Hati Senang

006 Mewarisi Harta Non Muslim – Cara Bergaul Rasul dengan Non-Muslim

40 HADITS SHAHIH
Cara Bergaul Rasul dengan Non-Muslim

Oleh: Alaik S.


Tim Penyusun:
Ust. Imam Ghozali, Ustzh. Khoiro Ummatin,
Ust. M. Faishol, Ustzh. Khotimatul Husna,
Ust. Ahmad Shidqi, Ust. Didik L. Hariri,
Ust. Irfan Afandi, Ust. Ahmad Lutfi,
Ust. Syarwani, Ust. Alaik S., Ust. Bintus Sami‘,
Ust. Ahmad Shams Madyan, Lc.
Ust. Syaikhul Hadi, Ust. Ainurrahim.

Penerbit: Pustaka Pesantren

Waktu baca : ≈ 1 menit

Hadits ke-6

Mewarisi Harta Non Muslim

 

عَنْ مُعَاذٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ (ص) يَقُوْلُ: الإِسْلاَمُ يَزِيْدُ وَ لاَ يَنْقُصُ فَوَرَّثَ الْمُسْلِمَ.

Artinya:

Dari Mu‘adz yang berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam itu bertambah namun tak berkurang, sehingga seorang muslim berhak mendapatkan warisan.” (H.R. Abu Dawud).

 

Keterangan:

Dalam relasi waris mewaris, Islam memiliki aturan tersendiri, termasuk dalam kaitannya dengan non muslim. Dalam hadits di atas diatur secara tegas bahwa seorang muslim berhak mendapatkan bagian waris dari orang non muslim yang meninggal, baik itu sebagai anak ataupun saudara. Akan tetapi kalau yang wafat adalah muslim, maka ahli waris yang non muslim tidak berhak memperoleh jatah harta waris.

Bagikan ('Amal Jāriyah):

Tinggalkan Pesan

avatar
Lewat ke baris perkakas