Hati Senang

001-3 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

Terjemah Maulid Dibā‘ī
(Judil Asli: Maulid-ud-Dibā‘ī)

Sebuah Biografi Nabi Muḥammad s.a.w.
Dalam Syair yang Indah dan Penuh Makna

Oleh: Al-Imām ‘Abd-ur-Raḥmān ad-Dibā‘ī

Penerjemah: Abu Achmad Wajieh
Penerbit: MUTIARA ILMU

Rangkaian Pos: 001 Maulid ad-Diba'i - Terjemah Maulid Diba'
  1. 1.001-1 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’
  2. 2.001-2 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’
  3. 3.Anda Sedang Membaca: 001-3 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’
  4. 4.001-4 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

فَسُبْحَانَ مَنْ خَضَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِأَشْرِفِ الْمَنَاصِبِ وَ الْمَرَاتِبِ * أَحْمَدُهُ عَلَى مَا مَنَعَ مِنَ الْمَوَاهِبِ * وَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ الْمَشَارِقِ وَ الْمَغَارِبِ * وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَ الْأَعَارِبِ * صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أُوْلِي الْمَئَآثِرِ وَ الْمَنَاقِبِ * صَلَاةً وَ سَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ يَأْتِيْ قَائِلُهُا يَوْمَ الْقِيَامَةِ غَيْرَ خَائِبٍ.

Artinya:

Maha Suci Allah yang telah mengistimewakan kedudukan dan martabat Nabi s.a.w. yang paling mulia. Semoga puji bagi Allah, Yang telah melimpahkan segala karunia-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, Tuhan yang menguasai timur dan barat. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muḥammad s.a.w. adalah hamba sekaligus Rasūl-Nya yang diutus kepada seluruh umat manusia, baik bangsa ‘Arab ataupun selain ‘Arab. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan salam sejahtera kepada Nabi, keluarga dan para sahabatnya yang mulia, dengan sebuah rahmat dan salam sejahtera yang tiada putusnya. Setiap orang yang mengucapkan rahmat dan salam (shalawat) tidaklah akan kecewa di hari kiamat kelak.

 

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

أَوَّلُ مَا نَسْتَفْتِحُ بِإِيْرَادِ حَدِيْثَيْنِ وَرَدًا عَنْ نَبِيٍّ كَانَ قَدْرُهُ عَظِيْمًا * وَ نَسَبُهُ كَرِيْمًا * وَ صِرَاطُهُ مُسْتَقِيْمًا * قَالَ فِيْ حَقِّهِ مَنْ لَمْ يَزَلْ سَمِيْعًا عَلِيْمًا * إِنَّ اللهَ وَ مَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pertama-tama kami sampaikan 2 hadits yang bersumber dari Nabi s.a.w. yang agung dan mulia, bernasab mulia, dan mempunyai perjalanan hidup yang lurus. Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui telah berfirman menerangkan tentang hak Nabi s.a.w.: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi, (oleh karena itu) wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu untuk Nabi, dan ucapkanlah salam hormat kepadanya”.

 

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

(الْحَدِيْثُ الْأَوَّلُ) عَنْ بَحْرِ الْعِلْمِ الدَّافِقِ * وَ لِسَانِ الْقُرْآنِ النَّاطِقِ * أَوْحَدِ عُلَمَاءِ النَّاسِ * سَيِّدِنَا عَبْدِ اللهُ بْنِ سَيِّدِنَا الْعَبَّاسِ * رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ نُوْرًا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ آدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ يُسَبِّحُ اللهُ ذلِكَ النُّوْرُ وَ تُسَبِّحُ الْمَلَائِكَةُ بِتَسْبِيْحِهِ * فَلَمَّا خَلَقَ اللهُ آدَمَ أَوْدَعَ ذلِكَ النُّوْرَ فِيْ طِيْنَتِهِ * قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَأَهْبَطَنِيَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِلَى الْأَرْضِ فِيْ ظَهْرِ آدَمَ * وَ حَمَلَنِيْ فِي السَّفِيْنَةِ فِيْ صُلْبِ نُوْحٍ وَ جَعَلَنِيْ فِيْ صُلْبِ الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمِ حِيْنَ قُذِفَ بِهِ فِي النَّارِ * وَ لَمْ يَزَلِ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ يُنَقِّلُنِيْ مِنَ الْأَصْلَابِ الطَّاهِرَةِ * إِلَى الْأَرْحَامِ الزَّكِيَّةِ الْفَاخِرَةِ * حَتَّى أَخْرَجَنِيَ اللهُ مِنْ بَيْنِ أَبَوَيَّ وَ هُمَا لَمْ يَلْتَقِيَا عَلَى سِفَاحٍ قَطُّ.

Artinya:

(Hadits pertama): Diriwayatkan dari seorang yang sangat luas dan dalam ilmu pengetahuannya, yang selalu bertutur kata dengan al-Qur’ān, salah seorang yang paling terkenal, yaitu Sayyidinā ‘Abdullāh bin Sayyidinā al-‘Abbās r.a. yang bersumber dari Rasūlullāh s.a.w., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Sejak dua ribu tahun sebelum Nabi Ādam a.s. diciptakan, sesungguhnya seorang Quraisy (Nabi Muḥammad s.a.w.) masih berupa Nūr di sisi Allah ‘azza wa jalla. Nūr itu selalu bertasbih kepada Allah, semikian juga para malaikat bertasbih mengikuti tasbihnya Nūr itu. Ketika Allah telah menciptakan Nabi Ādam a.s. Allah menitipkan Nūr itu di dalam tanah liat asal kejadian Nabi Ādam a.s., dan Allah mengikut sertakan diriku di dalam perahu Nabi Nūḥ a.s. yang tersimpan di dalam tulang sulbinya, kemudian aku dipindahkan ke dalam tulang sulbi Nabi Ibrāhīm a.s. (kekasih Allah) ketika dilemparkan ke dalam api. Dan Allah senantiasa memindahkanku dari tulang-tulang sulbi yang suci ke rahim-rahim yang bersih dan terhormat. Sehingga Allah mengeluarkan diriku dari kedua orang tuaku, yang keduanya belum pernah berzina sekalipun.

 

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

(الْحَدِيْثُ الثَّانِيْ) عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ * عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ * قَالَ عَلَّمَنِيْ أَبِي التَّوْرَاةَ إِلَّا سِفْرًا وَاحِدًا كَانَ يَخْتِمُهُ وَ يُدْخِلُهُ الصُّنْدُوْقَ * فَلَمَّا مَاتَ أَبِيْ فَتَحْتُهُ فَإِذًا فِيْهِ نَبِيٌّ يَخْرُجُ آخِرِ الزَّمَانِ * مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ * وَ هِجْرَتُهُ بِالْمَدِيْنَةِ وَ سُلْطَانُهُ بِالشَّامِ * يَقُصُّ شَعْرَهُ وَ يَتَّزِرُ عَلَى وَسَطِهِ * يَكُوْنُ خَيْرَ الْأَنْبِيَاءِ وَ أُمَّتُهُ خَيْرَ الْأُمَمِ * يُكَبِّرُوْنَ اللهَ تَعَالَى عَلَى كُلِّ شَرَفٍ * يَصُفُّوْنَ فِي الصَّلَاةِ كَصُفُوْفِهِمْ فِي الْقِتَالِ * قُلُوْبُهُمْ مَصَاحِفُهُمْ يَحْمَدُوْنَ اللهَ تَعَالَى عَلَى كُلِّ شِدَّةٍ وَ رَخَاءٍ * ثُلُثٌ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغيْرِ حِسَابٍ * وَ ثُلُثٌ يَأْتُوْنَ بِذُنُوْبِهِمْ وَ خَطَايَاهُمْ فَيُغْفَرُ لَهُمْ * وَ ثُلُثٌ يَأْتُوْنَ بِذُنُوْبٍ وَ خَطَايَا عِظَامٍ * فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى لِلْمَلَائِكَةِ اِذْهَبُوْا فَزِنُوْهُمْ فَيَقُوْلُوْنَ يَا رَبَّنَا وَجَدْنَاهُمْ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَ وَجَدْنَا أَعْمَالَهُمْ مِنَ الذُّنُوْبِ كَأَمْثَالِ الْجِبَالِ * غَيْرَ أَنَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ.

Artinya:

(Hadits kedua): Diriwayatkan dari ‘Athā’ bin Yasār dari Ka‘b al-Aḥbār r.a., ia berkata: “Ayahku pernah mengajariku seluruh isi kitab Taurāt, kecuali satu lembar ia simpan dan ia masukkan di dalam peti. Ketika ayahku telah meninggal, aku buka peti itu, ternyata di dalamnya terdapat satu lembar Taurāt yang menerangkan adanya seorang Nabi yang akan lahir di akhir zaman. Tempat kelahirannya di Makkah, hijrahnya di Madīnah, kekuasaannya sampai ke negeri Syam (Ethiopia). Ia suka memotong rambutnya dengan rapi, memakai sarung di atas perutnya. Dia adalah sebaik-baik Nabi, dan umatnya adalah sebaik-baik umat. Mereka bertakbir mengagungkan Allah ta‘ālā di setiap waktu. Jika shalat mereka berbaris rapi seperti barisan mereka dalam peperangan. Hati mereka bagaikan mushhaf-mushhaf al-Qur’ān. Mereka selalu memuji Allah baik dalam keadaan susah ataupun senang. Sepertiga dari umatnya akan masuk surga tanpa hisab (tanpa di perhitungkan amal-amalnya), seperti dari umatnya lagi datang menghadap Allah dengan membawa dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan lalu mereka diampuni, dan sisanya datang menghadap Allah dengan membawa dosa-dosa besar. Maka Allah berfirman kepada para malaikat: “Periksalah mereka dan timbanglah amal-amal mereka.” Lalu malaikat menjawab: “Wahai Tuhan kami, kami jumpai mereka sangat melampaui batas dan menzhalimi diri mereka sendiri, dan kami dapatkan pula dosa-dosa besar mereka bagaikan gunung yang bertumpuk-tumpuk, hanya saja mereka mau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Muḥammad s.a.w. adalah utusan Allah.”

 

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

فَيَقُوْلُ الْحَقُّ وَ عِزَّتِيْ وَ جَلَالِيْ * لَا جَعَلْتُ مَنْ أَخْلَصَ لِيْ بِالشَّهَادَةِ كَمَنْ كَذَّبَ بِيْ * أَدْخِلُوْهُمُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِيْ * يَا أَعَزَّ جَوَاهِرِ الْعُقُوْدِ * وَ خُلَاصَةَ إِكْسِيْرِ سِرِّ الْوُجُوْدِ * مَادِحُكَ قَاصِرٌ وَلَوْ جَاءَ بِبَذْلِ الْمَجْهُوْدِ * وَ وَاصِفُكَ عَاجِزٌ عَنْ حَصْرِ مَا حَوَيْتَ مِنْ خِصَالِ الْكَرَمِ وَ الْجُوْدِ * الْكَوْنُ إِشَارَةٌ وَ أَنْتَ الْمَقْصُوْدُ * يَا أَشْرَفَ مَنْ نَالَ الْمَقَامَ الْمَحْمُوْدَ * وَ جَاءَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ لٰكِنَّهُمْ بِالرِّفْعَةِ وَ الْعُلَا لَكَ شُهُوْدٌ.

Artinya:

Allah Yang Maha Benar berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tidaklah akan Aku samakan antara orang-orang yang mengucapkan syahadat dengan hati yang tulus, dengan orang-orang yang mendustakan Aku. (Orang-orang yang bersyahadat dengan hati tulus) masukkanlah mereka ke dalam surga dengan rahmat-Ku.” Wahai intan permata yang paling mulia (Nabi s.a.w.), wahai sari mu‘jizat rahasia alam, orang yang ingin memujimu tak sanggup lagi mengungkapkan kata-kata indah, walaupun telah mencurahkan segala kemampuan, dan orang yang ingin menguraikan kemuliaan dan kedermawananmu tak sanggup mengungkapkan, Alam telah mengisyaratkan keagungan derajat, dan engkaulah yang dimaksud. Wahai Rasūl yang telah memperoleh tempat yang paling mulia dan terpuji, telah datang para Rasūl sebelumnya, namun semuanya menyaksikan keagungan dan ketinggian derajatmu.

Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas