Mustadrak 112 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (6/12)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 53 - Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut
  1. 1.Mustadrak 107 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (1/12)
  2. 2.Mustadrak 108 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (2/12)
  3. 3.Mustadrak 109 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (3/12)
  4. 4.Mustadrak 110 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (4/12)
  5. 5.Mustadrak 111 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (5/12)
  6. 6.Anda Sedang Membaca: Mustadrak 112 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (6/12)
  7. 7.Mustadrak 113 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (7/12)
  8. 8.Mustadrak 114 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (8/12)
  9. 9.Mustadrak 115 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (9/12)
  10. 10.Mustadrak 116 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (10/12)
  11. 11.Mustadrak 117 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (11/12)
  12. 12.Mustadrak 118 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (12/12)

112 – وَ لَهُ شَوَاهِدُ عَلَى شَرْطِهِمَا يُسْتَدَلُّ بِهَا عَلَى صِحَّتِهِ: حَدَّثَنَا أَبُوْ سَهْلٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ النَّحْوِيُّ، بِبَغْدَادَ، وَ أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوْبَ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ، قَالَا: ثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِيْ طَالِبٍ، ثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيْرٍ، ثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِيْ إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: “ذَكَرَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – الْمُؤْمِنَ وَ الْكَافِرَ، ثُمَّ ذَكَرَ طَرَفًا مِنْ حَدِيْثِ الْقَبْرِ”.

فَقَدْ بَانَ بِالْأَصْلِ وَ الشَّاهِدِ صِحَّةُ هذَا الْحَدِيْثِ، وَ لَعَلَّ مُتَوَهِّمًا يَتَوَهَّمُ أَنَّ الْحَدِيْثَ الَّذِيْ: (التالي: )

112/112. Abū Sahl Aḥmad bin Muḥammad bin Ziyād an-Nahwī menceritakan kepada kami di Baghdād, Abul-‘Abbās Muḥammad bin Ya‘qūb (menceritakan) dari kitab aslinya, keduanya berkata: Yaḥyā bin Abī Thālib menceritakan kepada kami, Wahb bin Jarīr menceritakan kepada kami, Syu‘bah menceritakan kepada kami dari Abū Isḥāq, dari al-Barrā’ bin ‘Āzib, dia berkata: “Nabi s.a.w. menjelaskan tentang orang mu’min dan orang kafir, kemudian beliau menjelaskan sebagian isi hadits tentang (siksa) kubur.” (1731).

Berdasarkan hadits aslinya dan syāhid-nya, jelaslah bahwa hadits ini shaḥīḥ. Mungkin orang yang keliru akan menyangkanya hadits (berikut ini):

Catatan:

  1. (173). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “Wahb bin Jarīr meriwayatkannya dari Syu‘bah, dari Abū Isḥāq, dari al-Barrā’, dia berkata: “Nabi s.a.w. menyebutkan tentang orang mu’min dan orang kafir.” Kemudian dia menyebutkan sebagian hadits tentang (siksa) kubur.”
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *