Mustadrak 68 Ada Tiga Orang yang Allah Cintai dan Tertawa Terhadap Mereka (11/11)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 28 - Iman, Amanah dsb
  1. 1.Mustadrak 58 Malu dan Iman Saling Berbarengan (1/11)
  2. 2.Mustadrak 59 Sesungguhnya Orang Mu’min itu Saling Menyayangi (2/11)
  3. 3.Mustadrak 60 Apa Itu Dosa-dosa Besar? (3/11)
  4. 4.Mustadrak 61 Hendaklah Bertutur Kata Baik & Suka Memberi Makanan (4/11)
  5. 5.Mustadrak 62 Larangan Memiliki Nama Dari Nama Allah yang Mengandung Makna Sifat (5/11)
  6. 6.Mustadrak 63 Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (6/11)
  7. 7.Mustadrak 64 Tidak Ada Fitnah yang Lebih Besar dari Fitnah-nya Dajjal Hingga Hari Kiamat (7/11)
  8. 8.Mustadrak 65 Apabila Allah Memberimu Harta Maka Perlihatkanlah Harta Tersebut (sebagai tanda bersyukur kepada Allah) (8/11)
  9. 9.Mustadrak 66 Sabda Rasulullah SAW Tentang Surah al-A’raf Ayat 143 (9/11)
  10. 10.Mustadrak 67 Sabda Rasulullah SAW Tentang Surah al-A’raf Ayat 143 (10/11)
  11. 11.Anda Sedang Membaca: Mustadrak 68 Ada Tiga Orang yang Allah Cintai dan Tertawa Terhadap Mereka (11/11)

68 – حَدَّثَنَا أَبُوْ سَعِيْدٍ أَحْمَدُ بْنُ يَعْقُوْبَ الثَّقَفِيُّ، ثَنَا يُوْسُفُ بْنُ يَعْقُوْبَ، ثَنَا [ ص: 181 ] مُحَمَّدُ بْنُ أَبِيْ بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، ثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، ثَنَا مُوْسَى بْنُ عُقْبَةَ، ثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَلْمَانَ الْأَغَرُّ، عَنْ أَبِيْهِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – : “ثَلَاثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللهُ وَ يَضْحَكُ إِلَيْهِمُ: الَّذِيْ إِذَا تَكَشَّفَ فِئَةً قَاتَلَ وَرَاءَهَا بِنَفْسِهِ للهِ – عَزَّ وَ جَلَّ – “.

هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ وَ قَدِ احْتَجَّا بِجَمِيْعِ رُوَاتِهِ وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ، إِنَّمَا خَرَّجَا فِيْ هذَا الْبَابِ حَدِيْثَ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – : ” يَضْحَكُ اللهُ إِلَى رَجُلَيْنِ ” الْحَدِيْثُ فِي الْجِهَادِ .

68/68. Abū Sa‘īd Aḥmad bin Ya‘qūb ats-Tsaqafī menceritakan kepada kami, Yūsuf bin Ya‘qūb menceritakan kepada kami, Muḥammad bin Abū Bakar al-Muqaddamī menceritakan kepada kami, Fudhail bin Sulaimān menceritakan kepada kami, Mūsā bin ‘Uqbah menceritakan kepada kami, ‘Ubaidullāh bin Salmān al-Agharr menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abud-Dardā’ r.a., dia berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Ada tiga orang yang Allah cintai dan tertawa terhadap mereka, (yaitu) orang yang apabila suatu golongan terbuka (kejahatannya) maka dia memerangi di belakangnya sendirian semata-mata karena Allah ‘azza wa jalla.” (1291).

Hadits ini shaḥīḥ. Al-Bukhārī dan Muslim sama-sama berhujjah dengan seluruh periwayatnya, tapi keduanya tidak meriwayatkannya.

Dalam bab ini al-Bukhari dan Muslim hanya meriwayatkannya dari hadits Abuz-Zinād, dari al-A‘raj, dari Abū Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w., (beliau bersabda): (يَضْحَكُ اللهُ إِلَى رَجُلَيْنِ) “Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki.” Hadits ini disebutkan dalam bab jihad.

Catatan:

  1. (129). Adz-Dzahabī tidak mengomentarinya dalam at-Talkhīsh.
    Menurutku, Fudhail bin Sulaimān an-Numairī al-Bashrī, dalam al-Mīzān berkata: “Haditsnya diriwayatkan dalam al-Kutub-us-Sittah (keenam kitab hadits), dan dia adalah periwayat shadūq (orang yang sangat jujur).”
    Abū Ḥātim berkata: “Dia adalah periwayat yang tidak kuat.”
    Ibnu Ma‘īn berkata: “Dia adalah periwayat yang tidak tsiqah.”
    Abū Zur‘ah berkata: “Dia adalah periwayat layyin (yang lunak).”
    Hanya Ibnu ‘Adī sendiri yang meriwayatkan hadits-haditsnya yang gharīb.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *