Shahih Bukhari no.72 : Bertemunya Nabi Musa A.S dan Khidir A.S

Dari Kitab:
Sahīh al-Bukhārī
Oleh: Abū ‘Abd Allāh Muhammad ibn Ismā‘īl ibn Ibrāhīm ibn al-Mughīrah ibn Bardizbah al-Ju‘fī al-Bukhārī

Rangkaian Pos: Shahih Bukhari Kitab 3 (Kitab Ilmu)

صحيح البخاري ٢٧: حَدَّثَنِيْ مُحَمَّدُ بْنُ غُرَيْرٍ الزُّهْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ قَالَ: حَدَّثَنِيْ أَبِيْ عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَهُ أَنَّ عُبَيْدَ اللهِ بْنَ عَبْدِ اللهِ أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّهُ تَمَارَى هُوَ وَ الْحُرُّ بْنُ قَيْسِ بْنِ حِصْنٍ الْفَزَارِيُّ فِيْ صَاحِبِ مُوْسَى قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هُوَ خَضِرٌ فَمَرَّ بِهِمَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَدَعَاهُ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَ: إِنِّيْ تَمَارَيْتُ أَنَا وَ صَاحِبِيْ هذَا فِيْ صَاحِبِ مُوْسَى الَّذِيْ سَأَلَ مُوْسَى السَّبِيْلَ إِلَى لُقِيِّهِ هَلْ سَمِعْتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَذْكُرُ شَأْنَهُ قَالَ: نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بَيْنَمَا مُوْسَى فِيْ مَلَإٍ مِنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: هَلْ تَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمَ مِنْكَ قَالَ مُوْسَى: لَا فَأَوْحَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِلَى مُوْسَى بَلَى عَبْدُنَا خَضِرٌ فَسَأَلَ مُوْسَى السَّبِيْلَ إِلَيْهِ فَجَعَلَ اللهُ لَهُ الْحُوْتَ آيَةً وَ قِيْلَ لَهُ إِذَا فَقَدْتَ الْحُوْتَ فَارْجِعْ فَإِنَّكَ سَتَلْقَاهُ وَ كَانَ يَتَّبِعُ أَثَرَ الْحُوْتِ فِي الْبَحْرِ فَقَالَ لِمُوْسَى فَتَاهُ:{ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَ وَ مَا أَنْسَانِيْهِ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ }{ قَالَ ذلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِيْ فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا }
فَوَجَدَا خَضِرًا فَكَانَ مِنْ شَأْنِهِمَا الَّذِيْ قَصَّ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ فِيْ كِتَابِهِ.

Shahih Bukhari 72: Telah menceritakan kepadaku Muḥammad bin Ghurair az-Zuhrī berkata: telah menceritakan kepada kami Ya‘qūb bin Ibrāhīm berkata: telah menceritakan bapakku kepadaku dari Shāliḥ dari Ibnu Syihāb, dia menceritakan bahwa ‘Ubaidullāh bin ‘Abdillāh mengabarkan kepadanya dari Ibnu ‘Abbās, bahwasanya dia dan al-Ḥurru bin Qais bin Ḥishn al-Fazārī berdebat tentang sahabat Mūsā a.s., Ibnu ‘Abbās berkata: Dia adalah Khidhir a.s. Tiba-tiba lewat Ubay bin Ka‘b di depan keduanya, maka Ibnu ‘Abbās memanggilnya dan berkata: “Aku dan temanku ini berdebat tentang sahabat Mūsā a.s., yang ditanya tentang jalan yang akhirnya mempertemukannya, apakah kamu pernah mendengar Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam menceritakan masalah ini?” Ubay bin Ka‘b menjawab: Ya, benar, aku pernah mendengar Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika Mūsā di tengah pembesar Bani Isrā’īl, datang seseorang yang bertanya: apakah kamu mengetahui ada orang yang lebih pandai darimu?” Berkata Mūsā a.s.: “Tidak”. Maka Allah ta‘ālā mewahyukan kepada Mūsā a.s.: “Ada, yaitu hamba Kami bernama Khidhir a.s..” Maka Mūsā a.s. meminta jalan untuk bertemu dengannya. Allah menjadikan ikan bagi Mūsā sebagai tanda dan dikatakan kepadanya: “Jika kamu kehilangan ikan tersebut kembalilah, nanti kamu akan berjumpa dengannya”. Maka Mūsā a.s. mengikuti jejak ikan di lautan. Berkatalah murid Mūsā a.s.: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi? Sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidaklah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan”. Maka Mūsā a.s. berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Maka akhirnya keduanya bertemu dengan Khidhir a.s.”. Begitulah kisah keduanya sebagaimana Allah ceritakan dalam Kitāb-Nya.

Derajat: Ijmā‘ ‘Ulamā’: Shaḥīḥ.

Pembanding: SB: 76, 3148, 6924; SM: 4388; MA: 20192, 20209.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.