Mustadrak 31 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (3/8)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 16 - Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, & yang Suka Berkata Kotor
  1. 1.Mustadrak 29 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (1/8)
  2. 2.Mustadrak 30 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (2/8)
  3. 3.Anda Sedang Membaca: Mustadrak 31 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (3/8)
  4. 4.Mustadrak 32 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (4/8)
  5. 5.Mustadrak 33 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (5/8)
  6. 6.Mustadrak 34 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (6/8)
  7. 7.Mustadrak 35 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (7/8)
  8. 8.Mustadrak 36 Bukanlah Seorang Mu’min yang Suka Banyak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji, dan yang Suka Berkata Kotor (8/8)

31 – أَخْبَرَنَاهُ أَبُو الْحُسَنِ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ مَاتِيْ بِالْكُوْفَةِ، ثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْحَاكِمِ الْحِيْرِيُّ، ثَنَا إِسْمَاعِيْلُ بْنُ أَبَانٍ، ثَنَا صَبَاحُ بْنُ يَحْيَى، عَنِ ابْنِ أَبِيْ لَيْلَى، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ إِبْرَاهِيْمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – قَالَ: “الْمُؤْمِنُ لَيْسَ بِالطَّعَّانِ، وَ لَا الْفَاحِشِ، وَ لَا الْبَذِيِّ”.

مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ أَبِيْ لَيْلَى وَ إِنْ كَانَ يُنْسَبُ إِلَى سُوْءِ الْحِفْظِ، فَإِنَّهُ أَحَدُ فُقَهَاءِ الْإِسْلَامِ وَ فَضَلَتِهِمْ، وَ مِنْ أَكَابِرِ أَوْلَادِ الصَّحَابَةِ وَ التَّابِعِيْنَ مِنَ الْأَنْصَارِ – رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ.

31/31. Abul-Ḥusain ‘Alī bin Muḥammad bin Mātī mengabarkannya kepada kami di Kūfah, al-Ḥusain bin al-Ḥākim al-Ḥīrī menceritakan kepada kami, Ismā‘īl bin Abān menceritakan kepada kami, Shabāḥ bin Yaḥyā menceritakan kepada kami dari Ibnu Abī Lailā, dari al-Ḥakam, dari Ibrāhīm, dari ‘Alqamah, dari ‘Abdullāh, bahwa Nabi s.a.w. bersabda: “Orang mu’min bukanlah orang yang suka mencela orang lain, yang suka berbuat keji, dan suka berkata kotor.” (911).

Muḥammad bin ‘Abd-ur-Raḥmān bin Abī Lailā, sekalipun dinisbatkan kepadanya buruk hafalan, tapi dia salah seorang fuqaha’ Islam dan pengikut senior kalangan putra sahabat dan tabi‘in dari kalangan Anshar (yaitu bahwa dia seorang tabi‘ut-tabi‘in senior).

Catatan:

  1. (91). Adz-Dzahabī tidak mengomentarinya dalam at-Talkhīsh.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *