Mustadrak 21 Tidak akan Masuk Surga, Orang yang Tetangganya Tidak Aman Dari Kejahatannya

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

12 – لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

1-12. Tidak akan Masuk Surga, Orang yang Tetangganya Tidak Aman Dari Kejahatannya (Ucapan, Perbuatan atau Sifat Buruknya).

21 – حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوْبَ، ثَنَا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ الْخَوْلَانِيُّ، أَنْبَأَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِيْ ذِئْبٍ،

وَ حَدَّثَنِيْ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ زِيَادٍ، ثَنَا إِسْمَاعِيْلُ بْنُ أَبِيْ أُوَيْسٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِيْ ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – قَالَ: “وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ” قَالُوْا: وَ مَا ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: “جَارٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ” قَالُوْا: وَ مَا بَوَائِقُهُ؟ قَالَ: “شَرُّهُ”.

هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ هكَذَا، إِنَّمَا أَخْرَجَا حَدِيْثَ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – قَالَ: “لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ”.

21/21. Abul-‘Abbās Muḥamamd bin Ya‘qūb menceritakan kepada kami, Baḥr bin Nashr al-Khaulānī menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Ibnu Abī Dzi’b memberitakan kepadaku,

Abū Bakar bin Isḥāq menceritakan kepadaku, al-Ḥasan bin ‘Alī bin Ziyād memberitakan (kepada kami), Ismā‘īl bin Abī Uwais menceritakan kepada kami, Ibnu Abī Dzi’b mengabarkan kepadaku dari Sa‘īd bin Abī Sa‘īd al-Maqburī, dari Abū Hurairah, bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Demi Allah, dia tidak beriman. Demi Allah, dia tidak beriman. Demi Allah, dia tidak beriman.” Para sahabat lalu bertanya: “Apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang tetangganya tidak aman dari kesialannya.” Para sahabat lalu bertanya: “Apakah itu kesialannya?” Nabi menjawab: “Kejahatannya.” (811).

Hadits ini shaḥīḥ sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim, dan keduanya tidak meriwayatkannya seperti ini. Keduanya hanya meriwayatkan hadits Abuz-Zinād dari al-A‘raj, dari Abū Hurairah, dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: (لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ) “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.

Catatan:

  1. (81). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “Dalam ash-Shaḥīḥain diriwayatkan hadits serupa dari al-A‘raj.”
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *