Hati Senang

3-2-5,6,7 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Bidāyat-ul-Mujtahid
Oleh: Ibnu Rusyd

Penerjemah: Beni Sarbeni, ‘Abdul Hadi, Zuhdi.
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Buku 1

Rangkaian Pos: 003-2 Hukum Darah Yang Keluar Dari Rahim - Bidayat-ul-Mujtahid
  1. 1.3-2-1 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid
  2. 2.3-2-2,3,4 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid
  3. 3.Anda Sedang Membaca: 3-2-5,6,7 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Catatan:

  1. 103). Shaḥīḥ. HR. al-Bukhārī (268), Abū Dāūd (307), an-Nasā’ī (1/186), Ibnu Mājah (647), ad-Dārimī (1/234, 235), ad-Dāruquthnī (1/219), ath-Thabrānī (25/119, 151, 152 dan 153), serta al-Baihaqī (1/337).
  2. 104). Shaḥīḥ. HR. Mālik dalam al-Muwaththa’ (1/59 dan 128), serta dari jalur Mālik diriwayatkan oleh al-Baihaqī (1/335). Al-Albānī dalam Irwa’-ul-Ghalīl (1/218) berkata: “Hadits shaḥīḥ.”
  3. 105). Shaḥīḥ. HR. Abū Dāūd (286 dan 304), an-Nasā’ī (1/185), ad-Dāruquthnī (1/206, dan 207), dinilai shaḥīḥ oleh al-Albānī (1/174) dan disepakati oleh adz-Dzahabī. Ini adalah potongan hadits Fāthimah binti Abī Ḥubaisy yang telah dijelaskan.
  4. 106). Takrīj-nya telah disebutkan.
  5. 107). Takrīj-nya telah disebutkan.
  6. 108). Takrīj-nya telah disebutkan.
  7. 109). Ḥasan. HR. Abū Dāūd (287), at-Tirmidzī (128), Ibnu Mājah (622 dan 627), Aḥmad (4/39), al-Ḥākim (1/172), dan dinilai ḥasan oleh al-Albānī dalam Shaḥīḥ-ut-Tirmidzī.
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas