Malaikat Munkar & Nakir – Membuka Rahasia Alam Malaikat

MEMBUKA RAHASIA ALAM MALAIKAT
 
Oleh: Ustadz: ‘Abd-ul-Ghafūr Ayskur
 
Penerbit: CV Bintang Pelajar.

Malaikat Munkar dan Nakir

 

Malaikat Munkar dan Nakir adalah termasuk dua di antara sepuluh malaikat yang wajib diketahui dan diimankan.

Kedua malaikat itu bertugas mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para mayit yang baru saja dikubur.

Sifat-sifat Mereka

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, tatkala mayit diletakkan dalam kubur, maka datanglah dua malaikat yang hitam-hitam, kedua matanya melorok/pandangannya menakutkan. Suaranya seperti guntur yang menyambar. Kedua taring-taringnya bisa menggali bumi. Lalu keduanya datang kepada mayat sekitar kepalanya…… sampai akhir hadits.

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan pula: Mata keduanya seperti belangga-belangga tembaga, dan taring keduanya seperti tanduk-tanduk sapi. Sedang suaranya seperti halilintar.

Keampuhan Gada (a club, mace) Mereka

Diriwayatkan, bahwa keduanya (Munkar-Nakir) bisa menggali dan menginjak keduanya pada rambutnya, keduanya membawa sebuah tongkat besi (gada besi), yang sekiranya berkumpul orang haji yang berada di Mina untuk mengangkatnya, niscaya mereka tak kuasa mengangkatnya.

Di hadits yang lain juga disebutkan:

…. لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا….

Artinya:

Jika gunung-gunung itu dipukul dengan gada itu, niscaya hancur menjadi tanah.

Pertanyaan Kubur

Di antara hadits yang menyebutkan adanya pertanyaan kubur ialah sbb.: Dan sesungguhnya mayat itu akan bisa mendengarkan suara sandal/alas kaki orang yang berta‘ziyah, ketika mereka kembali dari menghadiri pemakaman. Lalu ia ditanya oleh malaikat:

مَنْ رَبُّكَ؟ وَ مَا دِيْنُكَ؟ وَ مَنْ نَبِيُّكَ؟.

Artinya:

Siapa Tuhan engkau? Apa agama engkau? dan siapa Nabi engkau?

Maka jika mayit itu termasuk orang Islām akan menjawab:

رَبِّيَ اللهُ، وَ دِيْنِي الْإِسْلَامُ وَ نَبِيِّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ.

Artinya:

Tuhanku Allah, agamaku Islām, dan Nabiku Nabi Muḥammad s.a.w.

Nabi s.a.w. menyambung: Lalu Munkar dan Nakir menghardik orang mu’min itu dengan hardikan yang keras. Dan itulah penghabisan fitnah yang didatangkan kepada mayit.

Malaikat yang Mendatangi Mayit Sebelum Munkar Nakir Datang

Sebelum malaikat Munkar dan Nakir datang ke dalam kubur orang yang baru meninggal, terlebih dahulu mayit itu didatangi oleh malaikat bernama “Rumman” wajahnya bercahaya bagaikan matahari. Lalu ia duduk dan berkata kepada mayit: Tulislah semua yang pernah engkau lakukan baik yang berupa kebajikan, mau pun yang berupa kejahatan.

Lalu si mayit berkata: Dengan apa aku menulis, mana qalamku, dawat/tintaku dan tempat tintaku? Maka malaikat itu berkata: Hendaknya engkau jadikan air-liur engkau sebagai tinta, sedangkan jari engkau sebagai qalam.

Lalu mayit itu berkata: Apa yang akan kutulis, sedang aku tidak punya buku. Lalu Nabi s.a.w. meneruskan sabdanya: Lalu malaikat itu memotong sebagian dari kafan mayit kemudian memberikannya kepada si mayit. Berkata si Malaikat itu: Inilah buku engkau maka sekarang tulislah! Kemudian si mayit menulis segala perbuatannya yang berbentuk kebaikan, dengan lancar dan senang hati. Namun ketika sampai pada penulisan tentang perbuatannya yang jelek-jelek ia merasa enggan dan malu, serta berhenti menulisnya.

Maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: Hai orang yang bersalah, mengapa engkau tidak malu kepada Tuhan yang menciptakan kamu waktu engkau mengerjakannya di dunia? Pada hal hari ini engkau malu kepadaku? Lalu si malaikat itu mengambil gada dan dipukulkan pada si mayit.

Maka si mayit itu berkata: Bebaskan aku, sehingga aku menulisnya. Lalu si mayit menulis segala perbuatannya yang jelek seluruhnya. Kemudian si mayit diperintahkan lagi menggulung, dan menstempel. Setelah digulung si mayit berkata: Dengan apa aku mengecapnya, pada hal padaku tidak ada stempel? Maka si malaikat itu berkata: Stempellah dengan kuku engkau. dan sesudah selesai, lalu dikalungkannya semua catatan itu pada si mayit, sampai hari kiamat. Sesudah itu masuklah malaikat Munkar dan Nakir ke dalam kubur si mayit itu.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.