020 Hindari Kezaliman – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

40 HADITS SHAHIH
Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Oleh: Alaik S.

Tim Penyusun:
Ust. Imam Ghozali, Ustzh. Khoiro Ummatin,
Ust. M. Faishol, Ustzh. Khotimatul Husna,
Ust. Ahmad Shidqi, Ust. Didik L. Hariri,
Ust. Irfan Afandi, Ust. Ahmad Lutfi,
Ust. Syarwani, Ust. Alaik S., Ust. Bintus Sami‘,
Ust. Ahmad Shams Madyan, Lc.
Ust. Syaikhul Hadi, Ust. Ainurrahim.

Penerbit: Pustaka Pesantren

Hadits ke-20

Hindari Kezaliman

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ (ص) قَالَ: اِتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يًوْمَ الْقِيَامَةِ وَ اتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوْا دِمَاءَهُمْ وَ اسْتَحَلُّوْا مَحَارَمَهُمْ.

Artinya:

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah, Rasulullah bersabda: “Hindarilah kezaliman karena ia kegelapan di Hari Kiamat. Jauhilah kekikiran karena dia telah mencelakakan banyak orang sebelum kalian dan membuat mereka menumpahkan darah dan menerjang keharaman.” (H.R. Muslim)

 

Keterangan:

Menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya itu namanya zalim. Perilaku zalim akan mendatangkan kehancuran. Sejumlah contoh ada di depan kita, misalnya, hancurnya perekonomian Indonesia tidak lepas dari perilaku zalim para pejabat negara (korupsi).

Selain itu, hidup kikir, kata Rasulullah, juga harus dihindari semua orang karena hanya akan mendatangkan kemudharatan di tengah kehidupan kita. Oleh karena itu, sejak dini anak-anak kita harus dilatih untuk tidak berperilaku zalim dan tidak memiliki sifat kikir, dimulai dari persoalan-persoalan kecil, seperti di mana harus meletakkan buku sekolah. Lebih dari itu, anak perlu juga dilatih bersyukur terhadap apa yang diberikan orang tua kepadanya. Langkah sederhana ini adalah pintu utama untuk menghindarkan buah hati kita dari perbuatan zalim dan dijauhkan dari sifat kikir.

Sanggahan (Disclaimer): Artikel ini telah kami muat dengan izin dari penerbit. Terima kasih.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *