1-14 Seluruh Semesta Adalah Kegelapan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

AL-ḤIKAM
IBN ‘ATHĀ’ILLĀH
(Diterjemahkan dari: Ḥikamu Ibni ‘Athā’illāh: Syarḥ-ul-‘Ārif bi Allāh Syaikh Zarrūq)

Ulasan al-‘Arif Billah
Syekh Ahmad Zarruq

Penerjemah: Fauzi Bahreisy dan Dedi Riyadi
Penerbit: Qalam (PT Serambi Semesta Distribusi).

Catatan:

  1. 28). Diriwayatkan oleh Imām Aḥmad dari Abū Sa‘īd, juga oleh Bazzār dari Syuraik, ath-Thabrānī dalam al-Kabīr dari Abū Mūsā r.a. bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Tidak akan masuk surga siapa pun kecuali karena rahmat Allah, tidak pula aku, kecuali jika aku mendapatkan curahan rahmat-Nya.
  2. 29). Dalam manuskrip yang lain at-tafrīd, bukan at-tajrīd.
  3. 30). Q.S. az-Zumar [39]: 62.
  4. 31). Q.S. al-Fajr [89]: 14.
  5. 32). Q.S. an-Nūr [24]: 39.
  6. 33). H.R. Bukhārī dan Muslim dari Abū Hurairah bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Allah berfirman: “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku, Aku pun mengingatnya dalam Jiwa-Ku, dan Jika dia menyebut-Ku di tengah khalayak, Aku menyebutnya di tengah khalayak yang lebih baik daripada mereka. Dan jika ia mendekati-Ku sejengkal, Aku mendekatinya satu hasta, dan jika ia mendekati-Ku satu hasta, Aku mendekatinya satu depa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, Aku mendatanginya dengan bersederap”.
  7. 34). Hadits ini diriwayatkan oleh Imām Muslim r.a.: “Seorang hamba-Ku berbuat dosa maka ia berkata: “Ya Allah ampunilah dosaku. Maka, Allah berfirman: “Hamba-Ku berbuat dosa dan kemudian menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum akibat dosa (maka ia diampuni), kemudian ia kembali dan melakukan dosa dan ia berkata: wahai Tuhan, ampunilah dosaku.” Maka Allah berfirman: “Hamba-Ku berbuat dosa dan kemudian menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum akibat dosa (maka ia diampuni), kemudian ia kembali dan melakukan dosa dan ia berkata: “wahai Tuhan, ampunilah dosaku”. Maka Allah berfirman: “Hamba-Ku berbuat dosa dan kemudian menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum akibat dosa (maka ia diampuni), kemudian ia kembali dan melakukan dosa dan ia berkata: “wahai Tuhan, ampunilah dosaku.” Maka Allah berfirman: “Hamba-Ku berbuat dosa dan kemudian menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan kemudian menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum akibat dosa (maka ia diampuni), berbuatlah sekehendakmu maka kau telah diampuni.

    ‘Abd-ul-A‘lā mengatakan: “Aku tidak tahu, apakah beliau mengatakan “berbuatlah sesukamu” itu pada kali yang ketiga atau yang keempat.”

    Dari riwayat al-Bukhārī: “Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa maka ia berkata: “Tuhan, aku telah melakukan dosa maka ampunilah aku.” Tuhannya berkata: “Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa karena dosa itu, maka Aku mengampuni hamba-Ku itu” Kemudian ia berucap Mā Syā’ Allāh. Lalu ia kembali melakukan dosa dan berkata: “Tuhanku, aku melakukan dosa yang lain maka ampunilah aku.” Tuhan berkata: “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa akibat dosa itu maka Aku mengampuni hamba-Ku”. Lalu ia berucap Mā Syā’ Allāh. Lalu ia melakukan dosa yang lain dan berkata: “Tuhanku, aku melakukan dosa yang lain maka ampunilah aku.” Dia berfirman: “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa karena dosa. Maka, Aku mengampuninya, tiga kali. Maka, lakukanlah apa yang ia kehendaki.” (H.R. Bukhārī, Muslim, dan an-Nasā’ī).

  8. 35). Q.S. al-‘Ankabūt [29]: 52.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keluarga Besar Majlis Dzikir Hatisenang Mengucapkan
Selamat Hari Raya 'Id-ul-Fithri 1440 H
close-link
Lewat ke baris perkakas