Hati Senang

03-4,5,6,7 Nabi tidak Melakukan semua Perbuatan Mubah – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Bahas Cerdas & Kupas Tuntas
DALIL SYAR‘I MAULID NABI

Penyusun: Muhammad Ahmad Vad‘aq

Penerbit: Pustaka al-Khairat

Catatan:

  1. 13). HR. al-Bukhārī hadits no. 3727, Muslim hadits no. 1130.
  2. 14). Al-Mustadrak, 1/35, hadits shaḥīḥ sesuai syarat Bukhārī-Muslim, dan pernyataan ini disetujui adz-Dzahabī.
  3. 15). Qiyās Aulā, yaitu suatu qiyās yang ‘illat-nya mewajibkan adanya hukum yang disamakan (mulḥaq) dan mempunyai hukum yang lebih utama dari tempat menyamakannya (mulḥaq bih). Misalnya, meng-qiyās-kan memukul kedua orangtua dengan mengatakan “ah” kepadanya.

    Mengatakan “ah” kepada ibu bapak dilarang karena ‘illat-nya ialah ialah menyakitkan hati, Oleh karena itu, memukul kedua ibu bapak tentu lebih dilarang, sebab di samping menyakitkan hati juga menyakitkan jasmaninya. ‘Illat larangan yang terdapat pada mulḥaq lebih berat dari pada yang terdapat pada mulḥaq bih. Dengan demikian, larangan memukul kedua orangtua lebih keras dari pada larangan mengatakan “ah” kepadanya.

Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas