Hati Senang

3-2-1 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Bidāyat-ul-Mujtahid
Oleh: Ibnu Rusyd


Penerjemah: Beni Sarbeni, ‘Abdul Hadi, Zuhdi.
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Buku 1

Rangkaian Pos: 003-2 Hukum Darah Yang Keluar Dari Rahim - Bidayat-ul-Mujtahid
  1. 1.Anda Sedang Membaca: 3-2-1 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid
  2. 2.3-2-2,3,4 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid
  3. 3.3-2-5,6,7 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Catatan:

  1. 100). Takhrīj-nya akan dijelaskan kemudian. Hadits ini adalah penggalan dari hadits Fāthimah binti Abī Ḥubaisy.
  2. 101). Muttafaq ‘Alaih. HR. al-Bukhārī (228, 306, 320, 325, dan 331), Muslim (333), Abū Dāūd (282 dan 298), at-Tirmidzī (125), an-Nasā’ī (1/181, 185, 186), Ibnu Mājah (624), serta Aḥmad (4/42, 137, 194, 204 dan 262).
  3. 102). Shaḥīḥ. HR. Abū Dāūd (274, 275, 276, 277 dan 278), an-Nisā’ī dalam al-Kubrā (214), Aḥmad (4/230 dan 293), Mālik dalam al-Muwaththa’ (136), ad-Dārimī (1/221), Ibn-ul-Jarūd (113), ad-Dāruquthnī (1/207, 217), Abū Ya‘lā (6894), ath-Thabrānī (23/583, 649, 918, 919 dan 920), al-Baihaqī (1/333 dan 334), serta dinilai shaḥīḥ oleh al-Albānī dalam Shaḥīḥ Abī Dāūd.
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas