Mustadrak 55 La Haula wa La Quwwata Illa Billah Merupakan Perbendaharaan Surga (2/2)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 26 - La Haula wa La Quwwata Illa Billah Merupakan Perbendaharaan Surga
  1. 1.Mustadrak 54 La Haula wa La Quwwata Illa Billah Merupakan Perbendaharaan Surga (1/2)
  2. 2.Anda Sedang Membaca: Mustadrak 55 La Haula wa La Quwwata Illa Billah Merupakan Perbendaharaan Surga (2/2)

55 – حَدَّثَنِيْ أَبُوْ بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَالَوَيْهِ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبِ بْنِ حَرْبٍ.

وَ أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَا: ثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ الطُّوْسِيُّ، ثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ.

وَ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَلِيٍّ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحَافِظُ، ثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْعَبَّاسِ الْبَجَلِيُّ قَالَ: ذَكَرَ عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ: حَدَّثَنِيْ أَبِيْ، ثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – : “لَوْ أَنَّ رَجُلَيْنِ دَخَلَا فِي الْإِسْلَامِ فَاهْتَجَرَا كَانَ أَحَدُهُمَا خَارِجًا مِنَ الْإِسْلَامِ حَتَّى يَرْجِعَ الظَّالِمُ”.

هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ جَمِيْعًا، وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ، وَ عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ بْنِ سَعِيْدٍ ثِقَةٌ مَأْمُوْنٌ، وَ قَدْ خَرَّجَا جَمِيْعًا لَهُ غَيْرَ حَدِيْثٍ، تَفَرَّدَ بِهِ، عَنْ أَبِيْهِ وَ شُعْبَةَ وَ غَيْرِهِمَا.

55/55. Abū Bakar Muḥammad bin Aḥmad bin Bālawaih menceritakan kepadaku, Muḥammad bin Ghālib bin Ḥarb menceritkan kepada kami,

Ḥusain bin ‘Alī mengabarkan kepadaku, Muḥammad bin Isḥāq menceritkan kepada kami, keduanya berkata: ‘Alī bin Muslim ath-Thūsī menceritkan kepada kami, ‘Abd-ush-Shamad bin ‘Abd-ul-Wārits menceritkan kepada kami,

Abū ‘Alī al-Ḥusain bin ‘Alī al-Ḥāfizh menceritkan kepada kami, ‘Alī bin al-‘Abbās al-Bajalī, berkata: ‘Abd-ul-Wārits bin ‘Abd-ush-Shamad menuturkan, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, Syu‘bah menceritkan kepada kami dari al-A‘masy, dari Zaid bin Wahb, dari ‘Abdullāh, dia berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Seandainya ada dua orang laki-laki masuk Islam, lalu keduanya memutuskan hubungan, maka salah seorang dari keduanya keluar dari Islam sampai pihak yang memutuskan hubungan, kembali (menyambung tali silaturrahim).” (1161).

Hadits ini shaḥīḥ sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim, dan keduanya tidak meriwayatkannya. ‘Abd-ush-Shamad bin ‘Abd-ul-Wārits bin Sa‘īd orang yang tsiqah ma’mūn. Keduanya sama-sama meriwayatkannya, selain hadits yang dia menyendiri (dalam periwayatannya) dari ayahnya, dari Syu‘bah, dan yang lain.

Catatan:

  1. (116). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “Al-Bukhārī dan Muslim sama-sama meriwayatkan dari yakni ‘Abd-ush-Shamad bin ‘Abd-ul-Wārits hadits yang hanya ‘Abd-ush-Shamad meriwayatkannya dari ayahnya dan Syu‘bah.

    H.R. Abū Nu‘aim (al-Ḥilyah, 4/173); dan al-Bazzār (Kasyf-ul-Atsar, no. 2050).

    Al-Haitsamī (Majma‘-uz-Zawā’id, 8/66) berkata: “Para periwayatnya adalah periwayat shaḥīḥ.”

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *