Hati Senang

01 Bab 1 Al-Maqamat Dan Hakikatnya – Al Luma’

Al-Luma' - Rujukan Lengkap Tasawuf

Dari Buku:
Rujukan Lengkap Ilmu Tasawuf
Judul Asli: Al-Luma'
Oleh: Abu Nashr as-Sarraj
Penerjemah: Wasmukan dan Samson Rahman, MA.
Penerbit: Risalah Gusti, Surabaya.

I

KEDUDUKAN SPIRITUAL (AL-MAQĀMĀT) DAN ḤAQĪQATNYA

 

Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Jika ada pertanyaan: “Apa makna kedudukan spiritual (maqāmāt)?”

Maka anda bisa menjawabnya: Maknanya adalah kedudukan seorang hamba di hadapan Allah ‘azza wa jalla, dari hasil ibadah, mujāhadah (perjuangan spiritual), riyādhah (latihan spiritual) dan konsentrasi diri untuk mencurahkan segala-galanya hanya untuk Allah s.w.t. yang semuanya senantiasa ia lakukan. Di mana Allah s.w.t. berfirman:

ذلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِيْ وَ خَافَ وَعِيْدِ

Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.

(Ibrāhīm: 14)

وً مَا مِنَّا إِلاَّ لَهُ مَقَامٌ مَعْلُوْمٌ

Tidak seorang pun di antara kami (malaikat) kecuali mempunyai kedudukan tertentu.”

(ash-Shāffāt: 164)

Abū Bakar al-Wāsithī ditanya tentang makna sabda Rasūlullāh s.a.w.:

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ

Ruh-ruh itu laksana pasukan tentara yang diposisikan pada posisi masing-masing.

(H.R. Bukhārī dari ‘Ā’isyah, Imām Muslim, Aḥmad dari Abū Hurairah dan ath-Thabrānī dari Ibnu Mas‘ūd)

Maka Abū Bakar menjawab, bahwa ruh-ruh itu diposisikan sesuai dengan tingkat kedudukan (maqām) masing-masing. Sedangkan kedudukan spiritual adalah seperti tobat, wara’, zuhud, faqr (fakir), sabar, ridhā, tawakkal dan seterusnya.

Laman Terkait

Dikembangkan oleh Studio HS