Al-Mu’jam-ash-Shaghir 2 – Yang Bernama Ahmad (2/208)

Cover Buku al-Mu'jam ash-Shaghir ath-Thabrani

Al-Mu‘jam-ush-Shaghīr
(Judul Asli: Al-Muhalla)
Oleh: Abul-Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani

Penerjemah: Anshari Taslim
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Al-Mu'jam-ush-Shaghir Bab Alif - Yang Bernama Ahmad

رقم الحديث: 2
(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيْمِ أَبُوْ زَيْدٍ الْحَوْطِيُّ، بِجَبَلَةَ سَنَةَ تِسْعٍ وَ سَبْعِيْنَ وَ مِائَتَيْنِ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى الْأَطْرَابُلُسِيُّ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيْدِ بْنِ ذِيْ حِمَايَةَ، عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَامِعٍ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ أَبِيْ سُلَيْمَانَ، عَنْ إِبْرَاهِيْمَ النَّخَعِيِّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، قَالَ لِرَجُلٍ: “أَنْتَ وَ مَالُكَ لِأَبِيْكَ”، لَا يُرْوَى عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ، إِلَّا بِهذَا الْإِسْنَادِ تَفَرَّدَ بِهِ ابْنُ ذِيْ حِمَايَةَ، وَ كَانَ مِنْ ثِقَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ
.

  1. Aḥmad bin ‘Abd-ur-Raḥīm Abū Zaid al-Ḥauthī (371) menceritakan kepada kami di Jabalah, pada tahun 279 H, ‘Alī bin ‘Ayyāsy menceritakan kepada kami, Mu‘āwiyah bin Yaḥyā al-Athrābulusī menceritakan kepada kami, Ibrāhīm bin ‘Abd-ul-Ḥamīd bin Dzi Ḥimāyah menceritakan kepada kami, dari Ghailān bin Jāmi‘, dari Ḥammād bin Abī Sulaimān, dari Ibrāhīm an-Nakha‘ī, dari ‘Alqamah bin Qais, dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd r.a., bahwa Nabi s.a.w. berkata kepada seorang laki-laki: Kamu dan hartamu adalah miliki ayahmu.”

Tidak ada yang meriwayatkannya dari Ibnu Mas‘ūd dengan Isnād ini, kecuali Ibnu Dzī Ḥimāyah, dia bersendirian dalam meriwayatkannya dan dia termasuk orang muslim yang tsiqah (adil dan mampu meriwayatkan).

Isnād: al-Haitsamī mengatakan: “Ath-Thabrānī meriwayatkannya dalam ketiga mu‘jamnya. Dalam sanad-nya ada Ibrāhīm bin ‘Abd-ul-Ḥamīd bin Dzī Ḥimāyah, saya belum menemukan biografinya, sedangkan perawi lainnya adalah tsiqah.” (382). Saya katakan, al-Bukhārī mengisyaratkan ke-dha‘īf-an hadits ini. (393).

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan:

  1. (37). Dia adalah Aḥmad bin ‘Abdullāh bin ‘Abd-ur-Raḥīm al-Barqī al-Ḥāfizh. Dia biasa mendengar dari ‘Amr bin Abī Salamah dan para ulama yang semasa dengannya, salah satunya adalah saudara Abū Salamah tersebut. Dia punya kitab Ma‘rifat-ush-Shaḥābah yang diriwayatkan oleh Aḥmad bin ‘Alī al-Madā’inī darinya. Aḥmad bin ‘Abdullāh ini temasuk seorang hafizh yang teliti, dia ditendang oleh hewan kendaraannya sendiri di bulan Ramadhān yang membuatnya meninggal dunia pada tahun 270 H., semoga Allah merahmatinya. Ath-Thabrānī di sini melalukan kesalahan penyebutan nama, dan dia meriwayatkan dari Aḥmad ini banyak hadits. Semua itu adalah salah sebut nama karena sebenarnya yang dia maksud adalah saudaranya Aḥmad ini yang bernama ‘Abd-ur-Raḥīm bin ‘Abdullāh, tapi ath-Thabrānī mengira ‘Abd-ur-Raḥīm inilah yang bernama Aḥmad. Lihat Tadzkirat-ul-Ḥuffāzh 2/570. Mu‘jam-ul-‘Udabā’ 3/102, an-Nubalā’ 13/153.
  2. (38). Al-Mu‘jam 4/154, al-Kabīr 10/99, dia mengisyaratkan pernyataan ath-Thabrānī tentang Ibrāhīm bin ‘Abd-ul-Ḥamīd yang dianggapnya sebagai orang yang tsiqah. Al-Bukhārī menyebut biografinya dalam at-Tārīkh-ul-Kabīr.
  3. (39). Faidh-ul-Qadīr 3/50.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *