Al-Mu’jam-ash-Shaghir – Yang Bernama Ahmad (14/208): Kisah Gubernur Baitul Maqdis Dengan Tanaman Jewawut dan Kudanya

Al-Mu‘jam-ush-Shaghīr
(Judul Asli: Al-Muhalla)
Oleh: Abul-Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani

Penerjemah: Anshari Taslim
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Al-Mu'jam-ush-Shaghir Bab Alif - Yang Bernama Ahmad

رقم الحديث: 41
(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْخَشَّابُ الرَّقِّيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ جُنَادٍ الْحَلَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ مُسْلِمٍ الْخَفَّافُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَوْذَبٍ، عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَبِيْ عَبْلَةَ، عَنْ رَوْحِ بْنِ زِنْبَاعٍ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى تَمِيْمٍ الدَّارِيِّ، وَ هُوَ أَمِيْرٌ عَلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ، وَ هُوَ يُنَقِّي لِفَرَسِهِ شَعِيْرًا، فَقُلْتُ لَهُ: “أَيُّهَا الْأَمِيْرُ، أَمَا كَانَ لَكَ مَنْ يَكْفِيْكَ هذَا؟، فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، يَقُوْلُ: مَنْ نَقَّى لِفَرَسٍ شَعِيْرًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، ثُمَّ قَامَ بِهِ حَتَّى يُعَلِّقَهُ عَلَيْهِ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ شَعِيْرَةٍ حَسَنَةً”، لَمْ يَرْوِهِ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَبِيْ عَبْلَةَ، إِلَّا ابْنُ شَوْذَبٍ، وَ لَا عَنِ ابْنِ شَوْذَبٍ، إِلَّا عَطَاءُ بْنُ مُسْلِمٍ، تَفَرَّدَ بِهِ عُبَيْدُ بْنُ جُنَادٍ.

  1. Aḥmad bin Isḥāq al-Khasysyāb ar-Raqqī (711) menceritakan kepada kami, ‘Ubaid bin Junād al-Ḥalabī menceritakan kepada kami, ‘Athā’ bin Muslim al-Khaffāf menceritakan kepada kami, dari ‘Abdullāh bin Syaudzab, dari Ibrāhīm bin Abī ‘Ablah, dari Rauḥ bin Zinbā‘ yang berkata: Aku masuk menemui Tamīm ad-Dārī yang waktu itu menjadi gubenur di Baitul-Maqdis. Waktu itu dia sedang membersihkan biji jewawut -(biji sekui, jelui, jaba atau jawa, istilah di nusantara untuk tanaman tsb)-ed untuk makan kudanya, aku berkata padanya: “Wahai Amīr (gubernur), tidakkah ada orang yang bisa membantu anda mengerjakan itu?” Dia menjawab: “Aku mendengar Rasūlullāh s.a.w. bersabda: Siapa yang membersihkan jewawut untuk kudanya di jalan Allah maka Allah akan menuliskan satu kebaikan untuk setiap biji jewawut itu.

Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini dari Ibrāhīm bin Abī Ablah kecuali Ibnu Syaudzab, dan tidak ada pula yang meriwayatkannya dari Ibnu Syaudzab kecuali ‘Athā’ bin Muslim, hanya ‘Ubaid bin Junād yang meriwayatkannya.

Isnād: Dalam sanad-nya ada yang tidak saya temukan biografinya, tapi hadits ini sendiri diriwayatkan oleh Ibnu Mājah dengan redaksi yang mirip dengan ini, tapi dalam sanad-nya para perawi yang majhūl. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Zanjawaih dan Al-Ḥakīm dalam al-Kunā dari Tamīm secara ringkas. (722).

Catatan:

  1. (71). Dalam Ghāyat-un-Nihāyah disebutkan: “Dia meriwayatkan qiraat dari Aḥmad bin Mubārak at-Tammār, dari Sulaim. Yang membaca kepadanya adalah Muḥammad bin ‘Alī ar-Raqqī guru al-Kattānī (1/39).
  2. (72). Sunanu Ibni Mājah (2/2891).

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.