Muqaddimah – Nur-uzh-Zhalam – Syarah ‘Aqidat-ul-‘Awam

نُوْرُ الظَّلَامِ
Nūr-uzh-Zhalām
Penerang kegelapan
Oleh: Syaikh Nawawī al-Bantānī

 
Syarah sya‘ir ‘Aqīdat-ul-‘Awām
Karya: Syaikh as-Sayyid Aḥmad Marzūqī al-Mālikī.
 
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
Oleh: Team terjemah Pustaka Mampir

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمِ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْعِرْفَانِ وَ أَكْرَمَهُمْ مِنْ مَزِيْدِ فَضْلِهِ بِرُؤْيَتِهِ فِي الْجِنَانِ.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ni‘mat-Nya kepada hamba-hambaNya yang beriman dengan kearifan dan memuliakan mereka berupa limpahan anugrah-Nya dengan melihat-Nya di surga.

وَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَاحِبُ أَعْلَى الْمَقَامِ.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Merajai lagi Maha Mengetahui, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kita Muḥammad adalah hamba-Nya dan Rasūl-Nya pemilik maqam tertinggi.

وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى مَنْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْأَنَامِ إِذْ لَوْ لَاهُ لَكَانَتْ أَحْوَالُهُمْ أَقْبَحُ مِنَ الْأَنْعَامِ وَ عَلَى آلِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ وَ أَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الظَّلَامِ وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمٍ تَنْطِقُ جَمِيْعُ الْأَعْضَاءِ وَ يَبْكَمُ فِيْهِ اللِّسَانُ.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada orang yang diutus-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia, sebab seandainya ia (Muḥammad) tidak ada, maka pastilah tingkah laku manusia lebih buruk dari pada hewan, dan atas keluarganya yang baik-baik (perbuatannya) lagi mulia, atas para sahabatnya yang menjadi lampu-lampu kegelapan (petunjuk) dan para pengikut mereka dengan berbuat baik sampai pada hari di mana semua anggota tubuh (dapat) berbicara dan lisan menjadi bisu.

صَلَاةً وَ سَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ مَا دَامَتِ الْأَوْقَاتُ وَ الْأَوَانُ.

Dengan kesejahteraan dan kesalamatan yang selamanya langgeng sepanjang waktu dan masa.

(أَمَّا بَعْدُ) فَيَقُوْلُ الْفَقِيْرُ لِغُفْرَانِ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ لِكَثْرَةِ الذُّنُوْبِ وَ الْأَوْزَارِ مُحَمَّدٌ نَوَوِيٌّ الشَّافِعِيُّ هذَا شَرْحٌ مُنِيْفٌ وَ فَتْقٌ ظَرِيْفٌ عَلَى الْمَنْظُوْمَةِ الْمُلَقَّبَةِ بِعَقِيْدَةِ الْعَوَامِّ لِلشَّيْخِ الْعَالِمِ اللَّوْذَعِي السَّيِّدِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِي الْمَالِكِيْ.

(Adapun setelah itu) maka berkata al-Fāqir (orang yang membutuhkan) ampunan Yang Maha Mulia lagi Perkasa karena banyaknya dosa, yaitu Muḥammad Nawawī asy-Syāfi‘ī (pengikut madzhab Syāfi‘ī): “Ini adalah kitab syaraḥ (penjelasan) yang tinggi nilainya dan seberkas yang indah (pembahasannya) atas kitab nazham yang terkenal dengan sebutan ‘Aqīdat-ul-‘Awām yang ditulis oleh asy-Syaikh al-‘Ālim al-Laudza‘ī as-Sayyid Ahmad al-Marzūqī al-Mālikī (bermadzhab Mālikī).

(وَ سَمَّيْتُهُ نُوْرُ الظَّلَامِ) عَلَى عَقِيْدَةِ الْعَوَامِ وَ قَصْدِيْ بِهِ النَّفْعُ لِيْ وَ لِمِثْلِيْ مِنَ الْمُبْتَدِئِيْنَ وَ إِنْ كُنْتُ لَسْتُ أَهْلًا لِذلِكَ نَفَعَ اللهُ بِهِ كَلَّ سَالِكٍ.

(Aku beri nama kitab ini Nūr-uzh-Zhalām (Penerang kegelapan) pada keyakinan orang-orang awam, tujuanku semoga kitab ini dapat memberikan manfaat bagiku dan bagi orang yang sepertiku, yaitu pelajar pemula, sekalipun aku bukan orang yang pantas (ahli) untuk hal itu (mendapat manfaat). Semoga Allah memberikan manfaat (lewat kitab ini) kepada setiap orang yang berjalan menuju akhirat (sālik).”

(اِعْلَمْ) أَنَّ سَبَبَ هذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ أَنَّ النَّاظِمَ رَأَي النَّبِيَّ (ص) فِي الْمَنَامِ آخِرَ لَيْلَةِ الْجُمْعَةِ مِنْ أَوَّلِ جُمْعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبَ سَادِسَ يَوْمٍ حِسَابًا مِنْ شُهُوْرِ سَنَةِ أَلْفٍ وَ مِائَتَيْنِ وَ ثَمَانٍ وَ خَمْسِيْنَ سَنَةً وَ أَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ.

(Ketahuilah) bahwa sesungguhnya sebab (asal mula) kitab nazham ini adalah Nāzhim (Syaikh Aḥmad Marzūqī) bermimpi bertemu Nabi s.a.w. di penhujung malam Jum‘at, pada Jum‘at pertama di bulan Rajab, hari ke enam tahun 1258 H, sedangkan para sahabat r.a. berdiri di sekelilingnya.

وَ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ (ص) اِقْرَأْ مَنْظُوْمَةَ التَّوْحِيْدِ الَّتِيْ مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَ نَالَ الْمَقْصُوْدَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ وَافَقَ الْكِتَابَ وَ السُّنَّةَ.

Nabi s.a.w. bersabda kepada Syaikh Aḥmad Marzūqī: “Bacalah nazham-nazham tauhid, yang barang siapa bisa menghafalnya, maka ia masuk surga dan bisa menggapai tujuan dari setiap kebaikan, yang sesuai dengan al-Qur’ān dan as-Sunnah.”

فَقَالَ لَهُ وَ مَا تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةُ يَا رَسُوْلَ اللهِ

Lalu Syaikh Aḥmad Marzūqī bertanya kepada Nabi: “Apa nazham-nazham itu, wahai Rasūlullāh?

فَقَالَ الْأَصْحَابُ لَهُ اسْمَعْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ مَا يَقُوْلُ.

Para sahabat berkata kepadanya: “Dengarkan dari Rasūlullāh apa yang beliau sabdakan

فَقَالَ رَسُوْلُ اللهُ (ص): قُلْ، أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَ الرَّحْمنِ.

Lalu Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Ucapkan olehmu: “Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih”.

فَقَالَ أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَ الرَّحْمنِ إِلَى آخِرِهَا وَ هُوَ قَوْلُهُ.

Maka Nāzhim berkata: “Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih, sampai akhir nazham, yaitu ucapannya (sya‘irnya):

وَ صُحُفُ الْخَلِيْلِ وَ الْكَلِيْمِ، فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ.

Mushḥaf Nabi Ibrāhīm dan nabi Mūsā itu, di dalamnya terdapat Kalām Allah Yang Maha Menghukumi dan Maha Tahu.

وَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) يَسْمَعُهُ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَرَأَ مَا رَآهُ فِيْ مَنَامِهِ فَوَجَدَهُ مَحْفُوْظًا عِنْدَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَى آخِرِهِ.

Sedangkan Rasūlullāh s.a.w. mendengarkannya. Tatkala Syaikh Aḥmad Marzūqī terjaga dari tidurnya, beliau membaca apa yang dilihat dalam mimpinya, maka beliau dapatkan nazham-nazham itu terhafalkan dalam dirinya dari awal sampai akhir.

ثُمَّ لَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ الْجُمْعَةِ الَّتِيْ هِيَ لَيْلَةُ الثَّامِنِ وَ الْعِشْرِيْنَ حِسَابًا مِنْ شَهْرِ ذِي الْقَعْدَةِ رَأَى النَّاظِمُ النَّبِيَّ (ص) مَرَّةً ثَانِيَةً وَقْتَ السَّحَرِ فِي الْمَنَامِ.

Kemudian ketika datang malam Jum‘at, yaitu malam ke 28, hitungan dari bulan Dzul-Qa‘dah, Nāzhim (Syaikh Aḥmad Marzūqī) melihat Nabi s.a.w. untuk kedua kalinya di waktu sahur di dalam mimpi.

فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ (ص): اِقْرَأْ مَا جَمَعْتَهُ أَيْ فِيْ قَلْبِكَ.

Lalu Nabi s.a.w. bersabda kepada Syaikh Aḥmad Marzūqī: “Bacalah apa yang telah engkau himpun (hafal),” yakni di dalam hatimu.

فَقَرَأَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَى آخِرِهِ وَ هُوَ وَاقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ (ص) وَ أَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ يَقُوْلُوْنَ أَمِيْنَ بَعْدَ كُلِّ بَيْتٍ مِنْ هذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ.

Lalu Syaikh Aḥmad Marzūqī membacanya dari awal sampai akhir, (saat itu) ia berada di hadapan Nabi s.a.w., sementara para sahabat r.a. berada di sekeliling Nabi sambil mengucapakan “Amin” setelah setiap bait dari nazham itu.

فَلَمَّا خَتَمَ قِرَاءَتَهُ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ (ص): وَفَّقَكَ اللهُ تَعَالَى لِمَا يُرْضِيْهِ وَ قَبِلَ مِنْكَ ذلِكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَ نَفَعَ بِهَا الْعِبَادِ آمِيْنَ.

Tatkala beliau telah selesai membacanya, Nabi s.a.w. bersabda kepada beliau: “Semoga Allah ta‘ālā memberi taufīq padamu untuk melakukan sesuatu yang Dia ridhai dan menerima amalmu itu, memberikan berkah atasmu dan orang-orang mu’min dan memberikan manfaat (lewat kitab nazham ini) kepada semua hamba-Nya. Amin (semoga Allah mengabulkan doa kita).

ثُمَّ سُئِلَ النَّاظِمُ بَعْدَ اطِّلَاعِ النَّاسِ عَلَى تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةِ فَأَجَابَ سُؤَالَهُمْ فَزَادَ عَلَيْهَا مَنْظُوْمَةً مِنْ قَوْلِهِ.

Kemudian Nāzhim ditanya, setelah orang-orang menelaah nazham-nazham itu, iapun menjawab pertanyaan mereka dengan menambah satu nazham dengan ucapan syairnya:

وَ كُلُّ مَا أَتَى بِهِ الرَّسُوْلُفَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَ الْقَبُوْلُ

Dan semua yang dibawa para Rasūl

Haknya yang wajib atas kita adalah pasrah dan menerima.

إِلَى آخِرِ الْكِتَابِ.

Sampai akhir kitab ini.

قَالَ النَّاظِمُ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ:

Nāzhim (Syaikh Aḥmad Marzūqī) semoga Allah meridhainya berkata:

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *