Syarah Hikmah Ke-98 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-98

 

حَظُّ النَّفْسِ فِي الْمَعْصِيَةِ ظَاهِرٌ حَلِيٌّ وَ حَظُّهَا فِي الطَّاعَةِ بَاطِنٌ خَفِيٌّ وَ مُدَاوَاةُ مَا يَخْفَى صَعْبٌ عِلَاجُهُ.

Andil nafsu dalam melakukan maksiat itu tampak jelas. Sedangkan andilnya dalam perbuatan taat itu samar tersembunyi. Dan mengobati yang tersembunyi itu amat sukar sekali untuk menyembuhkannya.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

حَظُّ النَّفْسِ فِي الْمَعْصِيَةِ ظَاهِرٌ حَلِيٌّ.

Andil nafsu dalam melakukan maksiat itu tampak jelas.

Kehendak nafsu ammarah untuk selalu mengajak kepada perbuatan maksiat itu sudah menjadi sesuatu yang tampak jelas dan tidak samar lagi bagimu.

وَ حَظُّهَا فِي الطَّاعَةِ بَاطِنٌ خَفِيٌّ.

Sedangkan andilnya dalam perbuatan taat itu samar tersembunyi.

Sedangkan kehendak nafsu dalam mengajak melakukan ketaatan itu samar.

Tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang terbuka mata hatinya, sebab dalam melaksanakan ketaatan itu terdapat masyaqqah (kesulitan yang amat sangat), maka ketika nafsumu mengajak melakukan ketaatan, lihatlah dengan seteliti mungkin. Karena, terkadang zhāhirnya mengajak berbuat taat dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan bathinnya bertujuan agar disebut sebagai orang yang shalih. Agar supaya bentuk ketaatannya itu menjadikan terkenal, supaya semakin banyak orang yang menyenangimu, padahal kesemuanya ini bisa menjadikan batalnya ‘amal ‘ibādah yang kau lakukan.

وَ مُدَاوَاةُ مَا يَخْفَى صَعْبٌ عِلَاجُهُ.

Dan mengobati yang tersembunyi itu amat sukar sekali untuk menyembuhkannya.

Sesuatu yang tersembunyi itu lebih sulit untuk diobati.

Oleh karena itu, orang yang mata hatinya terjaga selalu waspada dengan hawa nafsunya, maka ketika ia condong untuk melakukan ketaatan, orang-orang ahli bashā’ir memandangnya dengan penuh kewaspadaan.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.