Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’ 2

Terjemah Maulid Dibā‘ī
(Judil Asli: Maulid-ud-Dibā‘ī)

Sebuah Biografi Nabi Muḥammad s.a.w.
Dalam Syair yang Indah dan Penuh Makna

Oleh: Al-Imām ‘Abd-ur-Raḥmān ad-Dibā‘ī

Penerjemah: Abu Achmad Wajieh
Penerbit: MUTIARA ILMU

Rangkaian Pos: Maulid ad-Diba'i - Terjemah Maulid Diba'

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ للهِ الْقَوِيِّ الْغَالِبِ * الْوَلِيِّ الطَّالِبِ * الْبَاعِثِ الْوَارِثِ الْمَا نِحِ السَّالِبِ * عَالَمِ الْكَائِنِ وَ الْبَائِنِ وَ الزَّائِلِ وَ الذَّاهِبِ * يُسَبِّحُهُ الْآفِلُ وَ الْمَآئِلُ وَ الطَّالِعُ وَ الْغَارِبُ * وَ يُوَحِّدُهُ النَّاطِقُ وَ الصَّامِتُ وَ الْجَامِدُ وَ الذَّائِبُ * يَضْرِبُ بِعَدْلِهِ السَّاكِنُ وَ يَسْكُنُ بِفَضْلِهِ الضَّارِبُ.

(لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ) حَكِيْمٌ أَظْهَرَ بَدِيْعَ حِكَمِهِ وَ الْعَجَائِبِ * فِيْ تَرْتِيْبِ تَرْكِيْبِ هذِهِ الْقَوَالِبِ * خَلَقَ مُخًّا وَ عَظْمًا وَ عَضُدًا وَ عُرُوْقًا وَ لَحْمًا وَ جِلْدًا وَ شَعْرًا بِنَظْمٍ مُؤْتَلِفٍ مُتَرَاكِبٍ * مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَ التَّرَائِبِ.

(لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ) كَرِيْمٌ بَسَطَ لِخَلْقِهِ بِسَاطَ كَرَمِهِ وَ الْمَوَاهِبَ * يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا وَ يُنَادِيْ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ هَلْ مِنْ تَائِبٍ * هَلْ مِنْ طَالِبِ حَاجَةٍ فَأُنِيْلَهُ الْمَطَالِبَ * فَلَوْ رَأَيْتَ الْخُدَّامَ قِيَامًا عَلَى الْأَقْدَامِ وَ قَدْ جَادُوْا بِالدُّمُوْغِ السَّوَاكِبِ * وَ الْقَوْمَ بَيْنَ نَادِمٍ وَ تَائِبٍ * وَ خَائِفٍ لِنَفْسِهِ يُعَاتِبُ * وَ آبِقٍ مِنَ الذُّنُوْبِ إِلَيْهِ هَارِبٍ * فَلَا يَزَالُوْنَ فِي الْاِسْتِغْفَارِ حَتَّى يَكُفَّ كَفُّ النَّهَارِ ذُيُوْلَ الْغَيَاهِبِ * فَيَعُوْذُوْنَ وَ قَدْ فَازُوْا بِالْمَطْلُوْبِ وَ أَدْرَكُوْا رِضَا الْمَحْبُوْبِ وَ لَمْ يَعُدْ أَحَدٌ مِنَ الْقَوْمِ وَ هُوَ خَائِبٌ.

(لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ) فَسُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى مِنْ مَلِكٍ أَوْجَدَ نُوْرَ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ (ص) مِنْ نُوْرِهِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ آدَمَ مِنَ الطِّيْنِ اللَّازِبِ * وَ عَرَضَ فَخْرَهُ عَلَى الْأَشْيَاءِ وَ قَالَ هذَا سَيِّدُ الْأَنْبِيَاءِ وَ أَجَلُّ الْأَصْفِيَاءِ وَ أَكْرَمُ الْحَبَائِبِ.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Yang Maha Pelindung lagi Maha Penuntut, Yang Membangkitkan (manusia dari kubur), Yang Mewarisi, Yang Memberi dan Yang Melenyapkan. Yang Maha Mengetahui segala apa yang ada, yang tampak, yang tersembunyi atau yang telah lenyap. Bertasbih kepada-Nya semua yang pergi dan yang datang, yang terbit dan tenggelam. Dan meng-Esa-kan-Nya semua yang bisa bicara atau yang tidak, yang padat atau yang cair. Yang diam bisa bergerak, dan yang bergerak bisa diam lantaran keadilan-nya dan karunia-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksan. Dia perlihatkan hikmah-hikmah dan keajaiban-keajaiban ciptaan-Nya yang indah. Di dalam menyusun anatomi tubuh manusia, Dia ciptakan otak dan tulang, otot dan pembuluh darah, daging dan kulit, serta rambut, semuanya tersusun dengan rapi dan tepat. Bermula dari sperma yang memancar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Mulia, Yang telah menghamparkan kedermawanan dan anugerah-Nya kepada semua makhluk. Setiap malam Allah turun ke langit dunia dan berseru: “Adakah hamba yang meminta ampun? Adakah hamba yang bertobat? Adakah hamba yang minta dipenuhi hajatnya, sehingga akan Aku penuhi pemintaan-permintaannya. Tahukah kamu orang-orang yang berbakti kepada Allah, mereka bangun malam beribadah di atas kaki mereka dengan air mata yang bercucuran. Dan tahukah kamu orang-orang yang menyesali dosanya lalu bertobat, khawatir terhadap keselamatan dirinya lalu mencela perbuatan buruknya, menghindarkan diri dari dosa-dosa, lalu kembali kepada Allah. Mereka selalu meminta ampunan Allah (beristighfar) sepanjang waktu dengan hati yang tulus. Maka mereka kembali kepada Allah yang dicintai-Nya. Sehingga tak seorang pun dari mereka yang kembali kepada Allah dengan hati kecewa.

Tiada Tuhan selain Allah, Dzāt Yang Maha Suci dari kekurangan, Yang telah menciptakan Nūr Muḥammad s.a.w. sebelum menciptakan Nabi Ādam a.s. dari tanah liat. Dan Allah banggakan Nabi s.a.w. di hadapan semua makhluk seraya berfirman: “Inilah penghulu para Nabi – ‘alaihim-us-salām – , manusia terpilih yang paling agung, dan kekasih Allah yang paling mulia.

 

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”

 

قِيْلَ: هُوَ آدَمُ قَالَ: آدَمُ بِهِ أُنِيْلَهُ أَعْلَى الْمَرَاتِبِ * قِيْلَ: هُوَ نُوْحٌ قَالَ: نُوْحٌ بِهِ يَنْجُوْ مِنَ الْغَرَقِ وَ يَهْلِكُ مَنْ خَالَفَهُ مِنَ الْأَهْلِ وَ الْأَقَارِبِ * قِيْلَ: هُوَ إِبْرَاهِيْمُ قَالَ: إِبْرَاهِيْمُ بِهِ تَقُوْمُ حُجَّتُهُ عَلَى عُبَّادِ الْأَصْنَامِ وَ الْكَوَاكِبِ * قِيْلَ: هُوَ مُوْسَى قَالَ: مُوْسَى أَخُوْهُ وَ لكِنْ هذَا حَبِيْبٌ وَ مُوْسَى كَلِيْمٌ وَ مُخَاطِبٌ * قِيْلَ: هُو عِيْسَى قَالَ: عِيْسَى يُبَشِّرُ بِهِ وَ هُوَ بَيْنَ يَدَيْ نُبُوَّتِهِ كَالْحَاجِبِ * قِيْلَ: فَمَنْ هذَا الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ الَّذِيْ أَلْبَسْتَهُ حُلَّتَ الْوَقَارِ * وَ تَوَجْتَهُ بِتِيْجَانِ الْمَهَابَةِ وَ الْإِفْتِخَارِ * وَ نَشَرْتَ عَلَى رَأْسِهِ الْعَصَائِبِ * قَالَ: هُوَ نَبِيٌّ اسْتَخَرْتُهُ مِنْ لُئَيِّ ابْنِ غَالِبٍ * يَمُوْتُ أَبُوْهُ وَ أُمُّهُ وَ يَكْفُلُهُ جَدُّهُ ثُمَّ عَمُّهُ الشَّقِيْقُ أَبُوْ طَالِبٍ.

Artinya:

Ditanyakan:

(Dan dijawab):

Malaikat : Apakah itu Nūr Ādam a.s.?

Allah : Bahkan dengan Nūr itu, Ādam Aku berikan derajat yang tinggi.

Malaikat : Apakah itu Nūr Nūḥ a.s.?

Allah : Bahkan dengan Nūr itu, Nūḥ selamat dari tenggelam yang menghancurkan keluarga dan kerabat yang menentangnya.

Malaikat : Apakah itu Nūr Ibrāhīm a.s.?

Allah : Bahkkan dengan Nūr itu, Ibrāhīm mampu membuktikan ajarannya di hadapan para penyembah berhala dan bintang-bintang.

Malaikat : Apakah itu Nūr Mūsā a.s.?

Allah : Bahkan Mūsā adalah saudara Nūr ini, hanya saja Nūr ini adalah kekasih-Ku, sedangkan Mūsā adalah orang yang Aku beri kemuliaan dengan Ku bicarai.

Malaikat : Apakah itu Nūr ‘Īsā a.s.?

Allah : Bahkan ‘Īsā ini yang nantinya akan membawa kabar gembira tentang kelahiran dan kenabian Nūr ini dalam jangka waktu yang dekat.

Malaikat : Lalu siapakah kekasih mulia yang telah Engkau hiasi dengan keagungan, dan Engkau mahkotai dengan mahkota kebesaran dan kebanggaan, serta Engkau kibarkan bendera-bendera di atas kepemimpinannya.

Allah : Dia adalah seorang Nabi yang Aku pilih dari keturunan Lu’ay Bin Ghālib. Ayah dan ibunya wafat, lalu ia dipelihara kakeknya, kemudian dipelihara pamannya yang bernama Abū Thālib, saudara kandung ayahnya.

4 Komentar

  1. ahmad jazuli berkata:

    assalamualaikum wr wb
    kok tidak komplit ya terjemahan ad dibai dan al Barzanji

    1. Muslim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr. wb. In sya Allah akan terus kami muat sampai komplit. Terima kasih.

  2. PRIYONO berkata:

    ALHAMDULILAH SANGAT MEMBANTU

  3. PMA Al-HIDAYAH Official berkata:

    Alhamdulillah Sangat bermanfaat, Ijin simpan dan share,, terimakasih,,

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.