Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir As-Sa’di (1/3)

سُوْرَةُ الْمَعَارِجِ TAFSIR SURAT AL-MA‘ĀRIJ (Tempat-tempat Naik) Surat ke-70: 44 ayat Makkiyyah   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang   سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ. لِّلْكَافِريْنَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ. مِّنَ اللهِ ذِي الْمَعَارِجِ. تَعْرُجُ الْمَلآئِكَةُ وَ الرُّوْحُ إِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ. فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا. إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيْدًا. وَ نَرَاهُ قَرِيْبًا. 70: 1. Seorang peminta telah meminta kedatangan ‘adzab yang…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (4/4)

“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang”; Aku bersumpah demi Tuhan Pemilik dan Penguasa tempat terbit dan tempat terbenamnya matahari, bulan dan bintang-bintang, “sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka”; sungguh Kami mampu membinasakan mereka dan mengganti mereka dengan sekelompok orang yang lebih utama dan lebih taat kepada Kami daripada mereka. “dan Kami sekali-kali…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (3/4)

Kemudian Allah menjelaskan watak asal manusia, yaitu sangat tamak untuk mengumpulkan harta benda: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”; manusia berwatak asli keluh-kesah, tidak sabar terhadap musibah dan tidak bersyukur atas ni‘mat. ‘Ulamā’ tafsir berkata: “Yakni sangat tamak dan sedikit sabar.” (771) Yang dimaksudkan adalah manusia secara umum. Buktinya, ada pengecualian selanjutnya. Kemudian Allah menjelaskannya dengan firman: “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah”; jika dia ditimpa sesuatu yang…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (2/4)

Tinjauan Bahasa (الْمَعَارِجِ): tempat naik dan tangga untuk naik seseorang menuju langit. Termasuk arti ini adalah kata Mi‘rāj Nabi Muḥammad s.a.w. (الْمُهْلِ): tembaga yang meleleh dan mencair. (الْعِهْنِ): bulu yang ada gambarnya, (فَصِيْلَتِهِ): kelompok asal nasab. (لَظَى): nama Jahannam. Disebut demikian sebab apinya menyala-nyala. (الشَّوَى): kulit kepala, berbentuk jama‘ (758) (هَلُوْعًا): banyak mengeluh dan bosan. Abū…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (1/4)

070 SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ   Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Ma‘ārij termasuk kelompok surat Makkiyyah yang menitik-beratkan kaidah-kaidah Islam. Surat ini berbicara mengenai hari kiamat dan praharanya dan akhirat yang diikuti fenomena kehidupan keberuntungan dan kecelakaan, kehidupan peristirahatan bahagia dan keletihan karena siksa. Selain itu juga berbicara tentang keadaan orang mu’min dan orang yang durhaka di negeri pembalasan dan keabadian. Inti surat ini adalah berbicara mengenai kafir Makkah dan sikap keingkaran mereka terhadap hari…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Wasith (3/3)

ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN RISALAH NABAWIYYAH. Kaum kafir yang mendustakan da‘wah Nabi s.a.w. begitu cepat fanatisme mereka kepada kekafiran dan sesembahan-sesembahan batu berupa patung dan berhala. Maka Allah mengancam mereka dengan penghancuran dan pembinasaan, kemudian memerintahkan Rasūl-Nya untuk berpaling dari mereka hingga hari kiamat, hari ketika pandangan mata mereka tertunduk ke bawah, mereka diliputi oleh kehinaan dan kerendahan, juga disebabkan oleh pendustaan mereka terhadap hari kiamat. Ahli tafsir berkata:…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Wasith (2/3)

TABIAT MANUSIA DAN SOLUSINYA   Betapapun telah disampaikan kengerian hari kiamat yang mengisyaratkan berbagai bentuk ‘adzab terpedih, manusia tetap melawan dengan tabiat dan kecenderungannya kepada keburukan, disebabkan sifat keluh-kesah, kikir dan bakhil yang mengantarkan dirinya kepada kejahatan. Akan tetapi, meluruskan insting dan memperbaiki tabiat adalah tindakan yang bisa dilakukan. Sangat mungkin untuk melatih akhlak dan solusi berikut dengan hikmah dan perjuangan, serta di bawah naungan perhargaan terhadap nurani, demi keselamatan…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Wasith (1/3)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ ANCAMAN BERUPA ‘ADZAB AKHIRAT Kaum musyrikin adalah orang-orang bodoh, mereka meminta diturunkannya ‘adzab di dunia dan meminta disegerakannya ‘adzab akhirat, sebagai bentuk tantangan, olok-olok dan pembangkangan, betapa pun al-Qur’an telah memberitahukan di‘adzabnya umat-umat sebelum mereka, yaitu orang-orang yang lebih hebat kekuatan pembangkangan, kekayaan dan kekuasaannya daripada mereka. Maka datanglah peringatan lain dari langit yang…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Munir – az-Zuhaili (7/7)

Tafsir dan Penjelasan. “Maka mengapakah orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muḥammad), dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?” (al-Ma‘ārij [70]: 36-37). Bagaimana mereka, orang-orang kafir itu di sekelilingmu, wahai Nabi, mengapa mereka bergegas menuju kekufuran, pendustaan dan mengejekmu? Mereka, di samping kanan dan di samping kiri Nabi berkelompok-kelompok, terpecah-pecah, berlari dari Nabi, memisahkan diri darinya. Sebagaimana firman Allah s.w.t.: “Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?…