Mustadrak 151 Allah Maha Dermawan Dan Menyukai Kedermawanan (1/5)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 63

63 – إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ، وَ مَعَالِيَ الْأَخْلَاقِ، وَ يُبْغِضُ سَفْسَافَهَا

1-63. Sesungguhnya Allah Maha Dermawan Dan Menyukai Kedermawanan, Menyukai Akhlak yang Mulia, Dan Membenci Akhlak Buruk

151 – حَدَّثَنَا أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوْبَ الْحَافِظُ، ثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ، ثَنَا حَجَّاجُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْقَمَرِيِّ، وَ مَاتَ قَبْلَ ابْنِ وَهْبٍ، ثَنَا أَبُوْ غَسَّانَ الْمَدَنِيُّ، عَنْ أَبِيْ حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – يَقُوْلُ: “إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلَاقِ وَ يَكْرَهُ سَفْسَافَهَا”.

151/151. Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Ya‘qūb al-Ḥāfizh menceritakan kepada kami, al-Ḥasan bin Sufyān asy-Syaibānī menceritakan kepada kami, Muḥammad bin Salamah al-Murādī menceritakan kepada kami, Ḥajjāj bin Sulaimān bin al-Qamarī – orang yang meninggal sebelum Ibnu Wahb – menceritakan kepada kami, Abū Ghassān al-Madanī menceritakan kepada kami dari Abū Ḥāzim, dari Sahl bin Sa‘d as-Sā‘idī, bahwa dia pernah mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Dermawan dan menyukai kedermawanan, menyukai akhlak yang mulia, dan membenci akhlak buruk.” (2121).

Catatan:

  1. (212). Adz-Dzahabī tidak mengomentari hadits ini dalam at-Talkhīsh.
    Al-Munāwī berkata dalam al-Faidh: “Al-Ḥāfizh al-‘Īrāqī berkata setelah menisbatkannya kepada orang yang menyebutkannya, selain Abū Nu‘aim – yaitu ath-Thabrānī dalam al-Kabīr dan al-Ḥākim – “Sanad-nya shaḥīḥ.”
    Al-Ḥaitsamī berkata: “Para periwayat ath-Thabrānī adalah periwayat tsiqah.”

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.