Mustadrak 113 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (7/12)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 53 - Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut
  1. 1.Mustadrak 107 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (1/12)
  2. 2.Mustadrak 108 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (2/12)
  3. 3.Mustadrak 109 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (3/12)
  4. 4.Mustadrak 110 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (4/12)
  5. 5.Mustadrak 111 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (5/12)
  6. 6.Mustadrak 112 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (6/12)
  7. 7.Anda Sedang Membaca: Mustadrak 113 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (7/12)
  8. 8.Mustadrak 114 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (8/12)
  9. 9.Mustadrak 115 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (9/12)
  10. 10.Mustadrak 116 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (10/12)
  11. 11.Mustadrak 117 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (11/12)
  12. 12.Mustadrak 118 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (12/12)

113 – حَدَّثَنَاهُ أَبُو الْحُسَيْنِ عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُكْرَمٍ الْبَزَّارُ بِبَغْدَادَ، ثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ كَزَالٍ، ثَنَا أَبُوْ إِبْرَاهِيْمَ التُّرْجُمَانِيُّ، ثَنَا شُعَيْبُ بْنُ صَفْوَانَ، ثَنَا يُوْنُسُ بْنُ خَبَّابٍ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ زَاذَانَ، عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ الطَّائِيِّ، سَمِعْتُ الْبَرَّاءَ بْنَ عَازِبٍ، أَنَّهُ قَالَ: [ ص: 202 ] خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – فِيْ جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ فَأَتَيْنَا الْقَبْرَ، وَ لَمَّا يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – وَ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَ جَلَسْنَا حَوْلَهُ. ثُمَّ ذَكَرَ الْحَدِيْثَ

يُعَلِّلُ بِهِ هذَا الْحَدِيْثَ، وَ لَيْسَ كَذلِكَ، فَإِنَّ ذِكْرَ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ فِيْ هذَا الْحَدِيْثِ وَهْمٌ مِنْ شُعَيْبِ بْنِ صَفْوَانَ لِإِجْمَاعِ الْأَئِمَّةِ الثِّقَاتِ عَلَى رِوَايَتِهِ، عَنْ يُوْنُسَ بْنِ خَبَّابٍ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ زَاذَانَ، أَنَّهُ سَمِعَ الْبَرَّاءَ.

حَدَّثَنَا بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْتُهُ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نَصْرٍ الْخَلَدِيُّ، إِمْلَاءً بِبَغْدَادَ، ثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ، ثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ زِيَادٍ سَبَلَانُ، ثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ قَالَ: أَتَيْتُ يُوْنُسَ بْنَ خَبَّابٍ، بِمِنَى عِنْدَ الْمَنَارَةِ وَ هُو يَقُصُّ، فَسَأَلْتُهُ عَنْ حَدِيْثِ عَذَابِ الْقَبْرِ فَحَدَّثَنِيْ بِهِ.

113/113. Abul-Ḥusain ‘Abd-ush-Shamad bin ‘Alī bin Makram Muḥammad bin Kazāl menceritakan kepada kami di Baghdād, Ja‘far bin Tarjumānī menceritakan kepada kami, Syu‘aib bin Shafwān menceritakan kepada kami, Yūnus bin Khabbāb menceritakan kepada kami dari Minhāl bin ‘Amr, dari Zadzān, dari Abul-Bakhtarī ath-Thā’ī, bahwa dia pernah mendengar al-Barrā’ bin ‘Āzib berkata: “Kami keluar bersama Rasūlullāh s.a.w. (untuk mengiringi) jenazah seorang laki-laki Anshar, hingga kami tiba di kuburan, tapi liang lahadnya belum selesai digali. Rasūlullāh s.a.w. pun duduk dengan menghadap kiblat. Sedangkan kami duduk di sekeliling beliau.” Selanjutnya dia menyebutkan haditsnya. (1741).

(Orang yang keliru tersebut) barang kali akan menganggap hadits ini ber-‘illat, padahal tidak demikian, karena penyebutan Abul-Bakhtarī dalam hadits ini merupakan kekeliruan dari Syu‘bah bin Shafwān, sebab para periwayat tsiqah telah sepakat bahwa dia (Syu‘bah) meriwayatkan dari Yūnus bin Khabbāb, dari Minhāl bin ‘Amr, dari Zadzān, bahwa dia mendengar al-Barrā’.

Ja‘far bin Muḥammad bin Nashr al-Khāladī menceritakan kepada kami dengan mendikte di Baghdād sesuai ke-shaḥīḥ-an hadits yang telah aku sebutkan, ‘Alī bin ‘Abd-ul-‘Azīz menceritakan kepada kami, Ibrāhīm bin Ziyād Sablān menceritakan kepada kami, ‘Abbād bin ‘Abbād menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku pernah mendatangi Yūnus bin Khabbāb di Minā, di dekat menara, ketika itu dia sedang menuturkan (hadits), lalu aku menanyakan kepadanya tentang hadits siksa kubur, dan dia pun menceritakannya kepadaku.

Catatan:

  1. (174). Lih. hadits no. 112 dan 114.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *