Syarah Hikmah Ke-60 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-60

 

الْحُزْنُ عَلَى فُقْدَانِ الطَّاعَةِ مَعَ عَدَمِ النُّهُوْضِ إِلَيْهَا مِنْ عَلَامَاتِ الْاِغْتِرَارِ.

Sedih lantaran kehilangan kesempatan berbuat ketaatan tanpa disertai upaya untuk bangkit mengerjakannya merupakan salah satu tanda ketertipuan.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

الْحُزْنُ عَلَى فُقْدَانِ الطَّاعَةِ مَعَ عَدَمِ النُّهُوْضِ إِلَيْهَا مِنْ عَلَامَاتِ الْاِغْتِرَارِ.

Sedih lantaran kehilangan kesempatan berbuat ketaatan tanpa disertai upaya untuk bangkit mengerjakannya merupakan salah satu tanda ketertipuan.

Bersedih hati lantaran kehilangan kesempatan berbuat ketaatan namun tidak bergegas melakukan ketaatan adalah termasuk tanda orang yang terkena tipu-daya nafsu dan syaithān. Bersedih yang murni adalah segera bergegas melakukan ketaatan dan menangisi kesempatan berbuat taat yang telah terlewat.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *