Mustadrak 111 Datangnya Malaikat Maut Ketika Ruh Dicabut (5/12)

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Mustadrak Kitab 1 Bab 53

111 – وَ أَمَّا حَدِيْثُ زَائِدَةَ”، فَحَدَّثَنَا أَبُوْ سَعِيْدٍ عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَنْصُوْرٍ الْعَدْلُ، ثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْفَضْلِ الْبَجَلِيُّ، ثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو الْأَزْدِيُّ، ثَنَا زَائِدَةُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ زَاذَانَ، عَنِ الْبَرَّاءِ قَالَ: صَلَّيْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – عَلَى جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ. فَذَكَرَ حَدِيْثَ الْقَبْرِ بِطُوْلِهِ.

هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، فَقَدِ احْتَجَّا جَمِيْعًا بِالْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو وَ زَاذَانَ أَبِيْ عُمَرَ الْكِنْدِيِّ، وَ فِيْ هذَا الْحَدِيْثِ فَوَائِدُ كَثِيْرَةٌ لِأَهْلِ السُّنَّةِ وَ قَمْعٌ لِلْمُبْتَدِعَةِ وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ بِطُوْلِهِ.

111/111. Abū Sa‘īd ‘Amr bin Muḥammad bin Manshūr al-‘Adl menceritakan kepada kami, Ḥusain bin Fadhl al-Bajalī menceritakan kepada kami, Mu‘āwiyah bin ‘Amr al-Azdī menceritakan kepada kami, Zā’idah menceritakan kepada kami dari al-A‘masy, dari Minhāl bin ‘Amr, dari Zadzān, dari al-Barrā’, dia berkata: “Kami menshalati jenazah laki-laki Anshar bersama Rasūlullāh s.a.w. – dia lalu menuturkan hadits tentang (siksa) kubur yang panjang – ,” (1721).

Hadits ini shaḥīḥ sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim. Keduanya sama-sama berhujjah dengan Minhāl bin ‘Amr dan Zadzān Abū ‘Umar.

Dalam hadits ini terdapat banyak manfaat bagi Ahl-us-Sunnah, sekaligus pukulan telak bagi Ahli Bid‘ah. Tapi keduanya tidak meriwayatkannya dengan redaksinya yang panjang.

Hadits ini juga memiliki beberapa syāhid sesuai syarat al-Bukhārī dan Muslim, yang bisa dijadikan sebagai hujjah atas ke-shaḥīḥ-annya.

Catatan:

  1. (172). Lih. hadits no. 110.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.