20 Tua Bangka Yang “Dicuekin” Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual

40 HADITS SHAHIH
Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
Oleh: Bintus Sami‘ ar-Rakily

Tim Penyusun:
Ust. Imam Ghozali, Ustzh. Khoiro Ummatin,
Ust. M. Faishol, Ustzh. Khotimatul Husna,
Ust. Ahmad Shidqi, Ust. Didik L. Hariri,
Ust. Irfan Afandi, Ust. Ahmad Lutfi,
Ust. Syarwani, Ust. Alaik S., Ust. Bintus Sami‘,
Ust. Ahmad Shams Madyan, Lc.
Ust. Syaikhul Hadi, Ust. Ainurrahim.

Penerbit: Pustaka Pesantren

Rangkaian Pos: Bagian 3 - Penyaluran Hasrat Seksual yang Terlarang
  1. 1.17 Orang yang Zina Berarti Tidak Beriman – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  2. 2.18 Berzina Memancing Murka Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  3. 3.19 Menzinai Tetangga Adalah Sebesar-besar Dosa – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  4. 4.Anda Sedang Membaca: 20 Tua Bangka Yang “Dicuekin” Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  5. 5.21 Berpikir Seribu Kali Sebelum Berzina – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  6. 6.22 Kecaman terhadap Perilaku Homoseks – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  7. 7.23 Lesbian dan Homo – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  8. 8.24 Ada yang Lebih Dahsyat daripada Syahwat – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  9. 9.25-26 Pahala Besar Bagi yang Dapat Menjaga Kemaluan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual

Tua Bangka yang “Dicuekin” Tuhan

Hadits ke-20

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ (ص) ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُم اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ (رواه مسلم)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tiga orang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak pula dibersihkan dosa-dosanya (Abu Mu’āwiyah meriwayatkan: Tidak juga Allah memandang mereka). Sebaliknya, mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih. Mereka adalah: Tua Bangka yang berzina, penguasa yang suka menipu, dan seorang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)

Keterangan:

Kata “syaikh” (penulis menerjemahkannya dengan: tua bangka) dalam bahasa Arab menunjuk pada seseorang yang berusia di atas 40 tahun. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa seorang syaikh adalah mereka yang berumur lebih dari 50 tahun.

Di luar perbedaan pendapat ini, seorang yang sudah tua, seharusnya mulai sadar dan melakukan pertobatan. Di sisi lain, ia juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan baik kepada mereka yang lebih muda. Jika yang terjadi malah sebaliknya, atau bahkan ia melakukan perzinaan, maka sungguh layak kalau Allah akan ‘mencuekinya’ di akhirat kelak. Allah tidak akan memandangnya, tidak menyapanya, dan enggan mengampuni dosanya. Sebaliknya, Allah akan melemparkannya ke dalam api yang menyala-nyala.

Mengapa demikian besar ancaman terhadap seorang syaikh (kakek) yang berzina? Jika kita renungkan, seorang kakek sebenarnya sudah mulai melorot fungsi-fungsi tubunya, termasuk organ-organ seksualnya. Namun, merosotnya kemampuan seks ini tidak berarti menyurutkan nafsu seks. Seorang yang sejak muda terbiasa melampiaskan seks pada jalan yang tidak benar, termasuk berzina, tidak akan mudah melepaskan diri dari gelora nafsu ini. Oleh karena itu, seorang kakek yang pezina dapat dipastikan adalah orang-orang yang pada masa mudanya dipenuhi dengan mengumbar nafsu syahwat. Sebab, suatu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang hampir dapat dipastikan menjadi suatu kebiasaan. Dan sebuah kebiasaan, lambat laun akan menjadi tabiat yang akan terbawa hingga akhir hayat. Dari sini, semakin layak jika Allah bersikap cuek kepadanya di hari kiamat kelak.

Oleh karena itu, patut kita renungkan bersama ketika di koran dan media kerap dimuat berita tentang kakek-kakek yang melakukan perzinaan, entah perzinaan suka-sama-suka, perzinaan dengan pemaksaan (pemerkosaan), maupun ‘sekadar’ pelecehan seksual. Fenomena ini seharusnya menjadi keprihatinan mendalam kaum muslim. Sebab, keberadaan kakek yang berzina tidak lain menunjukkan pucuk gunung es dari suatu perzinaan yang sudah “memasyarakat”. Jika ada satu kakek yang berzina, maka hal itu adalah sebuah isyarat bahwa pemuda yang telah terjerumus zina jumlahnya lebih banyak lagi, mungkin puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan. Oleh karena itu, marilah kita memperbaiki diri, mulai dari diri kita, lalu berlanjut kepada orang-orang di sekitar kita.

Wallahu a’lam.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *