Shahih Muslim 12 – Penjelasan tentang Shalat & Rukun Islam Lainnya (Islam Itu Mudah)

صحيح مسلم ١٢: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدِ بْنِ جَمِيْلِ بْنِ طَرِيْفِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيْمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ أَبِيْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّهُ سَمِعَ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللهِ يَقُوْلُ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرُ الرَّأْسِ نَسْمَعُ دَوِيَّ صَوْتِهِ وَ لَا نَفْقَهُ مَا يَقُوْلُ حَتَّى دَنَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَ اللَّيْلَةِ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ وَ صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ فَقَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ وَ ذَكَرَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الزَّكَاةَ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ قَالَ فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَ هُوَ يَقُوْلُ وَ اللهِ لَا أَزِيْدُ عَلَى هذَا وَ لَا أَنْقُصُ مِنْهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ.
حَدَّثَنِيْ يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ جَمِيْعًا عَنْ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِهذَا الْحَدِيْثِ نَحْوَ حَدِيْثِ مَالِكٍ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَفْلَحَ وَ أَبِيْهِ إِنْ صَدَقَ أَوْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَ أَبِيْهِ إِنْ صَدَقَ

Shaḥīḥ Muslim 12: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa‘īd bin Jamīl bin Tharīf bin ‘Abdullāh ats-Tsaqafī dari Mālik bin Anas dalam riwayat yang dibacakan atasnya, dari Abū Suhail, dari Bapaknya bahwa dia mendengar Thalḥah bin ‘Ubaidullāh berkata: “Seorang laki-laki dari penduduk Najd yang rambutnya berdiri datang kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, kami mendengar gumaman suaranya, namun kami tidak dapat memahami sesuatu yang dia ucapkan hingga dia dekat dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, ternyata dia bertanya tentang Islam. Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Islam adalah shalat lima waktu siang dan malam.” Dia bertanya lagi: “Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya?” Beliau menjawab: “Tidak, kecuali kamu melakukan shalat sunnah dan puasa Ramadhān.” Dia bertanya: “Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya?” Beliau menjawab: “Tidak, kecuali kamu melakukan puasa sunnah,” dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam menyebutkan (kewajiban) zakat kepadanya. Dia bertanya lagi: “Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya?” Beliau menjawab: “Tidak, kecuali kamu melakukan sedekah sunnah”.” Perawi berkata: “Lalu laki-laki tersebut mengundurkan diri pamit sedangkan dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan lebih dari ini dan tidak pula mengurangi darinya”. Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dia akan bahagia jika benar (melakukan-Nya)”.” Telah menceritakan kepada kami Yaḥyā bin Ayyūb dan Qutaibah bin Sa‘īd semuanya dari Ismā‘īl bin Ja‘far dari Abū Suhail dari bapaknya dari Thalḥah bin ‘Ubaidullāh dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam dengan hadits ini seperti hadits Mālik, hanya saja dia berkata: “Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dia akan bahagia, -demi bapaknya- jika dia benar, atau dia akan masuk surga, -demi bapaknya- jika dia benar”.”

Derajat: Ijma‘ ‘Ulamā’: Shaḥīḥ.

Pembanding: SB: 44, 2481; SAD: 331; SN: 454; MA: 1318; MM: 382.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.