Shahih Muslim no.91 s.d 92 – Tentang Status Keimanan Seseorang Yang Mengucapkan Kepada Saudaranya Sesama Muslim “Wahai Kafir!”

صحيح مسلم ١٩: حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ وَ عَبْدُ اللهِ بْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا.

Shaḥīḥ Muslim 91: Telah menceritakan kepada kami Abū Bakar bin Abī Syaibah telah menceritakan kepada kami Muḥammad bin Bisyr dan ‘Abdullāh bin Numair keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullāh bin ‘Umar dari Nāfi‘ dari Ibnu ‘Umar bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seorang laki-laki mengkafirkan saudaranya, maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran tersebut.

Derajat: Ijma‘ ‘Ulamā’: Shaḥīḥ.

Pembanding: SB: 5638; MA: 4458, 4792, 4833, 5998.

صحيح مسلم ٢٩: وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيْمِيُّ وَ يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ جَمِيْعًا عَنْ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيْلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِيْنَارٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ يَقُوْلَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيْهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَ إِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ.

Shaḥīḥ Muslim 92: Dan telah menceritakan kepada kami Yaḥyā bin Yaḥyā at-Tamīmī dan Yaḥyā bin Ayyūb dan Qutaibah bin Said serta ‘Alī bin Ḥujr semuanya dari Ismā‘īl bin Ja’far, Yaḥyā bin Yaḥyā berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ismā‘īl bin Ja‘far dari ‘Abdullāh bin Dīnār bahwa dia mendengar Ibnu ‘Umar berkata: “Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir’ maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan kekufuran tersebut, apabila sebagaimana yang dia ucapkan. Namun apabila tidak maka ucapan tersebut akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.

Derajat: Ijma‘ ‘Ulamā’: Shaḥīḥ.

Pembanding: SB: 5638, 5639; ST: 2561; MA: 4458, 4792, 4833, 5008, 5644, 5663, 5998; MM: 1558.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.