Bab VII – Terjemah Maulid Barzanji

مَوْلِدُ الْبَرْزَنْجِيِّ
Terjemah Maulid al-Barzanji
Sebuah untaian mutiara yang mengenalkan kita lebih dekat kepada Baginda Nabi Muḥammad s.a.w.

Penerjemah: Abu Ahmad Najieh
Diterbitkan oleh: MUTIARA ILMU

Rangkaian Pos: Terjemah Maulid al-Barzanji | Abu Ahmad Najieh

BAB VII

 

عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاة ٍوَ تَسْلِيْمٍ

اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Artinya:

Semoga Allah mengharumkan dan mewangikan kuburnya (Nabi) yang mulia, dengan keharuman wangi-wangian salawat dan salam sejahtera.

Ya Allah, berilah salawat dan salam serta berkah atas Nabi s.a.w.

 

وَ أَرْضَعَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أُمُّهُ أَيَّامًا ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ ثُوَيْبَةُ الْأَسْلَمِيَّةُ

Artinya:

  1. Beliau disusui oleh ibunya dalam waktu beberapa hari, lalu beliau disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyyah.

الَّتِيْ أَعْتَقَهَا أَبُوْ لَهَبٍ حِيْنَ وَافَتْهُ عِنْدَ مِيْلَادِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ بِبُشْرَاهُ

Artinya:

  1. Wanita yang dimerdekakan Abū Lahab, ketika dia didatangi Tsuwaibah dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran beliau s.a.w.

فَأَرْضَعَتْهُ مَعَ ابْنِهَا مَسْرُوْحٍ وَ أَبِيْ سَلَمَةَ وَ هِيَ بِهِ حَفِيَّةٌ

Artinya:

  1. Beliau disusui oleh Tsuwaibah yang bersamaan dengan menyusui anaknya sendiri yang bernama Masrūḥ dan Abū Salamah.

وَ أَرْضَعَتْ قَبْلَهُ حَمْزَةَ الَّذِيْ حُمِدَ فِيْ نُصْرَةِ الدِّيْنِ سُرَاهُ

Artinya:

  1. Sedangkan sebelumnya, dia itu pernah menyusui Ḥamzah yang menjadi pembela agama Allah.

وَ كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَبْعَثُ إِلَيْهَا مِنَ الْمَدِيْنَةِ بِصِلَةٍ وَ كِسْوَةٍ هِيَ بِهَا حَرِيَّةٌ

Artinya:

  1. Dan beliau ketika di Madīnah selalu mengirimkan barang hadiah dan barang pakaian kepada Tsuwaibah, ia bergembira sekali menerimanya.

إِلَى أَنْ أَوْرَدَ هَيْكَلَهَا رَائِدُ الْمَنُوْنِ الضَّرِيْحِ وَ وَارَاهُ

Artinya:

  1. Nabi selalu mengirim hadiah kepadanya hingga akhir hidupnya.

قِيْلَ عَلَى دِيْنِ قَوْمِهَا الْفِئَةِ الْجَاهِلِيَّةِ

Artinya:

  1. Menurut sebagian keterangan, ada yang mengatakan bahwa Tsuwaibah meninggal dunia masih tetap menganut agama secara Jahiliyyah.

وَ قِيْلَ أَسْلَمَتْ أَثْبَتَ الْخِلَافِ ابْنُ مَنْدَةْ وَ حَكَاهُ

Artinya:

  1. Dan menurut keterangan yang lain, bahwa ia (Tsuwaibah) telah menganut agama Islam. Perbedaan ini diriwayatkan oleh Ibnu Mandah.

ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْفَتَاةُ حَلِيْمَةُ السَّعْدِيَّةُ

Artinya:

  1. Kemudian, beliau disusui oleh Ḥalīmah as-Sa‘diyyah.

وَ كَانَ قَدْ رَدَّ كُلٌّ مِنَ الْقَوْمِ ثَدْيَهَا لِفَقْرِهَا وَ أَبَاهُ

Artinya:

  1. Oleh karena kemiskinannya, maka tak ada seorangpun yang menyusukan anaknya kepada Ḥalīmah as-Sa‘diyyah.

فَأَخْصَبَ عَيْشُهَا بَعْدَ الْمَحْلِ قَبْلَ الْعَشِيَّةِ

Artinya:

  1. Semenjak Ḥalīmah menyusui beliau s.a.w., lalu menjadi lapang kehidupannya.

وَ دَرَّ ثَدْيَهَا بِدُرِّ دَرٍّ لَبَنَهُ الْيَمِيْنُ مِنْهُمَا وَ لَبَنُهُ الْآخَرُ أَخَاهُ

Artinya:

  1. Buah dadanya menjadi deras berisi air susu, yang sebelah kanan disediakan untuk Nabi s.a.w. dan yang lain untuk menyusukan saudara susuannya.

وَ أَصْبَحَتْ بَعْدَ الْهُزَالِ وَ الْفَقْرِ غَنِيَّةً

Artinya:

  1. Akhirnya, Ḥalīmah menjadi orang yang kaya raya sesudah hidup dalam kemiskinan.

وَ سَمِنَتِ الشَّارِفُ لَدَيْهَا وَ الشِّيَاهُ

Artinya:

  1. Unta dan kambing-nya semuanya menjadi gemuk.

وَ انْجَابَ عَنْ جَانِبِهَا كُلُّ مُلِمَّةٍ وَ رَزِيَّةٍ

Artinya:

  1. Dan segala marabahaya dan bencana yang berada di sekitarnya menjadi hilang lenyap.

وَ طَرَّزَ السَّعْدُ بُرْدَ عَيْشِهَا الْهَنِيِّ وَ وَشَاهُ

Artinya:

  1. Akhirnya Ḥalīmah menjadi seorang kaya raya dan terpuji.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.