Surat-Surat Sang Sufi | Surat Kedua (3/8)

Muhammad Ibn Abbad
Penerjemah : M.S. Nasrullah
Penyunting : Ilyas Hasan
Disunting ulang oleh M. Yudhie Haryono
Penerbit : Hikmah

(lanjutan)

Tetapi masih ada lagi satu Jalan lebih-langsung menuju-Nya yang bisa engkau jangkau. Tetaplah engkau dalam kedudukan syukur dengan cara mengetahui segala sesuatu menjadi hak-Nya, dan mintalah lagi. Dengan begitu engkau bisa membawa dalam qalbumu kebesaran dan keagungan Tuhanmu serta sifat-sifat kesempurnaan dan transendensi-Nya.

Pada saat bersamaan, engkau akan menyadari tingkat kehinaanmu sendiri, rasa malu dan ketidakberartianmu, serta kehinaan dan kelemahan jiwa rendahmu. Kemudian, lihatlah rahmat yang Allah anugerahkan kepadamu dalam bentuk apa pun. Setelah engkau mengamatinya dengan cermat, engkau bakal mulai menyadari anugerah-Nya kepada-mu, dan engkau akan mulai mensyukurinya. Pengetahuan mendalam tentang rahmat-Nya itu sendiri merupakan rasa syukur, dan menjadi kunci bagi segala sesuatu yang baik serta sumber berlimpah kelurusan, nasib baik dan ketulusan. Allah Swt. telah berfirman: “Jika engkau bersyukur, pasti Aku menambah (nikmat) kepadamu! (QS 14 : 7). Juga, Ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu beroleh kejayaan,(QS 7 : 69).

Bagi hamba yang hadir di haribaan Tuannya, tak ada sesuatu pun yang lebih bermanfaat, kecuali hal ini;  sebab ia adalah “Jalan Lurus” (QS 1 : 5). Setan berusaha menyelewengkan dan menyesatkan sang musafir dari Jalan itu. Dalam hubungan ini Allah Swt. berfirman, Sungguh, aku bakal benar-benar menghalangi mereka dari Jalan Lurus-Mu,hingga kalimat, “dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur,” (QS 7 : 16-17).1 Sebuah sabda Nabi Saw. berbunyi, “Lihatlah orang-orang yang lebih rendah(-ed.) darimu. Yang demikian ini akan sangat membantumu untuk tidak meremehkan nikmat yang telah Allah berikan kepadamu.”2 Tak syak lagi, engkau menyadari anugerah tak ternilai Tuhanmu kepadamu. Nikmat yang tak seberapa ini tak membuatmu enggan terhadap kondisi spiritualmu saat ini seperti telah engkau uraikan. Itu adalah salah satu pengaruh keimanan, sesuai dengan sabda Nabi Saw.: “Seorang beriman adalah orang-orang yang amal sholehnya membuat dirinya senang dan yang amal-amal keburukannya membuat susah.3 Betapa banyak orang yang jauh lebih mengalami kesulitan ketimbang dirimu, namun hati mereka tetap ridha,dan mereka pun merasa senang serta bergembira dalam kondisi mereka!

Seperti kulihat, engkau masih berada tahap-tahap awal kekalutan ini. Tuhanmu telah bersikap kasih sayang dan murah hati kepadamu, yaitu Dia telah membalikkan persoalan sehingga engkau memberikan pujian atas hasil kerja-Nya dan Insyaallah, beroleh manfaat darinya tanpa meminta bantuan dari kemampuan dan kekuatan. Engkau harus ridha dengan kemurahan Tuhanmu kepadamu. Biarkan hal itu menyibukkan dan membebaskanmu dari mawas diri berlebihan. Dengan begitu engkau layak beroleh ridha Tuhanmu. Allah Swt. berfirman kepada salah seorang Nabi-Nya, Capailah nikmat kearifan (hikmah) dan nikmat tersembunyi, sebab Aku mencintai hal itu.Nabi itu bertanya,Ya Tuhan, apakah nikmat hikmah dan nikmat tersembunyi itu?Allah berkata, Nikmat hikmah adalah begini: ‘Jika beban berat membebani pundakmu, ketahuilah bahwa itu Aku yang membebankannya; karenanya, mintalah kepadaKu untuk mengangkatnya.’ Dan nikmat tersembunyi itu begini: ‘Jika engkau mempunyai tak lebih dari seikat buncis-termakan ulat, ketahuilah bahwa itulah cara-Ku untuk tetap mengingatkanmu’; maka bersyukurlah kepada-Ku atas hal itu.

(bersambung)

Catatan:

  1. Di sini Iblis berkata kepada Allah. Teks lengkapnya berbunyi: “Iblis berkata. ‘karena Engkau telah menyesatkanku, aku benar-benar akan …. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dan …” (QS 7 : 16-17).
  2. Ibn ‘Abbad mengutip hadis ini lagi nanti, dalam Surat 15.MM 1087.
  3. Dalam KL 118, Sahl Al-Tustari (wafat 896 M) mengomentari hadis ini; “Amal-amal baik seseorang adalah rahmat Allah; amal-amal buruk seseorang berada dalam kekuasaan jiwa rendah (nafsunya).”

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.