18 Berzina Memancing Murka Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual

40 HADITS SHAHIH
Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
Oleh: Bintus Sami‘ ar-Rakily

Tim Penyusun:
Ust. Imam Ghozali, Ustzh. Khoiro Ummatin,
Ust. M. Faishol, Ustzh. Khotimatul Husna,
Ust. Ahmad Shidqi, Ust. Didik L. Hariri,
Ust. Irfan Afandi, Ust. Ahmad Lutfi,
Ust. Syarwani, Ust. Alaik S., Ust. Bintus Sami‘,
Ust. Ahmad Shams Madyan, Lc.
Ust. Syaikhul Hadi, Ust. Ainurrahim.

Penerbit: Pustaka Pesantren

Rangkaian Pos: Bagian 3 - Penyaluran Hasrat Seksual yang Terlarang
  1. 1.17 Orang yang Zina Berarti Tidak Beriman – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  2. 2.Anda Sedang Membaca: 18 Berzina Memancing Murka Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  3. 3.19 Menzinai Tetangga Adalah Sebesar-besar Dosa – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  4. 4.20 Tua Bangka Yang “Dicuekin” Tuhan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  5. 5.21 Berpikir Seribu Kali Sebelum Berzina – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  6. 6.22 Kecaman terhadap Perilaku Homoseks – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  7. 7.23 Lesbian dan Homo – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  8. 8.24 Ada yang Lebih Dahsyat daripada Syahwat – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual
  9. 9.25-26 Pahala Besar Bagi yang Dapat Menjaga Kemaluan – Teladan Nabi Menyalurkan Hasrat Seksual

Berzina Memancing Murka Tuhan

Hadits ke-18

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ (ص) قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ مَا أَحَدٌ أَغْيَرَ مِن اللهِ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ أَو أَمَتَهُ تَزْنِي (رواه البخاري)

Diriwayatkan dari ‘Ā’isyah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Wahai umat Muhammad! Tidak ada yang lebih cemburu dibandingkan Allah ketika melihat seorang hamba-Nya berzina.” (HR. al-Bukhari)

Keterangan:

Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang, sangat mencintai hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, Dia tidak ingin hamba-Nya tercebut dalam perbuatan-perbuatan yang merusak dan berekses negative, semakin jelek suatu perbuatan, Allah semakin tidak mengehendaki hamba-Nya terjerumus ke dalamnya.

Dalam hal ini, zina adalah salah satu perbuatan yang memiliki akibat yang cukup besar. Perbuatan zina dapat memicu permusuhan dan dendam yang berlarut-larut, khususnya dari pihak-pihak yang merasa tercoreng harga diri dan nama baiknya. Perbuatan ini dapat pula membuat seseorang berani memutus tali silaturrahmi, menelantarkan istri dan anak-anak, berani menentang orang tua, melakukan tipu daya dan kebohongan public, bahkan memicu melakukan perbunuhan, baik pembunuhan terhadap orang lain maupun terhadap bayi yang dikandung dari perbuatan zina. Sebab, secara naluriah seorang yang berzina tidak ingin perbuatannya tercium oleh khalayak ramai.

Di sisi lain, secara tidak langsung, perbuatan zina juga merupakan kejahatan kepada anak. Anak hasil zina biasanya akan dilecehkan dalam masyarakat, kurang kasih saying dari orang tuanya, dan lebih buruk lagi; tidak diakui sebagai anak sehingga si anak merasa terhina, tertekan, dan menderita selama hidupnya. Kejahatan manakah yang lebih kejam daripada menyiksa seorang individu tak berdosa sepanjang usianya?

Alhasil, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa zina akan memicu kemaksiatan-kemaksiatan lain, baik yang kecil maupun yang besar. Ya, perbuatan ini dikelilingi oleh beragam maksiat, sebelum dan sesudahnya.

Maka benarlah sabda Rasulullah bahwa zina adalah suatu maksiat yang benar-benar membuat Allah cemburu. Jika seorang suami atau istri terhinggapi rasa cemburu, kemarahannya tentu akan meledak dengan hebatnya. Piring dibanting. Gelas pecah membentur dinding. Perabot dapur, semuanya melayang-layang di udara karena rasa cemburu yang membakar dada. Demikian jika manusia terasa cemburu. Bayangkanlah bagaimana jika Allah yang cemburu: benda apakah yang akan melayang-layang di udara? Tentu bukan piring atau gelas! Sebaliknya, yang melayang-layang di udara itu adalah apa yang terdapat dalam sabda Rasulullah:

Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka sudah halal bagi Allah untuk menurunkan siksa-Nya terhadap para penghuninya.” (HR. ath-Thabrani dan al-Hakim)

Semoga kita semua, desa kita, dan negeri kita yang tercinta, dapat terlepas dari fitnah ‘tersebarnya perzinaan’ sehingga terhindar dari murka Tuhan.

Wallahu a’lam.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *