوَّلِهِ وَ فِيْ آخِرِهِ.

Jadikanlah aku pada tengah-tengah doa, pada awalnya, dan pada akhirnya.”

Dikeluarkan oleh ath-Thabrānī, ‘Abd bin Ḥumaid, adh-Dhiyā’, al-Bazzār, ‘Abd-ur-Razzāq dan al-Baihaqī dalam Kitāb-usy-Syu‘ab.

Anjuran & Keutamaan Ke-50

Dari Abū Rāfi‘ r.a., dia berkata: (Rasūlullāh s.a.w.bersabda: )

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِيْ وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ.

Jika telinga salah seorang dari kalian berdengung, maka sebutlah aku dan bershalawatlah kepadaku.”

Dikeluarkan oleh ath-Thabrānī dan yang lainnya dengan sanad dha‘īf. (162).

Catatan:

  1. 15). Dikeluarkan oleh ath-Thabrānī dalam al-Kabīr, 3/2887.
  2. 16). Ath-Thabrānī juga meriwayatkan di dalam al-Mu‘jam-ush-Shaghīr, 2/120, al-Ausath, no. 445, dan al-Haitsamī di dalam Majma‘-uz-Zawā’id berkata: “Diriwayatkan oleh ath-Thabrānī dalam tiga Mu‘jam-nya dan al-Bazzār dan sanad ath-Thabrānī ḥasan. Ibnu Sunnī, no. 165 dan al-‘Uqailī meriwayatkan dalam adh-Dhu‘afā, no. 360. Namun Ḥamdī ‘Abd-ul-Majīd, pen-taḥqīq al-Mu‘jam-ul-Kabīr menyangkal peng-ḥasan-an al-Haitsamī, karena dalam sanad terdapat Ḥibbān bin ‘Alī dan Muḥammad bin ‘Ubaidillāh bin Abū Rāfi‘.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *