Mustadrak Bab 73 no.182 s.d 184 : Seluruh Umatku Akan Masuk Surga Kecuali Yang Tidak Mau

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

281 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيْعِيُّ، ثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِيْ أَبِيْ، ثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ، ثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – قَالَ: “كُلُّ أُمَّتِيْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى” قَالُوْا: وَ مَنْ يَأْبَى يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: “مَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ أَبَى.”
هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ.
وَ لَهُ إِسْنَادٌ آخَرُ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَلَى شَرْطِهِمَا.

182/182. Aḥmad bin Ja‘far al-Qathī‘ī menceritakan kepada kami, ‘Abdullāh bin Aḥmad bin Ḥanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Suraij bin an-Nu‘mān menceritakan kepada kami, Fulaiḥ bin Sulaimān menceritakan kepada kami dari Hilāl bin ‘Alī, dari ‘Athā’ bin Yasār, dari Abū Hurairah, bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda: Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat lalu bertanya: “Siapakah yang tidak mau, wahai Rasūlullāh?” Beliau menjawab:Barang siapa mendurhakaiku berarti dia tidak mau. (2431).

Hadits ini shaḥīḥ sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya.

Hadits ini juga memiliki sanad lain dari Abū Hurairah yang sesuai dengan syarat al-Bukhārī dan Muslim.

381 – أَخْبَرَنَاهُ أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِيْ أَبِيْ، ثَنَا يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنِيْ أَبِيْ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – : “لَتَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى وَ شَرَدَ عَلَى اللهِ كَشِرَادِ الْبَعِيْرِ.”
[ ص: 228 ] وَ لَهُ شَاهِدٌ أَيْضًا، عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ.

183/183. Aḥmad bin Ja‘far mengabarkannya kepada kami, ‘Abdullāh bin Aḥmad bin Ḥanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Ya‘qūb bin Ibrāhīm bin Sa‘ad menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Shāliḥ bin Kaisān, dari al-A‘raj, dari Abū Hurairah, dia berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: Sungguh, kalian akan masuk surga kecuali orang yang enggan, dan lari dari Allah seperti larinya unta (dari gerombolannya). (2442).

Hadits ini juga memiliki syāhid dari Abū Umāmah al-Bāhilī.

481 – أَخْبَرَنَاهُ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، ثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ مِلْحَانَ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِيْ هِلَالٍ، عَنْ أَبِيْ خَالِدٍ قَالَ: مَرَّ أَبُوْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ عَلَى خَالِدِ بْنِ يَزِيْدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ فَسَأَلَهُ عَنْ أَلْيَنِ كَلِمَةٍ سَمِعَهَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – يَقُوْلُ: “كُلُّكُمْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ شَرَدَ عَلَى اللهِ شِرَادَ الْبَعِيْرِ عَلَى أَهْلِهِ”.

184/184. Abū Bakar bin Isḥāq mengabarkannya kepada kami, Aḥmad bin Ibrāhīm bin Milḥān menceritakan kepada kami, Yaḥyā bin Bukair menceritakan kepada kami, Laits menceritakan kepadaku dari Sa‘īd bin Abī Hilāl, dari Abū Khālid, dia berkata: Abū Umāmah al-Bāhilī pernah melewati Khālid bin Yazīd bin Mu‘āwiyah, lalu dia ditanya tentang kata-kata terlunak yang pernah dia dengar dari Rasūlullāh s.a.w. Dia kemudian menjawab: “Aku pernah mendengar Rasūlullāh s.a.w. bersabda: Setiap kalian akan masuk surga kecuali orang yang lari dari Allah seperti larinya unta dari keluarganya”.” (2453).

Catatan:

  1. (243). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “Hadits ini sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim.”
  2. (244). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “al-Bukhārī dan Muslim (maksudnya hadits ini dan hadits no. 182) berasal dari Musnad Aḥmad.”
  3. (245). Adz-Dzahabī tidak berkomentar tentang hadits ini dalam at-Talkhīsh. As-Suyūthī menilai hadits ini shaḥīḥ dalam al-Jāmi‘-ush-Shaghīr, dan dinisbatkan kepada al-Ḥākim serta ath-Thabrānī dalam al-Ausath, dari Abū Umāmah. Al-Munawī berkata dalam al-Faidh: “Al-Haitsamī berkata: “Para periwayatnya shaḥīḥ, kecuali ‘Alī bin Khālid, tapi dia adalah periwayat tsiqah berdasarkan riwayat ath-Thabrānī”.”

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.