Syarah Hikmah Ke-81 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-81

 

الْغَافِلُ إِذَا أَصْبَحَ يَنْظُرُ مَاذَا يَفْعَلُ وَ الْعَاقِلُ يَنْظُرُ مَاذَا يُفْعَلُ اللهُ بِهِ.

Seseorang yang lupa (dalam tauḥīdnya bahwa segala sesuatu itu berjalan menurut ketentuan taqdīr Allah) jika pagi hari dia bingung dengan apa yang dilakukan. Sedangkan seorang yang sempurna akal tauḥīdnya memikirkan apakah yang akan ditaqdirkan oleh Allah baginya hari ini.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

الْغَافِلُ إِذَا أَصْبَحَ يَنْظُرُ مَاذَا يَفْعَلُ.

Seseorang yang lupa (dalam tauḥīdnya bahwa segala sesuatu itu berjalan menurut ketentuan taqdīr Allah) jika pagi hari dia bingung dengan apa yang dilakukan.

Seorang yang lupa akan tauḥīd, qadhā’ dan qadar Allah, ketika bangun pagi, di dalam hatinya berkata: “Apa yang akan aku lakukan pagi ini?”

 

وَ الْعَاقِلُ يَنْظُرُ مَاذَا يُفْعَلُ اللهُ بِهِ.

Sedangkan seorang yang sempurna akal tauḥīdnya memikirkan apakah yang akan ditaqdīrkan oleh Allah baginya hari ini.

Adapun orang yang tidak melupakan tauḥīd serta tidak melupakan taqdīr Allah, maka ketika bangun tidur, ia bergumam: “Apa yang hendak ditaqdīrkan Allah atasku?”

Neraca inilah yang bisa digunakan oleh seorang murīd untuk mengetahui keadaan dirinya. Bisikan hati yang pertama kali berada pada diri seorang murīd, maka itulah neraca atau timbangan tauḥīdnya.

Ketika seorang murīd mengawali pekerjaannya, jika merasa bahwa itu semua atas daya kekuatan dirinya dan kehendak dirinya, berarti ia sudah putus-asa dari Allah dan jauh dari-Nya, sehingga ketauḥīdannya menjadi tidak sempurna. Jika ketika mengawali pekerjaannya ia merasa bahwa semua itu atas kehendak dan pertolongan Allah, berarti ia wushūl kepada Allah.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.