Al Mustadrak Bab 81,82 no.197 : Para Wali Allah Adalah Ahli Shalat dan 9 Macam Dosa Besar

Al-MUSTADRAK
(Judul Asli: Al-Mustadraku ‘alash-Shahihain)
Oleh: Imam al-Hakim

Penerjemah: Ali Murtadho
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

18 – إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ الْمُصَلُّوْنَ

1-81. Sesungguhnya para wali adalah ahli shalat;

dan

28 – الْكَبَائِرُ تِسْعٌ

1-82. Dosa-dosa (besar) itu ada sembilan.

791 – حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ كَامِلٍ الْقَاضِي إِمْلَاءً، ثَنَا أَبُوْ قِلَابَةَ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثَنَا مُعَاذُ بْنُ هَانِئٍ، ثَنَا حَرْبُ بْنُ شَدَّادٍ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِيْ كَثِيْرٍ، عَنْ عَبْدِ الْحَمِيْدِ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِيْهِ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ – وَ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ – أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – قَالَ فِيْ حَجَّةِ الْوَدَاعِ: “أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ الْمُصَلُّوْنَ مَنْ يُقِيْمُ – الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ الَّتِيْ كُتِبَتْ عَلَيْهِ، وَ يَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَ يَحْتَسِبُ صَوْمَهُ يَرَى أَنَّهُ عَلَيْهِ حَقٌّ، وَ يُعْطِيْ زَكَاةَ مَالِهِ يَحْتَسِبُهَا، وَ يَجْتَنِبُ الْكَبَائِرَ الَّتِيْ نَهَى اللهُ عَنْهَا”، ثُمَّ إِنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا الْكَبَائِرُ؟ فَقَالَ: “هِيَ تِسْعٌ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَ قَتْلُ نَفْسِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ، وَ فِرَارٌ يَوْمَ الزَّحْفِ، وَ أَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَ أَكْلُ الرِّبَا، وَ قَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ الْمُسْلِمَيْنِ، وَ اسْتِحْلَالُ الْبَيْتِ الْحَرَامِ قِبْلَتِكُمْ أَحْيَاءً وَ أَمْوَاتًا”، ثُمَّ قَالَ: “لَا يَمُوْتُ رَجُلٌ لَمْ يَعْمَلْ هؤُلَاءِ الْكَبَائِرَ، وَ يُقِيْمُ الصَّلَاةَ، وَ يُؤْتِي الزَّكَاةَ إِلَّا كَانَ مَعَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – فِيْ دَارٍ أَبْوَابُهَا مَصَارِيْعُ مِنْ ذَهَبٍ”.
قَدِ احْتَجَّا بِرُوَاةِ هذَا الْحَدِيْثِ غَيْرَ عَبْدِ الْحَمِيْدِ بْنِ سِنَانٍ، فَأَمَّا عُمَيْرُ بْنُ قَتَادَةَ فَإِنَّهُ صَحَابِيٌّ، وَ ابْنُهُ عُبَيْدٌ مُتَّفَقٌ عَلَى إِخْرَاجِهِ وَ الْاِحْتِجَاجِ بِهِ.

197. Abū Bakar Aḥmad bin Kāmil al-Qādhī menceritakan kepada kami secara imlā’, Abū Qilābah ‘Abd-ul-Mālik bin Muḥammad menceritakan kepada kami, Mu‘ādz bin Hānī‘ menceritakan kepada kami, Ḥarb bin Syaddād menceritakan kepada kami, Yaḥyā bin Abī Katsīr menceritakan kepada kami, dari ‘Abd-ul-Ḥamīd bin Sinān, dari ‘Ubaid bin ‘Umair, dari ayahnya, dia menceritakan kepadanya, dan dia seorang sahabat, bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda pada haji Wadā‘: Ketahuilah bahwa para wali Allah adalah ahli shalat, yaitu orang-orang yang menunaikan shalat lima waktu yang diwajibkan, berpuasa pada bulan Ramadhān, mengharap pahala dari puasanya karena menganggap perbuatannya benar, memberikan zakat hartanya dengan meniatkan ibadah, dan menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang.”

Seorang laki-laki lalu bertanya kepada beliau: “Wahai Rasūlullāh, apakah itu dosa-dosa besar?” Beliau menjawab: Ada sembilan (macam dosa besar, yaitu): menyekutukan Allah, membunuh jiwa seorang mu’min tanpa alasan yang benar, lari dari medan perang, memakan harta anak yatim, memakan riba, menuduh wanita baik-baik melakukan zina, durhaka kepada kedua orang tua yang beragama Islam, dan menghalalkan al-Bait-ul-Ḥarām yang merupakan qiblat kalian (untuk melakukan perbuatan dosa) bagi yang masih hidup maupun yang sudah mati.”

Nabi s.a.w. lalu bersabda:Tidak seorang pun meninggal tanpa melakukan dosa-dosa besar tersebut, sembari menunaikan shalat, dan menunaikan zakat, kecuali dia akan bersama Nabi s.a.w. di istana yang daun pintu-pintunya terbuat dari emas.” (2581).

Al-Bukhārī dan Muslim berhujjah dengan para periwayat hadits ini, kecuali ‘Abd-ul-Ḥamīd bin Sinān. ‘Umair bin Qatādah adalah seorang sahabat, sedangkan anaknya (‘Ubaid) adalah orang yang telah disepakati untuk diriwayatkan (haditsnya) dan dijadikan hujjah.

Catatan:

  1. (258). Adz-Dzahabī berkata dalam at-Talkhīsh: “ ‘Umair bin Qatādah adalah seorang sahabat. Al-Bukhārī dan Muslim tidak berḥujjah dengan ‘Abd-ul-Ḥamīd. Menurutku, karena statusnya yang majhūl, tapi dia dinilai tsiqah oleh Ibnu Ḥibbān.”

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.